CryptoHarian

Bull Bitcoin Bidik US$ 48.000 saat Kepercayaan Pasar Meningkat Drastis

Cryptoharian – Pada hari Sabtu (9/12/2023), harga Bitcoin (BTC) telah mencapai US$ 44.400 dalam waktu 24 jam terakhir. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 1,90 persen, kala bull Bitcoin bidik US$ 48.000 sebagai target harga berikutnya.

Melansir dari coingape.com, Bitcoin telah mengalami perjalanan pemulihan yang mengesankan sejak awal Desember. Kripto utama ini memulai bulan Desember ini pada angka US$ 37.655, dan kini telah melonjak sebanyak 18 persen, dimana posisi ini adalah angka tertinggi dalam 20 bulan. 

Momentum bullish ini lebih lanjut diperkuat dengan terpecahnya garis tren atas dari pola channel yang membesar, dimana bull Bitcoin bidik US$ 48.000 sebagai titik harapan lebih lanjut akan naiknya harga.

Sementara pasar kripto menyaksikan dengan antusias, pertanyaan yang ada di benak banyak investor, yakni apakah pemulihan Bitcoin akan melampaui target tersebut. Beberapa indikator kunci menunjukkan pandangan yang positif:

1. Breakout Bullish dan Konfirmasi Retest

Breakout bullish dari garis tren resistensi selama fase retest menambah tingkat konfirmasi terhadap pemulihan yang sedang berlangsung. Candle reject dengan ekor panjang menunjukkan bahwa pembeli sedang mengakumulasi secara strategis selama penurunan pasar, dimana kepercayaan pasar meningkat drastis.

2. Lonjakan Volume Perdagangan Intraday

Volume perdagangan intraday pada Bitcoin melonjak menjadi US$ 36,9 miliar, saat bull Bitcoin bidik US$ 48.000. Hal ini menandai kenaikan impresif sebesar 101 persen. Lonjakan aktivitas perdagangan ini menegaskan minat dan keterlibatan tinggi dari peserta pasar.

3. Bitcoin Lepas dari Pola Channel

Pada tanggal 5 Desember, Bitcoin menjebol garis tren atas pola channel yang membesar. Breakout ke atas menunjukkan keyakinan yang lebih kuat dari pembeli.

Berita Bitcoin: Kapan Musim Altcoin Dimulai? Simak Waktunya

4. Respon Pasar yang Kuat terhadap Sell-Off

Sell-off baru-baru ini sejenak menekan harga Bitcoin hingga US$ 40.300. Namun, rebound cepat menunjukkan tekanan beli yang kuat dan ketahanan di pasar. Pemulihan ini membawa harga saat ini sekitar US$ 45.000, menandai breakout bullish dari titik resistensi yang baru saja dibentuk mengingat saat ini bull Bitcoin bidik US$ 48.000.

5. Lonjakan Bunga Terbuka dalam Dominasi Dollar

Open interest (OI) Bitcoin berjangka dalam mata uang dolar telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, dengan melonjak dari US$ 11,8 miliar menjadi US$ 19,61 miliar hanya dalam dua bulan. Ini merupakan nilai tertinggi yang tercatat selama setahun terakhir.

6. Indikator Teknis

Bollinger Band: Potensi tingkat resistensi sekitar US$ 44.700 ditunjukkan oleh penurunan batas atas indikator Bollinger Band.

Indeks Kekuatan Relatif (RSI): RSI harian di atas 60 persen menunjukkan bahwa sentimen bullish di pasar tetap utuh.

Sementara itu, seorang analis di platform X dengan nama samaran Jelle menyatakan bahwa Bitcoin sendiri telah berkinerja lebih baik daripada harga yang ditargetkan olehnya. 

“Sejak lama saya menjadi orang yang meneriakkan bull, bahkan saat Bitcoin mencapai bottom. Tapi, pasar mengatakan pada saya bahwa saya kurang bullish,” ungkap Jelle.

Saat ini, ia pun memutuskan untuk berhenti bullish dan fokus pada Analisa target harga berdasarkan tren pasar. Dalam targetnya, ia memprediksi target pertama di angka US$ 69.000, sedangkan target kedua adalah US$ 150.000.

Berdasarkan grafik yang ia bagikan, bottom Bitcoin terakhir berada pada US$ 15.000, dimana angka ini mengakhiri mid-term bearish trend. Dari sana, harga Bitcoin kemudian naik dan menjebol resisten di angka US$ 25.000 hingga sampai di harga saat ini. Target kedua yang ia sampaikan itu masuk dalam long-term bullish trend, dimana angka maksimal yang ia prediksi adalah US$ 300.000.

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.