Bitcoin Turun Lagi, Justru Berpotensi Naik Drastis

Cryptoharian – Aset kripto, Bitcoin mengalami gejolak kembali di akhir Juni 2022. Di awal pekan ke-4 Juni, aset kripto terbesar tersebut turun mencapai nilai terendah.

Nilai tersebut setara dengan angka tertinggi yang pernah tercatat pada 2017 lalu, tepatnya pada angka US$19.500 per token.

Menyikapi situasi tersebut, pengamat aset kripto, Gareth Soloway justru menggambarkan optimismenya. Ia bahkan memperkirakan nilai Bitcoin akan menembus angka US$25.000 hingga US$28.000 secara analisis teknis.

Gareth menjabarkan bahwa terdapat beberapa alasan bahwa situasi terkini merupakan kondisi penurunan jangka pendek. Ia menerangkan bahwa Bitcoin telah mencapai yang lebih rendah dari nilai tertingginya di tahun 2017.

Pada momen tersebut, ia beranggapan bahwa banyak pihak yang akan memperkirakan bahwa hal tersebut menjadi babak akhir penurunan dan posisi stabil Bitcoin. Namun faktanya, saat ini Bitcoin masih terus mengalami kondisi naik-turun lebih lanjut.

“Pada situasi terkini, Bitcoin berlanjut melonjak naik membentuk pola candle terbalik,” ujar Gareth.

Menurut Gareth, hal tersebut menjadi aspek positif secara teknis. Ia juga memperkirakan bahwa situasi serupa masih akan berlanjut menjadi perjalanan yang lebih mulus.

Perhatian juga perlu ditempatkan investor pada sesama investor pemegang aset. Sebab hal tersebut juga dapat menjadi indikator risiko.

Pemegang aset kripto saat ini mulai melakukan banyak pembelian dengan asumsi menahan aset. Hal tersebut menunjukkan banyak orang telah cukup banyak kembali mengambil risiko. Gareth berpendapat bahwa hal tersebut akhirnya akan menjadi serangan bunuh diri.

“Penting untuk memperhatikan dan mengetahui orang-orang berinvestasi pada aset tersebut. Sehingga investor strategis dapat memahami bahwa telah mengikuti arus mayoritas,” ujarnya membuka analisa lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi menarik, sebab mayoritas investor saat ini berada dalam posisi merugi. Sehingga keputusan tersebut juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terlalu berisiko.

“Bitcoin pada tahun 2009 hanya berharga beberapa pennies. Perbandingan nilainya saat ini tentu sangat menakjubkan,” ujarnya.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang pada aset kripto terkait. Namun Gareth tidak menganggap hal serupa berlaku dalam jangka pendek.

“Jika dibandingkan dengan momen penurunan TERA LUNA, maka Bitcoin telah kehilangan US$14.000 dari nilai sebelumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia trading, hal tersebut dikenal dengan waktu untuk pendekatan terukur. Situasi tersebut berkaitan dengan penurunan jangka pendek.

“Sebab durasi tersebut juga akan menjadi perkiraan yang sepadan dengan peningkatan kembali sebuah aset,” ujarnya.

Ia memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami peningkatan kembali hingga titik US$25.000 sebagai target terdekat. Nilai tersebut berpotensi menjadi nilai stabil untuk beberapa waktu menurutnya.

“Lalu tren tersebut akan berlanjut dengan gelombang naik-turun berikutnya sebelum penurunan lain yang lebih besar,” ujar Gareth. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube