Mark Yusko: Emas dan Bitcoin adalah Satu-Satunya Uang Sejati

Pergerakan harga Emas dan Bitcoin (BTC) condong menguat karena lebih banyak orang mencari keamanan untuk uang mereka dalam bayang-bayang pandemi.

Kini, pendiri Morgan Creek Capital Management, Mark Yusko, telah mengklaim bahwa investor harus mempertimbangkan Emas dan Bitcoin sebagai satu-satunya uang sejati di pasar saat ini.

Mark adalah seorang Bulls BTC dan selalu menekankan potensi crypto utama ini sebagai uang masa depan.

Ketika pemerintah di seluruh dunia memompa uang stimulus untuk menopang ekonomi mereka yang masih muda, para investor mencari aset haven jikalau semuanya runtuh.

Emas dianggap sebagai aset safe haven abadi. Disisi lain, Bitcoin telah menunjukkan ketahanan yang relatif baik dalam skenario pasar yang bergejolak saat ini, yang telah menarik investor veteran sekalipun untuk memasukinya.

Ketika pelaku pasar besar seperti Mark Yunko mengatakan bahwa Emas dan Bitcoin layak dianggap sebagai uang sejati, ini akan memberi dampak berarti bagi industri, dimana ia pun menambahkan dengan menantang pasar tradisional yang masih percaya kepada uang kertas.

Baca Juga: Analis: Bagaimana Pergerakan Harga Bitcoin Untuk Bulan Juli 2020?

Mark mengutip ahli keuangan Amerika terkenal JP Morgan dan mengatakan bahwa setiap aset selain Emas dan Bitcoin hanyalah kredit.

Dia memberi penghormatan kepada kutipan Morgan dan ingin mengatakan bahwa kutipannya yang sudah puluhan tahun itu sangat relevan bahkan hingga saat ini.

Mata uang adidaya saat ini adalah dolar AS. Sejak mata uang ini muncul sebagai mata uang global pada tahun 1944, ia telah bersaing dengan Emas sebagai gudang nilai.

Dalam masa-masa sulit, ia telah memperkuat kredibilitasnya, seperti Emas.

Sekarang, Bitcoin menciptakan kegaduhan dengan karakteristik desentralisasi yang menjadikannya mata uang global. Sering disebut sebagai emas digital, tingkat inflasi tahunannya telah mencapai tingkat Emas.

Yusko juga berkomentar bahwa Bitcoin dapat segera mencapai $ 100.000 dan akan menantang Emas dalam hal kapitalisasi pasar.

Pada saat pers, harga Bitcoin naik berada di angka Rp 133 juta.

Mampu tidaknya Bitcoin melewati masa-masa pandemi ini akan membuktikan kemampuannya untuk bertahan didalam badai finansial yang tentu akan mempengaruhi eksistensinya di masa depan dimata para investor. Kita lihat saja.

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis