Empat Teknikal Sinyal Menandakan Harga Bitcoin di Ambang Trend Bulls

Beberapa hari terakhir, sudah banyak berita yang menandakan bahwa harga Bitcoin akan melambung tinggi pada tahun 2020. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa para pemain cryptocurrency sedang menunggu hal ini. Apakah ini hanya sebuah ilusi belaka?

Kelihatannya tidak karena banyak analis dan tokoh finansial memprediksi hal itu dengan berbagai dukungan teknikal dan fundamental analis.

Beberapa bulan terakhir belum terlalu baik untuk Bitcoin (BTC). Contohnya, sejak memuncak pada harga Rp 199 juta Juni ini, cryptocurrency utama ini telah turun lebih dari 50%, ke Rp 92 juta karena  tekanan jual dari PlusToken dan tangan yang lemah (orang yang takut harga akan turun lebih drastis).

Terlepas dari Retracement (pola perbalikan untuk sementara) yang kuat ini, ada pertemuan faktor teknikal yang menunjukkan bahwa masa depan jangka menengah cerah untuk Bitcoin.

Hash Ribbon Bitcoin Memberi Tanda “Beli”

Pada bulan November, Hash Ribbon, indikator pelacakan rata-rata bergerak dari hash rate  Bitcoin, membentuk Crossover Bearish, yang mengakibatkan peristiwa yang dikenal sebagai “kapitulasi penambang.” Crossover Bearish sebelumnya di Hash Ribbon terakhir terlihat  sebelum Crash dari Rp 84 juta menjadi Rp 42 juta pada akhir 2018.

Meskipun demikian, menurut manajer aset digital Charles Edwards, yang telah mempopulerkan Hash Ribbon dan pembicaraan seputar kapitulasi penambang Bitcoin selama beberapa bulan terakhir, “pembelian” dengan cepat terbentuk pada indikator Hash Ribbon hanya beberapa hari setelah “pemulihan” ditandai.

Ini penting. Sebelumnya “membeli” sinyal oleh Hash Ribbon tak lama setelah terbentuknya level Bottom makro, diikuti oleh Reversal Bullish. Contohnya, Hash Ribbon mencetak “beli” pada pertengahan Januari, beberapa bulan sebelum BTC menembus dari level Rp 56 juta menjadi Rp 60 juta, yang menciptakan efek domino yang mendorong BTC ke level Rp 199 juta pada Juni, mengakhiri rally 330%-nya.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Pada Tahun 2020 Oleh Pakar Crypto

Baca Juga: CEO Binance Mengantisipasi Bitcoin Akan Mencapai $ 16.000

Baca Juga: Coin Crypto Ini Bisa Jadi Pemenang di Tahun 2020

Golden Cross

Awal bulan ini, grafik jangka panjang Bitcoin melihat tanda yang sangat Bullish dari perspektif makro: SMA 50-minggu dan 100-minggu membentuk Crossover, dengan melintasi di atas yang terakhir, menandakan bahwa Bulls mengendalikan kontrol. trend cryptocurrency jangka panjang.

Ini terakhir terlihat pada pertengahan 2016, sebelum parabola yang membawa Bitcoin dari level Rp 7 juta menjadi hampir Rp 236 juta dalam waktu beberapa tahun.

CryptoBirb, seorang analis cryptocurrency di Twitter dengan 62.7k followers men-tweet:

Klinger

Menurut cuitan baru-baru ini dari pedagang cryptocurrency penuh waktu Crypt0mer, grafikWeekly Bitcoin baru-baru ini mencetak sinyal yang sangat Bullish: Klinger Oscillator satu minggu, yang melacak volume dan harga untuk menentukan trend, telah mencetak pembelian untuk pertama kalinya sejak Februari 2019, ketika BTC diperdagangkan disekitar Rp 52 juta. Dia berkomentar bahwa ini adalah tanda bahwa koreksi Bears telah berakhir.

Divergensi Bullish “Massive” Antara Bitcoin dan Indikator

Scott Melker, juga dikenal sebagai Wolf of All Streets, baru-baru ini mengamati tanda positif pada grafik mingguan Bitcoin. Tandanya adalah “Divergensi Bullish besar-besaran di wilayah oversold pada Stochastic Relative Strength Index.”

Bagaimana menurut anda? Apakah harga Bitcoin akan naik?

Sumber


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar