CryptoHarian

ICO Guide: Bagaimana Cara Ikut ICO di 2018

Kebanyakan masyarakat di Indonesia yang masih kurang mengerti apa yang dimaksud dengan ICO. Bagi mereka yang belum pernah terjun dalam dunia cryptocurrency, hanya mengetahui Bitcoin and Ethereum. Sedangkan para pemain pemula, hanya mengetahui koin yang di perjualbelikan dalam website trading Indonesia. Padahal, bermain ICO jauh lebih menguntungkan daripada trading Bitcoin.

ICO adalah singkatan dari Initial Coin Offering atau Penawaran Koin Awal adalah sebuah perusahaan yang menawarkan uang digital/koin mereka kepada investor, yang kemudiandapat diperjualbelikan pada exchange uang digital.

Sejak tahun 2013, ICO sudah digunakan untuk melakukan penggalangan dana dalam mengembangkan perusahaan mereka. Dengan melakukan ICO, perusahaan tidak perlu meminjam dana dari bank dan dapat terhindar dari bunga bank dan berbagai peraturan bank yang cukup ketat.

Tidak semua orang dapat mengikuti ICO karena peraturan yang dimiliki oleh negaranya masing-masing. Contoh-nya adalah USA, China dan beberapa negara lainnya yang menentang warga nya untuk mengikuti ICO.

Banyak orang yang tertarik untuk mengikuti ICO karena mereka tidak ingin “ketinggalan kereta” atau biasa disebut FOMO (Fear Of Missing Out). Semua koin baru mempunyai kesempatan untuk menjadi “the next BTC”, tetapi kesempatan yang dimiliki sangat minim.

Pada saat berinvestasi dalam ICO, koin yang diluncurkan terbilang cukup murah dan bagi para peminat dan investors hal ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan sehingga mereka akan membeli koin tersebut di harga yang murah dan berharap akan menjual kembali di harga yang sangat tinggi.

Contoh ICO yang telah berhasil adalah NXT, IOTA, ETH, NEO dan lain lain. Mereka layak disebut berhasil karena ROI yang mereka miliki naik beribu-ribu percent. Contohnya adalah Ethereum, harga 1 koin pada waktu ICO adalah $0.311 cent (sekitar 4200 rupiah) dan pada tanggal 12 January 2018, 1 ETH berharga $1221 (sekitar 16 juta).

Untuk mengenal lebih dalam fitur-fitur ICO, akan lebih jelas untuk membandingkannya dengan sesuatu yang ada di pasar keuangan, yang disebut dengan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Saham Perdana. IPO mengacu pada penjualan publik dari saham perusahaan untuk pertama kalinya dengan tujuan mengumpulkan dana untuk ekspansi dan pengembangan bisnis.

Bagaimana cara agar mendapatkan untung besar dalam bermain ICO?

Cara mendapatkan untung besar di ICO adalah Anda perlu meluangkan waktu untuk mencari informasi. Bentuk informasi sangat beragam seperti info penting mengenai partnership ataupun exchanges. Akan tetapi, untuk mengetahui informasi seperti ini tidaklah mudah. Karena itu kebanyakan orang hanya  melihat dari visi/misi , partnership , dan whitepaper yang ada di website mereka. Namun, Anda juga harus mengetahui project mereka dengan dalam dan apakah project mereka dapat terealisasikan.

Perusahaan yang melakukan ICO biasanya akan memberikan bonus-bonus special kepada para investor awal. Bonus-bonus ini yang dapat menguntungkan bagi para investor. Setelah ICO telah selesai, koin yang Anda dapatkan dari perusahaan bisa ditukar di trading exchange. Disinilah, Anda dapat melakukan transaksi jual beli koin tersebut menjadi Bitcoin ataupun Ethereum. Pada umumnya, koin-koin yang selesai dan keluar dari ICO dan masuk ke exchange yang ternama contohnya seperti : Binance, Kucoin, Huobi, Bittrex, Bitfinex harganya akan melambung tinggi dari saat mereka keluar di ICO.

Kenapa bisa naik? jawabannya adalah dikarenakan koin-koin tersebut dapat membuktikan mereka legit dan project mereka jterealisasi. Kebanyakan exchange ternama ini tidak akan memasukkan koin-koin yang berbentuk scam ataupun berbahaya sehingga dapat merusak nama baik mereka.

Contoh: Anda beli coin xyz di harga Rp 1,000 selama ICO, jika koin ini masuk ke salah satu trading exchange ternama, koin ini lazimnya akan naik harga daripada harga yang tertera di ICO. Akan tetapi kenaikan ini juga tergantung dengan kondisi pasar koin serta demand and supply.

Tujuan investor membeli koin-koin tersebut umumnya untuk diperjualbelikan atau mereka menyimpan koin tersebut untuk mendapatkan insentif. Selain itu dapat juga koin tersebut dipergunakan sebagai  jasa/barang yang perusahaan itu berikan/jual.

Contoh nyata adalah Bitcoin . Harga  1 bitcoin di 2010 adalah  $0.008 dan di 2018 yakni $9308 . Selanjutnya , Ethereum atau juga terkenal dengan ETH menjual 1 eth di $0.316 di 2014 and sekarang harga eth menjadi $700 pada saat saya menulis panduan ini.

Apa yang anda perlukan untuk ikut ICO?

  1. Cryptocurrency
  2. Dompet/Wallet
  3. ICO
  4. DYOR
  5. Public key
  6. KYC

 

  1. Cryptocurrency

Anda tidak bisa memakai rupiah ataupun uang fiat untuk masuk ICO , hanya cryptocurrency bisa di gunakan untuk ICO. Contoh cryptocurrency yakni: ETH ,BTC, NEO , WAVES , QTUM ,dll.

Tetapi , hanya crypto yang terkenal yang diterima untuk bergabung ICO- bitcoin ,ethereum dan neo. Saya sarankan untuk membeli ethereum karena 90% ICO menggunakan eth dan anda tidak mungkin salah untuk membeli nya.

Di Indonesia , exchange yang terpercaya adalah bitcoin.co.id. Anda perlu membeli Bitcoin dengan rupiah dan menukarkan bitcoin ke ethereum.

Baca juga :5 Alternatif Coin Selain Bitcoin.

2. Dompet/Wallet

Yang dimaksudkan disini bukan wallet yang ada di kantong anda. Wallet yang dimaksud adalah digital wallet dimana dia ada private key and public key dan cuma anda yang tahu dengan key tersebut.

Private key adalah kunci password yang tidak boleh anda bagikan atau diketahui oleh orang lain. karena apa bila ada orang lain yang mengetahui key tersebut , dia bisa masuk kedalam wallet anda dan mencuri cryptocurrency anda.

Public key atau lebih dikenal dengan wallet address, adalah alamat yang anda berikan ke orang , untuk mereka mentransfer coin.

Kelebihan Parity dibandingkan MEW adalah Parity mempunyai fitur di mana Anda dapat mengaturnya untuk melakukan pembayaran pada jam tertentu.

Setelah Anda mendapatkan Bitcoin atau Ethereum , Anda harus mengalihkan coin Anda ke digital wallet yang Anda pilih. Jangan pernah mengirim Bitcoin atau Ethereum melalu Bitcoin.co.id.

Mengapa? Bila Anda mengirimkan koin dari Bitcoin.co.id , Anda tidak ikut ICO tersebut. Bitcoin.co.id lah yang akan mnegikuti ICO tersebut.

Baca juga: (Cara Mendaftar dan Menggunakan MyEtherWallet 2018)

3. ICO

Setelah Anda sudah mempunyai ETH dan wallet , sekarang Anda perlu koin yang sedang menjalani ICO. Bagaimana mengetahui koin yang sedang ICO? Jawabannya adalah dari websites,telegram, forum dan media sosial.

Situs web yang mencantumkan ICO mendatang dan akan berlangsung:

Walaupun situs web diatas menggunakan Bahasa Inggris , namun memakai web tersebut sangat mudah. Yang terpenting , Anda harus mencatat dan mengatur jadwal anda.

Jangan terburu-buru untuk membeli ICO, tidak semua ICO akan menguntungkan Anda. Justru banyak ICO yang akan menipu Anda , ini namanya scam coin. Mereka akan menguntarkan janji-janji manis sebelum ICO dan akan menghilang setelah mendapatkan dana .

4. Do Your Own Research (DYOR)

4.1 ICO Gadungan

Ada beberapa cara untuk mengetahui ICO gadungan , salah satu nya adalah  atau tidak adanya whitepaper. Whitepaper adalah proposal yang diberitahukan tim kepada publik. Sehingga publik dapat menilai apakah koin tersebut bisa naik atau tidak.

Anda juga harus mempunyai telegram. Hampir semua ICO pasti mempunyai telegram chat. Disana Anda juga akan mengetahui apakah koin yang anda pilih scam coin atau tidak. Misalnya jumlah anggota mereka sangat aktif dan banyak , Anda dapat yakin bahwa koin tersebut cukup aman.

4.2. Mencari Informasi

Banyak orang Indonesia yang suka dengan MLM. Padahal, itu ada ciri – ciri koin sampah karena cara kerja mereka tergantung dengan skema rujukan. Koin MLM akan mempromosikan koin lain dan cara satu-satunya untuk ikut koin tersebut dengan mengeklik link dari mereka. Koin MLM dapat dikatakan sebagai sampah karena perusahaan yang membuat koin tersebut lebih mementingkan koin lain ketimbang koin mereka sendiri.

Contoh: Ada 2 koin A dan Z.

Koin A adalah MLM dan koin A akan mempromosikan koin Z dengan cara mengeklik afiliasi link dari Koin A.

Mereka akan pump koin tersebut , dan ini akan menaikan harga dan orang awan lantas akan ikut membeli karena mereka berpikir harga nya akan melambung. Tapi , waktu harga tinggi , orang orang tersebut akan DUMP (menjual) koin mereka . Sudah dipastikan , harga koin tersebut akan dibawah ICO dan anda pasti rugi.

Setelah anda 100% yakin dengan ICO tersebut dan sudah ikut telegram mereka, admin ICO akan memberitahukan petunjuk bagaimana cara ikut ICO tersebut.

Biasanya , Anda harus ikut KYC process (Know Your Customer) . Disini Anda diharuskan memberi foto diri dan foto paspor.

Baca juga:Cara Mengetahui Scam Koin)

5. Public Key

Pada waktu ICO mendekat , mereka akan mengumumkan alamat yang harus anda kirim . Alamat tersebut adalah public key wallet mereka. Banyak Penipu akan mencoba menyamar menjadi admin dan spam chat dengan public key mereka.

Berhati-hatilah dengan para penipu , jika Anda kirim ke alamat yang salah , Anda harus bertanggung jawab . Tidak ada nama nya polisi dan admin tidak akan peduli karena itu adalah kelailaian Anda.

Jika Anda masih tidak mengerti dengan prosedur tersebut , Anda dapat bertanya kepada admin di ICO tersebut. Mereka dengan senang hati membantu Anda.

6. Know Your Customer (KYC)

KYC diperlukan untuk mengetahui identitas orang yang telah mendaftar di ICO. KYC diperlukan untuk memerangi pencucian uang.

Biasanya untuk mengikuti ICO, Anda perlu mengirim passport dan selfie bersama paspor.

Alasan mereka memerlukan paspor untuk mengetahui:

  • Identitas Anda
  • Dimana Anda berasal -Karena tidak semua negara memperbolehkan rakyatnya untuk mengikuti ICO, contohnya: Amerika dan China.
  • Memastikan Anda cukup umur (Min. 18 tahun)

Bacajuga:(Kosa Kata di Dunia Cryptocurrency)

Septiady

Septiady

Add comment

Leave a Reply