CryptoHarian

9 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Memulai Bisnis Franchise

Belakangan industri waralaba semakin menguat dan kompetitif. Jika Anda tertarik dengan model bisnis franchise dan ingin bermitra dengan salah satu brand tersebut, maka berikut kami berikan panduan bermanfaat untuk memulai.

Sebelum itu, apakah arti dari franchise?

Franchise atau waralaba merupakan sebuah tipe lisensi yang dimana pihak franchisee (penerima waralaba) mempunyai hak untuk menjual suatu produk, layanan atau jasa dari franchisor (pemberi waralaba). 

Sebagai gantinya karena bisa mengakuisisi waralaba, franchisee akan membayar franchisor biaya awal di muka atau franchise fee. Berbeda dengan royalty fee yang merupakan biaya setelah bisnis waralaba telah dijalankan. 

Kontrak franchise pada umumnya bersifat kompleks. Biaya dan tanggung jawab yang dibebankan pada franchisee bervariasi tergantung penawaran. Beberapa perusahaan franchise lebih stabil karena memiliki risiko rendah dan customer base yang loyal. 

Disisi lain, ada juga franchisor yang memberi penawaran berisiko tinggi dan mungkin memerlukan modal besar untuk mereka yang ingin menjadi mitra. 

Pro dan Kontra dari Bisnis Franchise

Ada banyak sekali keuntungan dalam berinvestasi dalam bisnis waralaba dan juga sebaliknya. Manfaat yang kita semua sudah tahu adalah operasi bisnis yang ‘siap-pakai’ atau ‘sudah-jadi’ artinya kita tidak perlu lagi pusing mengurusi aspek manajemen. 

Sebuah franchise datang dengan kondisi ‘sistem-siap’ termasuk produk, servis, seragam pekerja dan brand recognition yang mantap contohnya seperti McDonald’s. Pada akhirnya, semua tergantung lagi dengan jenis waralaba.

Perusahaan franchisor bisa saja memberikan support seperti training dan perencanaan keuangan dan bahkan supplier yang terverifikasi. Namun apakah ini merupakan formula kesuksesan ataupun tidak bukanlah sebuah garansi. 

Kekurangan dari waralaba termasuk modal awal yang tinggi dan juga beban biaya royalty yang berketerusan. Sebagai contoh lagi, untuk bisa mengambil franchise McDonald membutuhkan biaya awal dari USD 1 juta sampai 2.2 juta! 

Bersandarkan definisi umum, franchise memikul beban biaya berkelanjutan kepada perusahaan franchisor dalam bentuk persentase dari penjualan atau pendapatan. Persentasenya berkisar dari 4 persen hingga 8 persen. 

Kekurangan lain termasuk minimnya kontrol wilayah atau kreatifitas terhadap bisnis Anda sendiri (karena modifikasi produk melanggar hak paten), juga kelangkaan opsi pembiayaan dari franchisor.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebanyakan bisnis juga meliputi lokasi atau sistem manajemen yang buruk. 

Franchise VS Startup

Jika opsi bisnis franchise membuat Anda tidak bersemangat, Anda bisa mencoba memulai bisnis mandiri sendiri. Mendirikan perusahaan Anda sendiri memiliki potensi yang berkecukupan, dari segi finansial maupun personal, namun ini juga riskan. 

Ketika merintis usaha, Anda berdiri diatas kaki sendiri dan banyak kemungkinan yang belum diketahui. Apakah produknya akan terjual? Apakah pelanggan akan menyukainya? Apakah saya akan menghasilkan uang yang cukup untuk bertahan? 

Persentase kegagalan adalah tinggi. Dikutip dari situs Investopedia, statistik menunjukkan 25 persen bisnis startup tidak mampu bertahan pada satu tahun pertama.

Sekitar separuh dari mereka dapat sampai pada tahun ke lima dan kurang lebih 30 persen bertahan selama 10 tahun. 

Jika Anda ingin bertahan, Anda harus berjuang menggapai itu. Untuk dapat mengubah impian menjadi realita, Anda harus bekerja dengan gigih dan lama tanpa bantuan dari support training.

Jika Anda melakukan ini tanpa pengalaman sama sekali, maka akan sangat sulit. 

Beberapa orang membeli franchise karena model bisnisnya yang terbukti bekerja. Ia menawarkan para wirausahawan bisnis yang sudah diuji untuk menjalankan bisnis yang sukses.

Ini juga mengharuskan mereka untuk beroperasi atas bisnis model franchisor. 

Untuk mereka yang memiliki ide besar dan pemahaman solid tentang cara menjalankan bisnis, meluncurkan usaha Anda sendiri merupakan kesempatan besar untuk kebebasan finansial dan personal.

Pada akhirnya menentukan bisnis model mana yang sesuai dengan Anda adalah keputusan yang harus ditentukan sendiri. 

Hubungan antara Franchisee dan Franchisor

Koneksi antara kedua franchisor dan franchisee secara inheren adalah seperti advisor (penasehat) dan advisee (pendengar masukan).

Franchisor menyediakan bimbingan dan dukungan berketerusan mengenai strategi umum bisnis seperti memperkerjakan maupun training staff, mendirikan toko, memasarkan produk atau servis, mencari supplier dan sebagainya. 

Saat pertama kali memulai, franchisor akan menetapkan franchisee sebuah lokasi pilihan dimana tidak ada franchise bisnis serupa lain yang beroperasi untuk mencegah persaingan dan membantu memastikan kesuksesan mitra. 

Cara Memulai Bisnis Franchise

Saat Anda merupakan pendatang baru dalam topik franchise, kita ingin mencari penasehat bijak untuk memberi petunjuk tentang cara membeli franchise yang tepat.

Dengan inspirasi dan informasi dari situs smallbiztrends.com, kami akan memberikan tips dan cara memulai bisnis franchise Anda. 

Setiap situasi adalah unik. Keadaan, tujuan dan pengalaman mendikte langkah yang akan Anda ambil. Kami bisa memberikan tips dan langkah bermanfaat yang mampu meningkatkan peluang kesuksesan Anda. 

 

1.Mengevaluasi Diri Sendiri

 

Pencarian bisnis waralaba Anda dimulai dari diri sendiri. Sebelum Anda berpikir untuk membangun perusahaan dan bertanya tentang kesempatan, Anda perlu melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. 

Apakah Anda sedang mencari office-based, home-based ataupun retail-based business? Apakah Anda tidak masalah dengan jam kerja dari 9 pagi sampai 5 sore ataupun Anda fleksibel mengenai waktu?

Berapa banyak waktu yang bisa Anda luangkan untuk berkomitmen dengan bisnis waralaba ini? Modal seperti dan sebanyak apa yang Anda miliki untuk melakukan investasi? Apakah Anda sesuai dan mampu melakukan pinjaman dana atau tidak? 

Jawaban untuk pertanyaan seperti diatas akan membantu Anda memahami peluang franchise seperti apa yang bisa Anda pertimbangkan secara realistis.

Sebagai contoh, jika Anda mempunyai modal USD 150,000 dan bisa bekerja dari 30 sampai 35 jam per minggu dan menginginkan home-based business, Anda mungkin tidak akan memilih menjadi mitra Planet Fitness. Adalah pilihan bijak untuk mencari model franchise lain yang dapat memenuhi kriteria dan mengijinkan Anda untuk bertahan. 

 

2.Mempertimbangkan Biaya (Awal dan Berkelanjutan)

 

Pada banyak kasus, terdapat biaya awal franchise yang harus dibayar kepada franchisor sebagai kewajiban untuk memulai. Ini bervariasi dari hanya beberapa juta rupiah sampai milyaran rupiah. Semua tergantung nama brand dan kesempatan yang akan diberikan kepada Anda. 

Berikutnya, akan ada investasi operasional yang harus Anda bangun dan jalankan. Ini bisa termasuk apapun dari real estat dan Gedung bangunan untuk inventori awal dan peralatan. 

Diatas dari biaya franchise, Anda juga mungkin harus membayar franchisor Anda biaya royalty berdasarkan pemasukan mingguan atau bulanan. Adalah sangat mungkin bahwa perjanjian Anda mengharuskan Anda untuk berkontribusi kepada dana pemasaran yang bisa dialokasikan untuk iklan nasional maupun daerah untuk brand tersebut. 

 

4.Menentukan Franchise 

 

Saat ini ada banyak sekali perusahaan dan brand franchise diluar sana yang memberikan penawaran menarik. Kategori bisnis waralaba sangat luas mulai dari food and beverage (F&B), beauty, groceries dan lainnya. 

Selain penawaran, harga franchise juga sangat bervariasi. Yang terpenting adalah memilih dan menentukan franchise yang sesuai dengan passion Anda. Pastikan jenis franchise yang Anda pilih selaras dengan minat dan kemampuan Anda. 

Menjalankan bisnis yang tepat dengan passion membuat Anda lebih bersemangat, menikmati perjalanan dan kuat bertahan saat berhadapan dengan masa-masa sulit. 

 

5.Mempelajari Perjanjian dan Sistem

 

Satu nasihat terbaik dari banyak nasihat lainnya adalah melakukan riset Anda sendiri. Sebuah perusahaan dan franchisor mempunyai kepentingan mereka sendiri dalam menarik franchisee, artinya mereka akan selalu membuat peluang terdengar lebih baik daripada kenyataanya. 

Jika Anda menelan kata-kata mereka dengan mentah, kemungkinan besar Anda sedang dimanipulasi. Untungnya, internet membuat segala hal lebih mudah untuk melakukan penelitian Anda sendiri.

Pastikan Anda cermat dan jelih saat memilah informasi, kita tidak perlu percaya pada situs bias dan tidak netral. 

Anda juga tidak perlu menggali kotoran dari sistem waralaba, namun Anda mempunyai hak untuk meminta informasi dan dokumentasi. 

Setelah memilih, pastikan Anda mempelajari dan mengetahui persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam sebuah sistem waralaba. Lengah dalam memahami aspek teknikal ini sangat berbahaya. 

Jangan terbuai dengan efek marketing dan pundi-pundi keuntungan yang diberikan sebuah perusahaan sebelum melakukan riset matang mengenai franchise yang akan Anda pilih. 

Belajarlah mengenai brand tersebut, Anda bisa mulai dari ketentuan pembayaran, sistem bisnis, franchise fee, royalty fee, support training dan lainnya. 

Setiap perusahaan mempunyai standard operasional yang tidak sama. Sebuah perusahaan waralaba yang establish biasanya mempunyai sistem yang ketat guna menjaga kepuasan customer base mereka. 

Poin lain yang tidak kalah penting adalah sistem pembayaran. Pelajari sistem pembayaran dari franchise yang hendak Anda geluti. 

 

6.Support Seperti Apa yang Disediakan oleh Franchisor?

 

Ketika Anda membeli waralaba, berbeda seperti memulai bisnis Anda sendiri, Anda tidak harus bekerja keras sendirian. 

Pastikan Anda tahu berapa banyak dukungan yang akan Anda dapatkan dari pemilik franchise, cari tahu tentang pengalaman orang lain yang pernah menjadi mitra waralaba tertentu dan seberapa banyak bantuan yang ditawarkan perusahaan kepada orang-orang itu ketika keadaan menjadi sulit. 

Berapa banyak dukungan yang diterima oleh franchisee lain, atau mereka malah dibiarkan sendiri oleh si franchisor?

Salah satu hal tersulit adalah meminta bantuan ketika ada masalah. Tetapi jika Anda tahu bahwa dukungan akan ada di sana dan pemilik waralaba bersedia membantu, prosesnya akan sedikit lebih mudah.

 

7.Berbicara dengan Pengacara

 

Dalam penelitian, Anda akan menemukan Dokumen Pengungkapan Keuangan (Financial Disclosure Document/FDD). 

Dalam dokumen ini – yang dapat berwujud 100 halaman atau lebih – Anda akan menemukan informasi tentang pengajuan kebangkrutan, litigasi, biaya tersembunyi, dan informasi penting lainnya yang mungkin belum diketahui oleh Anda.

Jika Anda serius ingin bekerja dengan pemilik waralaba tertentu, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mencetak salinan FDD dan membawanya ke pengacara yang berpengalaman untuk ditinjau. Mungkin dikenakan biaya USD 1.500 atau USD 2.000, meskipun mahal namun bermanfaat. 

Pengacara akan membantu Anda memahami apa yang tertera dalam dokumen, menyorot bendera merah dan menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin Anda miliki.

 

8.Berbicara dengan Franchisee Lain

 

Terkadang sangat membantu untuk memiliki percakapan yang jujur dengan orang-orang yang telah berada di posisi Anda atau yang sudah mempunyai pengalaman karena memang menggeluti bisnis waralaba. 

Jika memungkinkan, atur pertemuan dengan franchisee aktif atau franchisee yang sebelumnya pernah bergulat di organisasi yang Anda periksa. 

Beberapa hal yang mungkin baik untuk ditanyakan adalah:

  • Berapa lama Anda menjadi franchisee?
  • Apakah itu memenuhi harapan Anda?
  • Apa yang mengejutkanmu?
  • Sudahkah Anda menghasilkan lebih banyak atau lebih sedikit uang dari yang Anda perkirakan?
  • Apakah Anda akan merekomendasikan perusahaan tersebut kepada teman?

Semakin jujur franchisee, semakin baik informasi yang Anda dapatkan. Untungnya, sebagian besar bersedia membantu sesama pengusaha.

 

9.Rela Bekerja Keras

 

Anda harus bekerja keras. Jika Anda berpikir Anda membeli waralaba untuk duduk di belakang saja dan menjadi bos bagi orang-orang sepanjang hari, sambil membawa cek uang gemuk pada setiap akhir bulan, Anda benar-benar salah informasi.

Meskipun waralaba dapat menjadi usaha bisnis yang sangat menguntungkan, mereka membutuhkan sejumlah waktu, energi dan produksi yang signifikan dari franchisee – terutama dalam beberapa tahun pertama. 

Pastikan Anda bersedia bekerja keras; jika tidak, ada banyak tempat lain Anda dapat menginvestasikan sumber daya Anda dan melihat pengembalian yang lebih baik. 

Jenis-Jenis Waralaba

Mari kita jelajahi beberapa industri dimana bisnis model franchise bisa ikut serta. Terdapat lebih dari 3000 brand waralaba yang terdaftar di Amerika Serikat, karena terlalu banyak dan kita tidak akan membahas semua itu, mari kita simak beberapa tipe franchise populer yang sudah tersedia. 

  • Restoran

Ini, tentu saja, yang langsung terlintas dalam pikiran hanya karena jenis waralaba ini ada di mana-mana: McDonald, Jack in the Box, Subway — cabang mereka sangat terkenal. 

Bahkan, pada 2014, Subway memiliki jumlah unit waralaba tertinggi di Amerika Serikat yaitu 26.000. Tingkat kegagalan yang rendah dan biaya awal yang rendah telah membantu meningkatkan popularitasnya. 

 

  • Café Minuman

 

Ini juga sangat populer. Sudah banyak sekali stand minuman cepat saji yang kian menjamur di Indonesia. 

Sebut saja kopi kenangan, lain hati, Chatime, DumDum, XiBOBA, sampai yang berskala besar seperti Starbucks, Coffee Bean dan Gloria Jean’s. 

 

  • Hiburan / Pendidikan Anak-Anak

 

Jenis waralaba ini bervariasi dari pusat bimbingan belajar seperti Mathnasium dan Kumon, hingga tempat bermain seperti Adventure Kids Playcare. 

 

  • Layanan Personal

 

Layanan pribadi seperti pembantu dan layanan tukang. Diluar negeri, Merry Maids adalah contohnya. Untuk dalam negeri adalah seperti GoClean dan serupanya. 

Tidak seperti banyak waralaba yang menjual produk atau pengalaman, jenis waralaba ini akan sangat bergantung pada karyawan mereka dan praktik perekrutannya. 

 

  • Outlet Fitness

 

Outlet kebugaran, seperti pusat kebugaran dan berbagai studio untuk kegiatan tertentu seperti Pilates. Anytime Fitness adalah contoh yang baik di luar negeri untuk kategori ini; Forbes peringkat nomor lima dalam daftar waralaba terbaik mereka dengan investasi awal lebih dari USD 150.000.

 

  • Industri Kecantikan / Spa 

 

Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori ini namun beroperasi diluar negeri meliputi: Supercuts, waralaba salon rambut dan Massage Envy, yang memiliki berbagai layanan, termasuk perawatan pijat dan spa seperti facial.

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai cara memulai bisnis franchise. Seperti biasa semoga bermanfaat dan salam sukses!

 

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di:

Advertisement