Bitcoin terlihat mengalami konsolidasi yang cukup panjang sejak pertengahan Agustus 2023 yang membuat insentif untuk melakukan transaksi perdagangan terlihat berkurang.
Walau umumnya konsolidasi dianggap sebagai tanda volatilitas tinggi, saat ini pernyataan tersebut tidak terbukti benar.
Volatilitas Bitcoin di Level Rendah
Volatilitas Bitcoin saat ini masih terlihat rendah walau tidak terasa seperti itu menurut mayoritas trader terutama trader derivatif di pasar crypto. Hal ini disebabkan pergerakan Bitcoin yang terjadi secara cepat namun dengan persentase yang sangat kecil.
Namun, secara data perlu diketahui bahwa pergerakan kecil yang cepat ini terjadi justru karena adanya volatilitas yang sangat rendah dan kondisi ini terbukti dari velocity atau pergerakan Bitcoin dari wallet ke wallet yang saat ini terlihat rendah.
Grafik Velocity Bitcoin
Menurut data dari CryptoQuant, saat ini velocity atau perpindahan Bitcoin dari wallet ke wallet sedang berada di level terendah, bahkan mencapai level di akhir 2020. Kondisi ini menandakan bahwa insentif untuk transaksi perdagangan Bitcoin sedang rendah yang berarti mayoritas trader dan investor sedang tidak ingin membeli atau menjual Bitcoin.
Dalam kondisi ini berarti volume transaksi Bitcoin sedang berada di kondisi yang rendah, dan umumnya dalam kondisi ini akan terjadi volatilitas yang panjang. Dalam pergerakan volatilitas di 2020, terlihat bahwa volatilitas terjadi dalam waktu beberapa pekan bahkan setelah halving Bitcoin terjadi.
Tapi kabar baiknya, setelah konsolidasi tersebut, Bitcoin mengalami apresiasi tinggi yang juga disebut dengan bull run dimana banyak faktor yang mendorong pertumbuhan Bitcoin dan crypto secara menyeluruh.
Berita Bitcoin: Tujuh Faktor yang Dapat Lempar Harga Bitcoin ke US$ 500.000 Hingga US$ 1 Juta
Sayangnya untuk saat ini kondisi tersebut terlihat masih jauh, karena halving masih akan terjadi pada 2024 dan untuk saat ini kondisi makroekonomi masih belum mendukung untuk mendorong apresiasi tinggi bahkan hingga mencapai bull run.
Analisis Harga Bitcoin
Oleh karena itu, untuk saat ini kemungkinan besar Bitcoin masih akan terus mengalami konsolidasi bahkan dapat berlangsung hingga akhir tahun. Hal ini disebabkan hingga akhir tahun terdapat ketidakpastian terutama dari faktor makroekonomi.
Dari sisi makroekonomi saat ini terdapat ketidakpastian dalam penentuan suku bunga acuan, dimana Amerika masih akan meningkatkan suku bunga acuannya yang dapat mempengaruhi Dolar Amerika dan seluruh pasar keuangan di dunia yang sebagian besar dipengaruhi oleh Dolar Amerika.
Selain itu dari sisi pasar crypto sendiri, saat ini terdapat banyak ketidakpastian yang beberapa di antaranya berasal dari penetapan keputusan SEC terkait peresmian ETF Bitcoin Spot, Kasus Binance yang masih belum selesai, dan penjualan crypto oleh FTX untuk memberi kompensasi terhadap penggunanya.
SEC sendiri dapat melakukan penundaan jadwal penetapan hingga akhir tahun bahkan tahun depan yang membuat ketidakpastian semakin tinggi. Binance juga memberi ketidakpastian karena saat ini kondisi di sekitarnya sedang buruk dan mengingat kedudukannya sebagai bursa terbesar di dunia crypto saat ini, jika Binance hancur maka crypto bisa hancur.
Baca Juga: Bitcoin Berada di Zona Beli, 5 Pertimbangan Sebelum Membeli BTC
Grafik Harian BTCUSD
Oleh karena itu, kemungkinan besar dalam ketidakpastian ini Bitcoin akan terus mengalami konsolidasi di sekitar $25,000 hingga $27,000 yang dapat membuat volume transaksi terus menurun bahkan menimbulkan ketidaktertarikan lagi terhadap Bitcoin yang berujung tekanan jual.
Kabar baiknya, saat ini whale memiliki rata-rata transaksi beli di harga $25,000 hingga $22,000 yang dapat menjadi acuan untuk batas bawah yang kuat sehingga kemungkinan besar untuk saat ini Bitcoin tidak akan turun melewati batas bawah tersebut.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



