CryptoHarian

Bitcoin Haram? Para pemimpin Saudi-UEA mengkonfirmasi peluncuran mata uang digital Aber

Mata uang digital Aber, proyek cryptocurrency yang dikerjakan bersama antara Arab Saudi dan UEA akan segera diluncurkan. Pangeran Mohammed bin Salman, putra mahkota Arab Saudi, mendarat di Uni Emirat Arab (UEA) pada 28 November 2019.

Kunjungan resmi akan berfokus pada membahas banyak masalah regional yang menonjol, langkah-langkah kebijakan bersama, dan juga termasuk diskusi tentang rencana mata uang digital Aber.

Pangeran Mahkota Abu Dhabi, Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed al Nahyan menyambut pangeran Saudi saat mendarat. Kedua pemimpin selalu menjadi penganjur modernisasi wilayah di berbagai bidang termasuk bidang keuangan, sosial, dan politik. Rumor mata uang digital Aber telah cukup beredar untuk beberapa waktu, dan berita terbaru ini telah memicu minat baru di kalangan investor.

Kedua pemimpin telah bergabung untuk mencapai tonggak baru dalam kemitraan politik dan keuangan antara negara-negara. Tujuh inisiatif strategis dan empat kebijakan telah ditandatangani selama kunjungan resmi ini. Masalah penting lainnya termasuk mendirikan kilang minyak baru dan memperkuat kerja sama dalam keamanan cyber.

Agenda penting dari kunjungan ini adalah untuk membahas peluncuran mata uang digital Saudi yang akan berfungsi sebagai fondasi antara dua monarki Arab tersebut. Fokusnya adalah untuk memperkuat fasilitas perdagangan antar bank.

Awal tahun ini pada bulan Januari, rincian mata uang digital Aber mulai muncul ketika dua entitas negara, yaitu Otoritas Moneter Arab Saudi (SAMA) dan Bank Sentral Uni Emirat Arab (UAECB), memulai diskusi mengenai masalah ini.

UAE menganggap Saudi sebagai mitra strategis di kawasan itu untuk bersama-sama menjaga kepentingan politik dan keuangan regionalnya. Para pejabat dari kedua negara telah membahas solusi untuk menghadapi tantangan keuangan di dunia Arab bersama-sama.

Mata uang digital yang dibangun bersama yang disebut ‘Aber’ ini tidak akan tersedia untuk penggunaan ritel. Alih-alih, penggunaannya akan dibatasi untuk memfasilitasi penyelesaian keuangan antar bank.

Secara alami, pengembangan akan menggunakan teknologi buku besar terdistribusi yang telah dicoba dan diuji, dan hanya beberapa bank terpilih yang akan menggunakan mata uang crypto tersebut pada awalnya.

Sejauh ini, belum ada berita resmi tentang tanggal peluncuran yang diharapkan, dan juga tidak ada informasi mengenai mekanisme penerbitannya. Serangkaian pertemuan terakhir ini tentunya akan memberi sedikit lebih banyak perhatian pada perkembangan Aber di masa depan.

Sudah banyak negara-negara yang membuat uang digital mereka sendiri, apakah Indonesia akan membaut juga? Bagaimana dampak uang digital ini ke Bitcoin?

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

1 comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement