Berita Bitcoin: Bitcoin Kembali Anjlok Usai Rapat FOMC Keluar dengan Hasil yang Masih Hawkish

Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan, menyusul naiknya suku bunga sebesar 75 bps. Pengamat pasar kripto, Santiment lewat Twitter menyatakan bahwa baik investor maupun trader akan terus melihat perubahan besar di kedua arah sepanjang minggu.

“Kita kemungkinan akan terus melihat perubahan besar di kedua arah sepanjang minggu, dan kami sarankan untuk menghindari perdagangan yang menimbulkan emosi pasca peristiwa polarisasi,” tulis Santiment, Jumat (3/11/2022).

Kenaikan suku bunga ini telah diprediksi secara akurat oleh seorang analis dari Belanda, Michael van de Poppe yang pada hari Kamis (2/11/2022) menuliskan bahwa The Fed masih akan Hawkish ke angka 75 Bps. Namun dalam hal ini, Poppe tidak menitik beratkan pada apa hasil dari rapat tersebut, melainkan bagaimana pandangan Ketua The Fed, Jerome Powell dalam waktu mendatang.

“Mungkin, kami akan menerima kenaikan suku bunga 75bps malam ini di pasar. Bukan itu poin krusialnya. Poin penting adalah pidato Powell, dengan pandangan masa depan. Jika dia menjadi dovish, waktu pesta dimulai,” ungkap Poppe.

Dalam postingan terbarunya pasca rilis data FOMC, Poppe juga menjelaskan bahwa ini mungkin akan menjadi terakhir kalinya bagi The Fed untuk menaikkan suku bungan sebesar 75 Bps. 

“Resume hari ini, secara harfiah tidak ada yang istimewa. Ada beberapa petunjuk kecil tentang kemungkinan jeda atau perlambatan, tetapi semua tergantung pada data dan dapat didiskusikan pada pertemuan berikutnya. Sampai saat itu, pasar tidak akan menjadi gila dan kemungkinan besar Bitcoin masih akan terus meningkat,” kata Poppe.

Kendati demikian, analis papan atas bernama Alex Kruger memberikan peringatan kepada seluruh pemegang aset, bahwasanya yang menjatuhkan harga BTC adalah statement dari Powell yang mengklaim bahwa kenaikan suku bunga selanjutnya bakal berpotensi lebih tinggi dari saat ini. 

“Ini adalah komentar Powell yang mengganggu uptrend. Pertama, Powell menyebut soal kelambatan dalam pernyataannya. Ini membuat harga naik sedikit. Kemudian, ia menyebutkan presser tarif yang lebih tinggi dari yang diharapkan sebelumnya, inilah yang membuat turun,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa dalam ‘tingkat akhir suku bunga akan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya’, merupakan sebuah komentar yang sangat hawkish. Komentar ini ia nilai membunuh yang membunuh reli yang terjadi pada minggu lalu dan mengirim ekuitas ke dalam kejatuhan. 

“Ringkasnya, The Fed mengisyaratkan jeda yang akan datang dan secara eksplisit memanifestasikan pentingnya kelambatan dalam data ekonomi, namun kemudian melanjutkan untuk memandu tingkat terminal lebih tinggi. Hasil bersihnya sedikit hawkish. Saya tidak mengharapkan tren berkelanjutan utama di kedua arah dari FOMC ini,” ucap Kruger. 

Sementara itu melansir dari cointelegraph.com, The Fed mengkonfirmasi kenaikan 0,75%, yang menandai jadwal pendakian paling intensif dalam empat puluh tahun, dalam sebuah pernyataan yang dibagikan atas nama Komite Pasar Terbuka Federal.

“Komite berusaha untuk mencapai lapangan kerja dan inflasi maksimum pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Untuk mendukung tujuan ini, Komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 3-3/4 hingga 4 persen,” kata The Fed.

“Komite mengantisipasi bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan tepat untuk mencapai sikap kebijakan moneter yang cukup membatasi untuk mengembalikan inflasi ke 2 persen dari waktu ke waktu,” pungkasnya. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.