CryptoHarian

Analis Bloomberg Klaim Bitcoin Spot ETF HongKong Tidak Akan Banyak Diminati, Kok Bisa?

Cryptoharian – Pada Senin (15/4/2024), Otoritas Sekuritas dan Futures Hong Kong (SFC) telah memberikan lampu hijau pada peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum. Menurut beberapa ahli keungan, keputusan ini sangat vital bagi para investor kripto di wilayah tersebut. 

Melansir dari coingape.com, ETF ini akan mulai diperdagangkan dalam dua minggu mendatang. Persetujuan ini tentunya menandai penerimaan yang lebih luas terhadap investasi kripto di pasar keuangan tradisional. Namun, di sisi lain banyak dari kalangan investor yang bertanya-tanya tentang pengaruh ETF Bitcoin dan Ethereum di Hong Kong dibandingkan dengan di Amerika Serikat.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Eric Balchunas yang merupakan seorang analis ETF dari Bloomberg, memberikan pandangan yang hati-hati tentang hal ini. Dalam pernyatan yang disampaikan, ia memandang bahwa meski menyebabkan kehebohan, namun ia pesimis ETF Hong Kong bakal menghasilkan arus masuk yang besar.

“Aliran dana ke ETF di Hong Kong kemungkinan hanya sekitar US$ 500 juta, jauh lebih sedikit dari yang diprediksi sebelumnya, yakni US$ 25 miliar,” ungkap Bachulnas.

Bachulnas menjelaskan, ada beberapa alasan di balik proyeksinya tersebut. Menurutnya, pasar ETF di Hong Kong relatif kecil dengan hanya sekitar US$ 50 miliar, dan investor lokal di China mungkin akan mengalami kesulitan dalam mengakses ETF tersebut.

“Selain itu, penerbit ETF yang disetujui di Hong Kong, seperti Bosera, China AMC, dan Harvest, adalah pemain kecil dibandingkan dengan perusahaan besar seperti BlackRock. Ini bisa mempengaruhi likuiditas dan efisiensi ETF, dan menyebabkan perbedaan harga yang lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa biaya untuk berinvestasi di ETF Hong Kong diperkirakan cukup tinggi, yakni berkisar antara 1-2 persen. Angka ini jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan di Amerika Serikat. 

“Jadi meskipun persetujuan ini merupakan langkah positif, dampaknya mungkin tidak sebesar di pasar AS,” kata Bachulnas.

Kendati demikian, masih ada analis yang tetap optimis tentang masa depan Bitcoin. Salah satunya adalah Willy Woo, analis terkenal yang memprediksi bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$ 91.000 di titik terendah pasar. Bahkan, ia juga memperkirakan bahwa BTC akan mencapai angka US$ 650.000 di titik tertinggi, berkat arus masuk investor ETF.

“Negara-negara lain yang menambahkan ETF Bitcoin tidak diragukan lagi merupakan hal yang aditif, tetapi nilainya sangat kecil dibandingkan dengan pasar AS yang perkasa,”pungkas Woo.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.