Beruntung! Agen Federal Australia Tidak Dipenjara Walaupun Sudah Menambang Di Superkomputer Pemerintah

Jonathan Khoo, mantan kontraktor 34 tahun untuk Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran (CSIRO), diduga telah menggunakan superkomputer di tempat kerja untuk menambang Ether (ETH) dan Monero (XMR).

Jumlah total crypto yang dia tambang mencapai sekitar Rp 99 juta-an. Khoo kemudian melanjutkan untuk menyetor keuntungan dari aset digital ini ke dalam dompetnya sendiri.

Tindakan ilegal tersebut dikatakan telah merugikan CSIRO setidaknya sebesar USD 56.133 (Rp 830 juta-an) untuk daya komputer dan sumber daya lainnya.

Untuk mencapai keuntungan penambangan cryptocurrencynya, dilaporkan bahwa Khoo memasang kode ke dua superkomputer.

Kekuatan pemrosesan komputer penting yang digunakan untuk perolehan Ether dan Monero-nya dapat dimanfaatkan untuk proyek ilmiah yang sensitif sebagai gantinya.

Polisi Federal untuk divisi kejahatan dunia maya Australia, Chris Goldsmid, mengatakan kepada outlet berita lokal, The Sydney Morning Herald:

“Aktivitas orang ini mengalihkan sumber daya superkomputer ini dari melakukan penelitian ilmiah yang signifikan bagi bangsa, termasuk analisis deretan data pulsar, penelitian medis, dan pekerjaan pemodelan iklim.”

Namun, meski ia jelas-jelas melakukan tindakan yang salah dan ilegal, Pengadilan Federal Australia tampaknya telah memutuskan untuk tidak mengirim Khoo ke penjara!

Sebaliknya, setelah sidang pengadilan pada hari Jumat lalu, Khoo diberi perintah koreksi intensif selama 15 bulan. Hakim Erin Kennedy telah memutuskan bahwa mantan agen CSIRO itu akan menjalani hukumannya melalui 300 jam pelayanan masyarakat. Selain itu, ia juga akan menghadiri layanan konseling.

Pengacara hukum Khoo, Avni Djemal telah menyatakan di pengadilan bahwa kliennya tidak melakukan pelanggaran sebelumnya, telah mengakui kesalahannya ketika dihadapkan oleh polisi, dan telah menunjukkan penyesalan yang serius atas tindakannya.

Dia juga meminta empati pengadilan dengan mengatakan bahwa Khoo telah dipecat setelah Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran menemukan bahwa Khoo didakwa dengan penambangan crypto ilegal.

Memang, berbagai macam upaya perihal penggunaan komputer pihak lain tanpa izin untuk menambang crypto adalah kejahatan, yang biasanya banyak dilakukan dalam bentuk malware yang diam-diam bekerja bak parasit di komputer seseorang untuk menambang crypto tanpa disadari.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis