Bitboy Crypto: FTX Coba Hilangkan Data dan Bukti Berdalih Serangan Hacker

Cryptoharian – FTX beberapa waktu lalu dikabarkan mendapat serangan hack, yang menyebabkan dana sebanyak US$600 juta atau setara dengan Rp 9 triliun lenyap dari dompet digital milik investor. Kejadian ini sontak menambahkan gemuruh pasca runtuhnya perusahaan FTX dan Alameda.

Dalam hal ini, banyak pihak yang menduga bahwa serangan ini hanya dalih internal perusahaan untuk mengambil uang investor. Salah satu influencer kripto, Ben Armstrong dengan nama akun Twitter Bitboy Crypto menyatakan bahwa FTX/Alameda memiliki tindak anitisipasi ‘fail-safe’.

“FTX dan Alameda mengambil tindakan ‘fail-safe’ dengan aksi hacking tersebut apabila pihak berwenang pernah mentangi mereka. Peretasan tadi malam adalah sistem internal yang dimaksudkan untuk menghapus data & bukti,” ungkap Armstrong, Minggu (13/11/2022).

Armstrong juga menyatakan bahwa dirinya yakin tanpa hal spesifik apapun, dirinya mampu menjebloskan sejumlah nama besar pemain ke penjara.

“Untungnya, bahkan tanpa spesifik saya sendiri sudah cukup untuk mengirim Caroline, Gary Wang, Dan Friedberg, dan SBF ke penjara seumur hidup,” ujarnya.

Selain itu, seorang trader bernama Teej mengatakan bahwa peretasan terjadi setelah penyerahan dokumen peusahaan yang bangkrut dan pesawat pribadi milik SBF terbang dari Bahama ke Argentina.  

“Kripto sangat menghibur sekarang ini,” kata Teej. 

Sementara itu, melansir dari cointelegraph.com SBF membantah dirinya kabur ke Argentina. Dalam pesan teks kepada Reuters pada 12 November, SBF mengatakan dia masih berada di Bahama. Ketika ditanya secara spesifik apakah dia telah terbang ke Argentina, seperti yang dikatakan rumor, dia menjawab: “Tidak.”

Salah satu pengguna Twitter bernama 0xMeTaNeeR menggunakan Twitter selama akhir pekan untuk berspekulasi apakah SBF sedang dalam pelarian setelah mengajukan kebangkrutan Bab 11 untuk FTX Group, yang mencakup banyak perusahaan seperti FTX Trading, FTX US, dan Alameda Research. 

Desas-desus dimulai setelah 0xMeTaNeeR melacak koordinat jet pribadinya menggunakan situs web pelacakan penerbangan ADS-B Exchange. Pelacak memberitahukan bahwa Gulfstream G450 SBF telah mendarat di Buenos Aires dengan penerbangan langsung dari Nassau, Bahama pada dini hari 12 November. [st]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.