Veteran Wall Street Klaim Penurunan Pasar Akan Terus Berlanjut Hingga Puncak Inflasi

Cryptoharian – Saat ini, pasar telah berada di jalur baru yang liar sembari berayun di antara untung dan rugi. Akan tetapi, penjualan brutal itu berarti S&P 500 masih berada di posisi pasar bear. Veteran Wall Street, Ed Yardeni saat ditanya apakah saat ini pasar sudah mencapai bottom, ia  mengatakan bahwa dirinya tidak mengira-ngira. 

“Kita akan segera keluar dari hal ini dengan sangat cepat, bukan dalam arti mendasar,” ungkap Yardeni melansir dari media CNBC.com, Selasa (21/6/2022).

Yardeni mengungkapkan, menurutnya investor tahun ini telah mendapatkan pelajaran, yakni ‘jangan melawan Fed,’. Pernyataan tersebut mengacu pada gagasan, bahwa investor harus menyelaraskan investasi mereka dengan, kebijakan moneter Federal Reserve AS dan bukan malah menentangnya.

“Apa yang berubah secara dramatis tahun ini adalah ‘jangan melawan Fed’. Artinya jangan melawan, ketika The Fed sedang memerangi inflasi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, gagasan untuk tidak melawan The Fed adalah jika Fed akan melunak (pada kebijakan moneter). Presiden konsultan dari Yardeni Research ini menambahkan, jangan melawan saat The Fed sedang melawan inflasi. Hal itu berarti pada saat peperangan melawan inflas bukanlah lingkungan yang baik untuk ekuitas dalam jangka pendek.

Dengan melonjaknya inflasi ke level tertinggi tahun ini, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin minggu lalu. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak 1994, dan mengisyaratkan pengetatan berlanjut ke depan. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, kenaikan lain sebesar 50 atau 75 basis poin pada pertemuan berikutnya pada bulan Juli kemungkinan akan terjadi.

Wall Street sendiri diketahui telah jatuh, sebagai dampak atas pengetatan Fed dan inflasi yang meningkat pesat. S&P 500 minggu lalu membukukan penurunan pada minggu ke-10 dalam 11 terakhir, dan sekarang ke pasar beruang. Pada hari Kamis, ke-11 sektornya ditutup lebih dari 10% di bawah penurunan tertinggi baru-baru ini. Dow Jones Industrial Average turun di bawah 30.000 untuk pertama kalinya sejak Januari 2021 pekan lalu.

“Ini tidak akan berakhir, sampai ada tanda-tanda definitif bahwa inflasi, yang disebabkan oleh melonjaknya harga makanan dan energi, telah mencapai puncaknya,” paparnya. 

Selain itu, para pengamat pasar juga menyalahkan kenaikan harga pada stimulasi ekonomi Fed yang berlebihan secara fiskal di tengah pandemi Covid-19.

“Kita harus melihat puncak inflasi sebelum pasar akan jauh lebih tinggi untuk kedepan. Bisa saja kenaikan tinggi itu terjadi tahun depan” ucap Yardeni.


Meski demikian, Yardeni percaya bahwa pasar .berada pada tahap kelelahan’ dalam aksi jual.

“Pada titik ini, agak terlambat untuk panik. Saya pikir investor jangka panjang akan menemukan bahwa ada beberapa peluang besar di sini,” pungkas Yardeni.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube