CryptoHarian

Kripto dan Aset Berisiko Jadi Sektor Terdampak Paling Parah Akibat Kebijakan The Fed, Waspada Dampak jangka Panjang

Cryptoharian-Pasar saham AS mengalami pekan-pekan yang berat dampak melonjaknya imbal hasil Treasury A.S. setelah The Fed menaikkan 75 basis poin ketiga berturut-turut dan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih agresif.

Akibatnya, S&P 500 dan Nasdaq 100 menderita kerugian besar. Meski demikian,kerugian mereka tidak sebesar Dow Jones yang cetak rekor lower low terbesar pada Jumat akhir pekan lalu.

Dalam kabar terbaru yang disampaikan, The Fed mengaku akan terus mempertahankan sikap mereka yang diprediksi memicu hard landing, sebuah scenario yang bisa merusak pendapatan pasar.

Meski perlu diakui, langkah The Fed berdampak pada ekonomi AS. Namun, pasar mengkhawatirkan dampak ke depannya yang mungkin lebih buruk dari perkiraan.

Selain itu, yang perlu diingat adalah bahwa ketahanan ekonomi, para pembuat kebijakan harus melihat data tenaga kerja dan langkah lebih nyata dalam mengendalikan inflasi.

Analis Pasar, Diego Colman mengatakan, kebijakan moneter berfungsi sebagai pengendali dalam jangka panjang dengan berbagai vairabel.

Prinsip ini memperlihatkan bahwa keputusan The Fed dalam tujuh bulan terakhir belum sepenuhnya mengendalikan ekonomi riil. Saat pengetatan ekonomi berdampak lebih luas, efek negatifnya akan semakin terasa.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Salahkan The Fed Atas Sulitnya Keuangan Bagi Kaum Miskin dan Kelas Menengah

Meski keputusan The Fed menuai pro dan kontra, investor kini telah bersiap dengan ‘kiamat pasar’ dan terus berupaya mengurangi risiko pada portofolio mereka.

Sentimen bearish juga tidak akan hilang dalam waktu dekat. Bahkan, situasi yang dicipu sentiment negative pasar bisa berdampak luar dan cenderung melemahkan ekuitas pada awal Oktober ini.

“Apa artinya semua ini bagi S&P 500, Nasdaq 100 dan Dow Jones Industrial Average? Dari sudut pandang fundamental, jalur resistensi paling rendah tampaknya lebih rendah untuk indeks ini, terutama dengan imbal hasil nominal dan riil melonjak ke tertinggi multi-tahun,” kata Diego.

“(Kebijakan The Fed) yang jelas melenyapkan argumen “TINA” untuk saham yang menguntungkan ekuitas selama periode rekor suku bunga rendah. Sementara rebound pasar bearish singkat tidak dapat dikesampingkan, pemulihan berkelanjutan tampaknya sulit, dengan pedagang dan spekulan kemungkinan tergoda untuk memudarkan upaya reli apa pun untuk saat ini,” sambung dia.

Investasi Berisiko Sangat Terdampak

Kripto, sebagai salah satu aset berisiko terdampak jauh lebih buruk dalam satu pekan ke belakang dibandingkan dengan saham ataupun pasar uang.

Dalam tujuh hari ke belakang, secara akumulatif harga Bitcoin turun 5,75%, dan sempat menyentuh $18,770. Sementara Ethereum eter turun lebih dari 11,54% dan diperdagangkan pada $1.289 saat artikel ini ditulis.

Kedua kripto dengan pasar terbesar itu memperlihatkan ketidakpastian pasar yang diguncang kenaikan suku Bungan Bank Sentral sebagai upaya menghadapi inflasi.

“Alasan untuk penurunan baru-baru ini kemungkinan termasuk kombinasi aliran beli-rumor, akis jual pasca Ethereum Merge memicu pelemahan yang lebih luas dalam aset berisiko karena bank sentral yang lebih hawkish,” tulis JP Morgan dalam analisis mereka.

Federal Reserve AS menaikkan suku bunga dana federal AS sebesar 75 basis poin pada hari Rabu, menandai tertinggi 15 tahun. Keputusan untuk menaikkan suku bunga menjadi 3% hingga 3,25% telah diharapkan, dengan harga pasar naik 75 basis poin sebelumnya; namun, pasar terjual dengan tajam karena berita tersebut.

Mengutip dari CoinDesk Market Index (CMI), 148 kripto terbesar, secara akumulatif turun 13,5% dalam sepekan.

Dalam data yang sama, . Indeks Platform Kontrak Cerdas (SMT) CoinDesk, yang mencakup ether (ETH), ADA Cardano, dan SOL Solana anjlok 19,8%.

Ethereum juga jadi sorotan, pasalnya, Ethereum merge yang belum lama ini mencuri perhatian nyatanya tidak memberi dampak signifikan dan sama sekali tidak berkutik dengan aksi jual.

Sedangkan CoinDesk Culture & Entertainment Index (CNE), yang banyak diisi dengan koin terkait NFT dan metaverse seperti APE ApeCoin, MANA Decentraland dan The Sandbox’s SAND turun 6,9%, lebih baik dari empat sektor ekuitas.

“Inflasi tinggi, kenaikan suku bunga [dan] dolar yang kuat, ya, itu memberi tekanan ke bawah pada semua aset digital tetapi itu tidak sama,” kata , direktur pelaksana CoinDesk Indices Jodie Gunzberg pada Kamis lalu. [Im]

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis