Cryptoharian – Volume altcoin di Binance kini mendominasi aktivitas perdagangan, sementara minat terhadap Bitcoin mulai menunjukkan tanda pelemahan. Pergeseran ini terjadi ketika harga Bitcoin bergerak cenderung datar dalam beberapa pekan terakhir.
Analis on-chain CryptoQuant, Darkfost, menyebut volume perdagangan spot Bitcoin di Binance dan sejumlah bursa besar lain telah turun ke level sangat rendah.
Menurutnya, kondisi tersebut mendekati situasi yang terakhir terlihat pada 2023, setelah pasar kripto keluar dari fase bear market.
Penurunan volume altcoin di Binance itu menjadi salah satu sinyal awal bahwa perhatian pelaku pasar terhadap Bitcoin mulai berkurang. Sebagian trader kini mencari peluang pada aset kripto lain yang bergerak lebih agresif.
Volume Altcoin di Binance Kuasai Transaksi
Berdasarkan data yang dibagikan Darkfost, volume altcoin di Binance kini menyumbang lebih dari 60 persen total volume perdagangan.
Sementara itu, pangsa volume Bitcoin turun menjadi sekitar 22 persen. Ethereum berada di kisaran 18 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan perubahan besar dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Pada Mei, Bitcoin masih menjadi aset paling aktif diperdagangkan dengan kontribusi hampir 40 persen dari total volume transaksi di Binance.
Dengan pergeseran ini, volume altcoin di Binance tidak lagi sekadar menjadi pelengkap aktivitas pasar. Altcoin justru menjadi pusat transaksi terbesar di bursa tersebut berdasarkan data yang disorot Darkfost.
Kondisi ini juga memperlihatkan perubahan selera risiko pelaku pasar. Ketika Bitcoin tidak banyak bergerak, trader cenderung mencari aset dengan volatilitas lebih tinggi.
Bitcoin Stagnan Bikin Trader Beralih
Darkfost menilai minimnya volatilitas Bitcoin menjadi salah satu penyebab utama rotasi menuju altcoin. Dalam beberapa pekan terakhir, harga BTC bergerak dalam rentang yang relatif sempit.
Bagi trader jangka pendek, pergerakan yang datar dapat mengurangi peluang memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga. Akibatnya, sebagian pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian ke altcoin.
“Investor mulai merasa bosan. Bitcoin hampir tidak bergerak selama beberapa minggu terakhir sehingga sebagian memilih beralih ke altcoin untuk memanfaatkan volatilitas yang masih tersedia,” ujar Darkfost.
Altcoin umumnya memiliki pergerakan harga yang lebih tajam dibandingkan Bitcoin. Karakter tersebut membuatnya menarik bagi trader yang mengejar peluang jangka pendek, meski risikonya juga lebih besar.
Dalam situasi ini, kenaikan volume altcoin di Binance dapat dibaca sebagai tanda meningkatnya minat terhadap aset dengan profil risiko lebih tinggi.
Altcoin Sudah Turun Lebih Dalam
Selain faktor volatilitas, Darkfost menyoroti posisi harga altcoin setelah koreksi pada siklus sebelumnya. Banyak altcoin telah mengalami penurunan lebih tajam dibandingkan Bitcoin.
Koreksi yang lebih dalam membuat sebagian investor berspekulasi bahwa altcoin memiliki ruang pemulihan lebih besar apabila pasar kembali membaik.
Strategi ini didasarkan pada anggapan bahwa aset yang jatuh paling dalam dapat naik lebih tinggi ketika sentimen berubah positif. Namun, asumsi tersebut tidak selalu berlaku pada setiap siklus pasar.
Altcoin yang turun tajam tidak otomatis pulih lebih cepat. Sebagian aset bahkan dapat tetap tertinggal apabila likuiditas rendah, minat investor lemah, atau narasi proyek tidak lagi menarik.
Karena itu, meningkatnya volume altcoin di Binance perlu dibaca bersama risiko yang melekat pada aset-aset tersebut.
Baca Juga: Tekanan Jual Koin Meme di Binance Tembus US$1,21 Miliar
Peluang Besar Diikuti Risiko Tinggi
Darkfost mengingatkan bahwa rotasi ke altcoin tidak bebas risiko. Altcoin memang dapat mencatat kenaikan lebih agresif saat pasar bullish, tetapi juga cenderung jatuh lebih dalam saat sentimen memburuk.
Risiko ini penting karena sebagian trader mungkin tergoda melihat altcoin sebagai peluang cepat setelah Bitcoin bergerak datar. Tanpa manajemen posisi yang disiplin, eksposur besar ke altcoin dapat memperbesar kerugian.
Menurut Darkfost, strategi beralih ke altcoin hanya berpotensi optimal apabila investor mampu mengelola ukuran posisi, risiko, dan momentum pasar.
Dengan kata lain, kenaikan volume altcoin di Binance menunjukkan meningkatnya aktivitas, tetapi tidak otomatis berarti peluang tersebut aman bagi semua pelaku pasar.
Data volume juga belum cukup untuk memastikan altcoin season. Pasar masih perlu melihat apakah aliran modal benar-benar bertahan di altcoin atau hanya menjadi rotasi sementara akibat Bitcoin yang stagnan.
Volume Bitcoin Jadi Sinyal Penting
Turunnya volume perdagangan Bitcoin tidak selalu berarti harga BTC akan langsung melemah. Namun, volume tetap menjadi indikator penting untuk membaca tingkat partisipasi pelaku pasar.
Jika harga Bitcoin naik tanpa didukung peningkatan volume, reli biasanya dianggap kurang kuat. Sebaliknya, kenaikan harga yang disertai volume besar menunjukkan partisipasi pasar yang lebih luas.
Saat ini, data yang disorot Darkfost menunjukkan volume spot Bitcoin berada di level rendah. Kondisi itu membuat pasar menunggu apakah Bitcoin akan kembali menarik minat trader atau justru terus kehilangan dominasi volume.
Meningkatnya aktivitas altcoin juga menunjukkan sebagian modal mulai bergerak ke aset dengan risiko lebih tinggi. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada pergerakan Bitcoin dalam beberapa minggu mendatang.
Jika Bitcoin kembali volatil dan menembus rentang harga yang kuat, perhatian pasar bisa kembali bergeser ke BTC. Namun, jika Bitcoin tetap datar, altcoin dapat terus menjadi arena utama trader jangka pendek.
Untuk saat ini, volume altcoin di Binance telah melampaui 60 persen, sementara pangsa Bitcoin turun ke sekitar 22 persen dan Ethereum berada di kisaran 18 persen menurut data yang dibagikan Darkfost.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)


