CryptoHarian

Whale Chainlink Bergerak Liar Sebelum Peluncuran Staking v0.2, Ada Apa?

Cryptoharian – Dalam perkembangan menarik, whale yang memegang aset Chainlink (LINK) bergerak liar, yang menyebabkan lonjakan transaksi terbesar tahun ini. Indikasi pergerakan dari para whale ini, diduga menyambut adanya perkembangan penting menjelang peluncuran Chainlink Staking v0.2 dalam waktu dekat.

Melansir dari cryptoglobe.com, tercatat lebih dari 2.600 transaksi senilai US$ 100.000 masing-masing terjadi dalam waktu singkat. Seorang analis kripto bernama Ali Martinez baru-baru ini menyoroti lonjakan transaksi whale ini, menekankan korelasinya dengan kenaikan harga berikutnya. 

“Kemarin, Chainlink menyaksikan kenaikan tajam dalam transaksi para whale sepanjang tahun, dengan lebih dari 2.600 transaksi diatas US$ 100.000 masing-masingnya,” ungkap Martinez.

Aksi harga terkini dari LINK ini mencerminkan kinerja kuatnya di pasar, dengan kenaikan lebih dari 30 persen dalam sebulan terakhir dan pertumbuhan impresif sebesar 160 persen sepanjang tahun ini. Laju naik ini sejalan dengan pemulihan lebih luas yang diamati di pasar kripto, dengan Bitcoin sendiri mengalami kenaikan sebesar hampir 130 persen sepanjang tahun.

Berita Bitcoin: Michael Saylor Kembali Borong Bitcoin, Segini Jumlah Aset yang Dibeli

Tidak hanya Ali Martinez, firma analitik on-chain Santiment pun juga melaporkan pergerakan besar-besaran koin lama dalam Chainlink. Santiment menemukan korelasi antara lonjakan harga LINK dan pergerakan token yang tidak aktif, yang disebut sebagai tingkat ‘Age Consumed’. 

Setelah tingkat ‘Age Consumed’ mencapai 8,34 miliar pada 15 September dengan banyaknya transfer token LINK yang tidak aktif, harga mengalami kenaikan mencolok hampir 31 persen dalam dua minggu berikutnya.

“Chainlink diam-diam memiliki sejumlah besar dompet pemindahan koin lama hari ini. Pergerakan koin lama yang besar biasanya diikuti oleh pergerakan harga yang besar. Seperti yang terjadi pada tanggal 15 September, mengakibatkan kenaikan harga LINK lebih dari 31 persen dalam 2 minggu berikutnya,” ujar Santiment di platform X.

Perkembangan menarik ini dalam ekosistem Chainlink bersamaan dengan peluncuran yang akan datang dari Chainlink Staking v0.2. Pembaruan yang dinanti-nantikan ini secara signifikan meningkatkan kapasitas kolam staking menjadi 45 juta LINK, mewakili 8 persen dari total token yang beredar saat ini. 

Ekspansi in merupakan langkah strategis untuk membuat Chainlink Staking lebih mudah diakses oleh pemegang token LINK yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan inisiatif Ekonomi 2.0 Chainlink, yang fokus pada peningkatan keamanan jaringan.

Fitur staking Chainlink, awalnya diperkenalkan pada Desember 2022. Dalam penerapannya, staking tersebut terbukti krusial dalam meningkatkan fungsionalitas token. Hal ini, lantaran fitur ini memungkinkan pemegang LINK untuk aktif mendukung layanan Oracle, mendapatkan imbalan, dan berkontribusi pada keamanan keseluruhan jaringan. 

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.