CryptoHarian

Bitcoin Bakal Capai US$ 9 Juta Dalam Dua Tahun, Menurut Analis Ini

Cryptoharian – Dalam sebuah kiriman pada platform X baru-baru ini, seorang analis kripto dengan nama samara RiggsBTC berbagi prediksi berani. Dalam klaimnya, ia menyatakan bahwa Bitcoin (BTC) berada di ambang lonjakan “tak terduga” yang dapat mendorong nilai mata uang digital ini melampaui $9 juta dalam dua tahun mendatang. 

“Lonjakan harga Bitcoin saat ini, yang dimulai pada akhir 2022 setelah harga merosot hingga US$ 15.000, menandai awal dari “supercycle”. Ini ditandai dengan kenaikan yang agresif dan berkelanjutan,” ungkap RiggsBTC, seperti dilansir dari platform X.

RiggsBTC mengaitkan kenaikan potensial ini dengan beberapa faktor, terutama faktor penurunan pasokan yang diantisipasi karena Bitcoin halving yang dijadwalkan pada awal April 2021. Analis tersebut menyoroti bahwa dengan kurang dari 21 juta BTC beredar, pengurangan pasokan dan permintaan yang berkelanjutan dapat mendukung Bitcoin, serta mendorong kenaikan yang signifikan.

“Untuk menjelaskan besarnya pertumbuhan yang diharapkan, hanya jika 5 persen dari kekayaan global, yang diperkirakan lebih dari US$ 1 kuadriliun terekspos pada BTC yang beredar secara terbatas. Dari sini, diketahui Bitcoin bisa mengalami lonjakan lebih lanjut,” ujarnya.

Berita Bitcoin: Jangan Beli Bitcoin Sekarang! Cek Kapan Membeli BTC Menurut Analis

Menurutnya, akan ada sekitar 5 juta BTC sebagian besar berasal dari pemilik “tangan lemah” yang menjual kepada negara-negara dan lembaga-lembaga. Perubahan ini akan menjadi dasar bagi kenaikan nilai Bitcoin menjadi US$ 9 juta dalam dua tahun.

Sementara itu, Pierre Rochard selaku Wakil Presiden Riset di Riot Platforms, juga menyampaikan pandangan yang serupa dengan RiggsBTC. Ia menyoroti kondisi makroekonomi yang mendukung yang mungkin mendorong nilai Bitcoin lebih tinggi. 

“Meskipun pemerintah AS mengeluarkan US$ 6 triliun, sementara kapitalisasi pasar Bitcoin masih di bawah $1 triliun,” kata Rochard.

Selain faktor pasar, komunitas juga memperhatikan perkembangan regulasi, khususnya keputusan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika (SEC). Diharapkan bahwa pada awal Desember 2023, SEC akan menyetujui serangkaian pertama dari spot Bitcoin exchange-traded funds (ETFs).

Jika disetujui, produk ini akan memberikan investor institusional peluang untuk berinvestasi dalam Bitcoin dalam lingkungan yang diatur, dan bisa memicu arus modal baru. Antusiasme terhadap ETF Bitcoin di AS sejak Oktober telah memengaruhi harga.

Namun, perlu diingat bahwa persetujuan produk derivatif kripto di masa lalu, seperti Bitcoin Futures pertama di AS pada Desember 2018, sering diikuti oleh puncak siklus dan penurunan harga. 

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.