CryptoHarian

XRP Menunjukkan ‘Double Bottom’, Apa Artinya Itu?

Cryptoharian – Harga XRP menunjukkan sinyal bullish yang kuat setelah membentuk pola double-bottom, salah satu pola pembalikan tren yang sering digunakan dalam analisis teknikal. Analis meyakini pola ini telah dikonfirmasi setelah XRP berhasil menembus resistensi neckline. Melansir dari coingape.com, dengan tekanan beli yang meningkat, ada kemungkinan besar harga Ripple akan terus naik hingga mencapai US$ 30.

Menurut analis kripto dengan julukan ‘Steph Is Crypto’, harga XRP telah menyelesaikan pola double-bottom dengan menembus level resistensi kunci. Dalam analisa teknikal, ketika pola ini terbentuk dan di konfirmasi, harga biasanya mengalami kenaikan. Proyeksi kenaikan biasanya dihitung berdasarkan tinggi pola yang ditarik dari titik breakout.

Selain itu, grafik jangka panjang menunjukkan bahwa harga XRP sedang melalui fase akumulasi, mirip dengan siklus bull sebelumnya. Breakout terbaru ini menandakan bahwa momentum beli makin kuat, yang bisa menjadi pemicu reli altcoin lebih luas. Jika momentum ini berlanjut, harga XRP berpotensi naik hingga US$ 30.

Lebih jauh, peningkatan volume perdagangan semakin memperkuat optimisme pasar. Volume yang naik setelah breakout sering kali menunjukkan partisipasi investor institusional dan meningkatnya kepercayaan pasar. Ditambah lagi, analis mencatat bahwa tidak ada resistensi kuat antara harga saat ini dan target US$ 30, sehingga peluang kenaikan lebih lanjut tetap terbuka.

Sementara itu, analis kripto bernama Ali Martinez mengamati pola head and shoulder di grafik mingguan XRP. Pola ini biasanya menandakan adanya potensi pembalikan tren. Dalam hal ini, level US$ 2 menjadi titik kritis yang harus diperhatikan agar XRP tetap dalam tren naik.

Baca Juga: Waspadai Dua Kripto yang Bisa Alami Koreksi Besar Pekan Ini

Jika harga turun di bawah US$ 2, Martinez memperingatkan bahwa XRP bisa terkoreksi lebih dalam hingga US$ 1,25. Namun, jika level ini bertahan, maka ada peluang besar bagi XRP untuk kembali menguat dan mendekati target US$ 30. Saat ini, para trader terus memantau level support ini dengan camat, karena pergerakan di bawahnya bisa memicu tekanan jual lebih lanjut.

Pun demikian dengan faktor eksternal yang juga turut mempengaruhi pergerakan XRP. Seperti biasa, kinerja Bitcoin dan kebijakan ekonomi makro, termasuk keputusan The Fed dapat memengaruhi sentimen investor. Jika pasar kripto secara keseluruhan berada dalam tren positif, XRP bisa mendapatkan dukungan tambahan untuk melanjutkan kenaikan.

Laporan terbaru dari CryptoQuant menunjukkan adanya lonjakan permintaan stablecoin, yang sering kali menandakan awal dari musim altcoin. Jika tren ini terus berlanjut, reli altcoin yang lebih besar bisa terjadi dalam beberapa minggu mendatang, yang tentunya akan berdampak positif bagi XRP.

Saat ini, setelah mengalami koreksi harga beberapa waktu lalu, XRP diperdagangkan dalam kisaran US$ 1,79 hingga US$ 3,36. Namun, sejak awal Maret, harga mulai menunjukkan pemulihan, dengan XRP menutup minggu lalu dalam tren hijau. Saat berita ini ditulis, harga XRP berada di US$ 2,34, naik 1,95 persen dalam 24 jam terakhir.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Iqbal

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.