Twitter: Bagaimana 130 dari Akun Paling Populer Dapat Diretas

Berita Bitcoin– Pada minggu lalu, perentasan akun Twitter yang dimiliki oleh orang-orang kaya dan terkenal yang meminta BTC, sudah dapat diatasi oleh perusahaan tersebut.

Pihak Twitter juga sedang menyelidiki bagaimana peretas bisa “memasuki” Twitter.

Pada tanggal 22 Juli lalu, Twitter telah memperbarui rincian tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam postingan blognya.

Perusahaan percaya bahwa penyerang menargetkan karyawan tertentu melalui skema rekayasa sosial dan menggunakan kredensial mereka untuk mengakses sistem internal Twitter, termasuk 2FA.

Para hacker tidak mengetahui kata sandi yang diggunakan, namun, mereka me-reset kata sandi dan masuk dengan kata sandi baru.

Twitter dengan cepat menangguhkan akun mereka dan tidak bisa melakukan cuitan untuk beberapa saat. Tetapi, Beberapa akun masih tidak bisa melakukan Tweet.

Pihak Twitter mengakhiri blog dengan meminta maaf kepada para pengguna dan berusaha untuk menangkap pelaku.

Kami malu, kami kecewa, dan lebih dari segalanya, kami minta maaf. Kami tahu bahwa kami harus bekerja untuk mendapatkan kembali kepercayaan anda, da kami akan mendukung semua upaya untuk membawa pelaku ke pengadilan. Kami berharap bahwa keterbukaan dan transparansi kami di seluruh proses ini, dan langkah-langkah serta kerja yang akan kami ambil untuk melindungi terhadap serangan lain di masa depan, akan membuat ini menjadi benar

Chainalysis, perusahaan keamanan Crypto, juga telah melakukan penyelidikan sendiri terhadap serangan digital tersebut.

Mereka menambahkan bahwa penipuan berhasil mengambil 13,14 BTC senilai sekitar $ 120.000.

Baca Juga: Berapa Lama Untuk Menambang Satu Bitcoin?

Chainalysis mengungkapkan bahwa peretasan dimulai dengan pengambilalihan akun influencer crypto bernama akun @AngeloBTC, yang memiliki 152 ribu pengikut di platform.

Para pelaku mulai meminta pembayaran melalui pesan langsung Twitter untuk bergabung dengan grup Telegram yang dibuat khusus untuk tips perdagangan Angelo.

Coinbase, pialang cryptocurrency, mem-blacklist alamat Bitcoin tersebut dan berhasil menghentikan 1.100 pelanggan mengirim sekitar 30 BTC ( Rp 4.1 miliar) menurut Forbes.

Disisi lain, CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan peretasan ini membuat BTC lebih terkenal karena banyak media arus utama menyoroti uang crypto tersebut.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis