Cryptoharian – Setelah Bitcoin (BTC) gagal mempertahankan level US$ 119.800 dan turun 5 persen sejak 28 Juli, tekanan turut menyeret Ripple (XRP) turun tajam. Selama periode yang sama, XRP kehilangan 13,6 persen dari nilainya, pelemahan yang memperjelas tekanan jual yang masih mendominasi pasar.
Salah satu titik kritis dalam koreksi ini adalah hancurnya level psikologis US$ 3, yang sebelumnya menjadi area pantulan bagi para bull di awal Juli. Kini, level tersebut berubah fungsi menjadi resistensi baru, dan memperberat kemungkinan rebound jangka pendek.
“Dorongan menembus kembali di atas US$ 3 tampak sulit, mengingat tekanan jual dan aksi ambil untung yang menumpuk di area tersebut,” tulis laporan analisis teknikal yang dilansir dari ambcrypto.com.
Momentum Melemah, Tren Turun Masih Dominan
Analisis grafik 12 jam menunjukkan bahwa pemantulan harga dalam waktu dekat tampaknya belum terjadi. Indikator Accumulation/Distribution (A/D) menunjukkan tren menurun, menandakan volume jual meningkat selama seminggu terakhir. Sementara itu, Awesome Oscillator juga menunjukkan momentum bearish yang konsisten.
Kondisi ini di perkuat oleh Directional Movement Index (DMI), di mana garis-DI dan ADX berada di atas angka 20, sinyal kuat bahwa tren penurunan masih berlaku dan dominan.
Dengan struktur teknikal yang masih bearish, peluang penurunan lebih lanjut tetap terbuka hingga para pembeli mendapatkan kembali kepercayaan.
Baca Juga: Koin Meme Satu Ini Jadi yang Terburuk Pasca Pengumuman Suku Bunga
Apakah XRP akan Jatuh ke Level Ini?
Level harga US$ 2,60 menjadi area yang patut diperhatikan dalam waktu dekat. Zona ini tumpang tindih dengan Fair Value Gap (FVG) dan juga bertepatan dengan level tertinggi dari rentang sebelumnya pada grafik harian. Kombinasi ini membuatnya menjadi target yang realistis untuk koreksi jangka pendek.
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual ekstrem mungkin sudah mulai mereda. Pada 23 Juli, XRP yang dipindahkan ke bursa masih positif tertinggi, tanda gelombang distribusi besar-besaran oleh investor. Saat ini, arus neto ke bursa masih positif namun telah menurun, memberi sinyal bahwa fase paling intens dari aksi jual bisa saja telah berlalu.
Data tersebut menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen suplai XRP masih berada dalam posisi untung. Itu cukup menjelaskan mengapa banyak investor memilih untuk menjual.
Masih Ada Ruang untuk Naik
Meski tekanan jangka pendek terus membayangi, indikator valuasi jangka panjang seperti MVRV Z-Score menunjukkan XRP masih jauh dari level valuasi puncak historisnya. Bahkan setelah sempat menembus US$ 3 bulan lalu, metrik ini belum menyentuh zona overvalued.
Hari ini membuka potensi upside jangka pendek bagi XRP. Jika harga kembali ke area US$ 2,60, zona tersebut bisa menjadi entry point yang menarik bagi investor dengan orientasi waktu yang lebih panjang.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange yang Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)



