Bitcoin Dari Alamat Utama Mulai Pindah ke Bursa, Ada Apa?

Bitcoin (BTC) saat ini masih mencoba untuk bertahan dari aksi jual kuat dan cepat beberapa waktu lalu. Ini menjadi perhatian utama para investor karena akan menentukan kemanakah trend akan menuju.

Menurut data on-chain yang disediakan oleh CryptoQuant, alamat utama Bitcoin telah mengirim dana ke bursa derivatif. CEO perusahaan berasumsi bahwa alasannya mungkin karena pengisian margin atau pembukaan posisi baru.

Peningkatan pesat dalam arus masuk pertukaran Bitcoin dari dompet pertukaran besar dapat menjadi sinyal yang mengkhawatirkan bagi pelaku pasar karena, dalam banyak kasus, setiap kali dana dipindahkan dari pasar spot ke bursa derivatif, itu menjadi sinyal penjualan. Pedagang biasanya menyimpan dana mereka di bursa setiap kali mereka berharap untuk menjualnya.

Tetapi, CEO CryptoQuant punya pemikiran lain. Menurutnya, beberapa pemegang mungkin mulai membuka posisi beli baru atau mendanai posisi mereka sebelumnya yang mendekati likuidasi setelah Bitcoin turun tajam menjadi $46.000.

Baca Juga; Analis Standard Chartered: Bitcoin Bisa Sentuh $100.000 pada Akhir Tahun

Baca Juga: HardFork Ethereum-EtherLite Akhirnya Sudah Hadir di ProBit Exchange

Dia juga menambahkan bahwa, sebagian besar waktu, setiap kali dompet ini memindahkan dana ke bursa, mereka telah mengumpulkan Bitcoin dalam jumlah besar, yang telah menyebabkan kenaikan harga yang eksplosif.

Sebelumnya, peningkatan arus masuk derivatif terlihat pada bulan Oktober tahun lalu, tepat sebelum dimulainya BullRun besar terakhir di mana Bitcoin bergerak dari $10.000 menjadi $60.000.

Alasan kenaikan harga yang begitu kuat adalah posisi yang sangat berpengaruh. Untuk memastikan peningkatan volatilitas besar di pasar, sebagian besar posisi harus didanai oleh bursa derivatif yang memberikan margin tinggi bagi para pedagang.

Menurut Cryptoharian, harga BTC berada di posisi kuat di $42k dan jika bull tidak bisa mempertahankan ini, maka kemungkinan penurunan yang terjadi di Bulan Mei akan terjadi.

Secara teknis, Bitcoin memang masih menyimpan potensi untuk sebuah koreksi atau pullback karena harga telah menguat cukup hebat dari $30.000. Ini adalah proses yang sehat bagi pasar, sehingga dalam jangka panjang kemungkinan besar investor akan menjadikan penurunan sebagai peluang baru untuk masuk.

El Salvador pun dikabarkan telah memborong Bitcoin saat harganya jatuh. Ini menjadi aksi “Buy the Dip” pertama negara tersebut setelah mengesahkan BTC sebagai mata uang utama mereka, bersanding dengan dolar AS.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis