Cryptoharian – Aset kripto utama Bitcoin (BTC) saat ini tengah mengalami sedikit penurunan ke angka US$ 25.763 per hari Selasa (5/9/2023) pagi, dari titik support di US$ 26.000 yang telah bertahan selama beberapa minggu. Namun, dengan beberapa event yang sudah menanti seperti Bitcoin ETF Spot dan Halving telah memberikan semangat kepada para investor untuk tidak meninggalkan pasar.
Salah satu Crypto Twitter (CT) dengan nama samaran MDBitcoin, membeberkan sesuatu yang menarik hari ini dalam postingannya. Ia juga merupakan seorang pecandu teknologi, mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang dapat membuat harga Bitcoin menjadi ke kisaran US$ 500.000 hingga US$ 1 juta. Faktor tersebut, yaitu:
1. Ketidakpercayaan Terhadap Mata Uang Fiat
Ketika keyakinan terhadap mata uang fiat tradisional melemah, Bitcoin muncul sebagai aset yang aman. Pelemahan kepercayaan terhadap dolar dan mata uang fiat lainnya bisa mendorong individu dan institusi untuk mencari perlindungan dalam Bitcoin, yang merupakan penyimpan nilai yang terdesentralisasi dan tahan inflasi.
2. Masuknya Uang Besar
Masuknya raksasa keuangan seperti BlackRock ke dalam ruang kripto berpotensi secara signifikan meningkatkan harga Bitcoin. Dukungan dan investasi dari lembaga besar dapat membawa legitimasi baru ke pasar mata uang kripto.
3. Dukungan dari Negara
Penerimaan Bitcoin sebagai mata uang cadangan oleh negara-negara dapat lebih melegitimasi penggunaannya dan meningkatkan permintaan. Ketika pemerintah mempertimbangkan untuk mengintegrasikan Bitcoin ke dalam sistem keuangan mereka, hal ini dapat membuka jalan bagi penerimaan yang lebih luas.
Baca juga: Analis Bitcoin Terkenal Rilis Analisa BTC Untuk September, Berikut Poin yang Disorot
4. Penggunaan Sehari-hari
Utilitas Bitcoin sebagai medium pertukaran dapat tumbuh dengan penerimaan transaksional yang lebih luas. Partisipasi perusahaan-perusahaan besar seperti Apple dalam memfasilitasi transaksi Bitcoin dapat mempercepat adopsi mainstream.
5. Dukungan untuk Penambangan
Kebijakan pro-Bitcoin yang diambil untuk melawan undang-undang dan regulasi anti-Bitcoin dapat menciptakan lingkungan yang menguntungkan untuk penambangan dan inovasi Bitcoin. Kebijakan semacam itu dapat berkontribusi pada pertumbuhan aset digital.
6. Ketidakstabilan Dunia
Peristiwa global yang merusak kepercayaan pada sistem keuangan tradisional dapat mengarahkan perhatian pada Bitcoin sebagai aset pelaburan yang aman. Ketidakstabilan ekonomi dan ketidakstabilan geopolitik dapat meningkatkan minat terhadap bentuk penyimpanan nilai alternatif.
7. Pendorong Sosial dan Teknologi
Perubahan sosial dan politik serta kemajuan dalam teknologi dapat memicu permintaan signifikan untuk Bitcoin. Sebagai contoh, pertemuan antara kecerdasan buatan dan Bitcoin dapat membuka peluang baru dan meningkatkan minat pada aset kripto.
Baca juga: Perjalanan Aset Kripto di Australia Suram, RUU Aset Digital 2023 Ditolak Karena Alasan Ini
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



