Berita Bitcoin Hari Ini: Penyebab Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan XRP Menguat dalam Dua Hari Ini

Investor kini terlalu focus pada gagasan Federal Reserve bakal kurang agresif dengan langkah kebijakan moneternya yang hawkish.

Sejumlah kripto terpantau rally pada Kamis (6/10/2022) lalu berkat optimisme pasar terhadap keputusan The Fed yang secara agresif menaikkan suku bunga tahun ini, dapat sedikit melonggarkan kebijakan moneter hawkish.

Sejumlah kripto terpantau bergerak positif. Mulai dari Bitcoin yang naik 4,4% dalam 7 hari. Sementara Ethereum melemah sangat tipis saat penulisan setelah sempat menguat di kisaran 5%.

Para investor harus berterima kasih kepada Reserve Bank of Australia lantaran kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin berdampak positif pada saham dan bursa kripto.

Gubernur Reserve Bank of Australia, Phillip Lowe mengatakan, keputusan ini adalah langkah kecil dalam kenaikan suku bunga secara substansial dalam waktu singkat.

Namun demikian, Lowe mengaku mulai khawatir tentang prospek ekonomi dan bagaimana kenaikan suku bunga ini akan mempengaruhi konsumen di masa depan.

“Salah satu sumber ketidakpastian adalah prospek ekonomi global, yang telah memburuk baru-baru ini. Lainnya adalah bagaimana pengeluaran rumah tangga di Australia merespons kondisi keuangan yang lebih ketat,” kata Lowe.

“Inflasi yang lebih tinggi dan suku bunga yang lebih tinggi memberi tekanan pada anggaran rumah tangga, dengan efek penuh dari suku bunga yang lebih tinggi belum terasa dalam pembayaran hipotek,” sambung dia.

Baca Juga: PBB Minta The Fed Hentikan Kenaikan Suku Bunga, Ini Pendapat Trader Papan Atas

Kenaikan suku bunga yang cepat jadi hambatan besar bagi kripto dan aset berisiko lainnya dan berdampak pada penurunan nilai yang sangat luar biasa.

Indeks Dolar AS, yang melacak dolar AS terhadap mata uang lainnya, juga telah jatuh dalam beberapa hari terakhir. Namun, hal ini justru jadi kabar positif bagi investor kripto karena melemahnya dolar berdampak pada penguatan Bitcoin.

Terlepas dari berita dari Australia, The Fed diperkirakan masih akan menerapkan dua kenaikan suku bunga besar lagi sebelum tahun berakhir. Meski ada kemungkinan rencana itu akan berubah karena data baru inflasi terbaru.

Sementara, untuk XRP, mata uang kripto yang dikembangkan oleh pendiri Ripple Labs, hingga kini terus catat keuntungan yang signifikan sebagai imbal hasil dalam perjalanan aset tersebut sepanjang dua tahun terbaru selain juga kekuatan hukum XRP yang semakin kuat.

Pada 2020 lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menggugat Ripple Labs karena tidak mendaftarkan XRP sebagai sekuritas ketika mengumpulkan dana pada tahun 2013 dan tidak memberikan transparansi yang cukup kepada investor.

Namun, belakangan, baik Ripple dan SEC mengajukan kesepahaman yang mengharapkan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York untuk membuat keputusan ‘tengah’ atas kasus tersebut. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.