Hacker “Dark Overlord” Diganjar dengan Hukuman 5 Tahun untuk Pemerasan Bitcoin

Peretas (hacker) yang menggunakan ransomware untuk memeras uang dari orang-orang telah beralih ke cryptocurrency, terutama Bitcoin, untuk menyembunyikan jejak mereka.

Salah satu kelompok kriminal ini bernama “Dark Overlord” yang telah meneror korban selama beberapa tahun. Namun, terornya tampaknya akan segera berakhir karena salah satu anggotanya telah ditangkap dan didakwa di pengadilan.

Nathan Wyatt telah menjadi anggota kelompok terkenal ini selama bertahun-tahun, dan pada tahun 2017 silam, ia telah ditangkap di Inggris dan kemudian diekstradisi ke Amerika Serikat pada tahun 2019. Di pengadilan, Nathan mengaku bersalah atas 6 dakwaan peretasan terkait mulai dari pencurian identitas hingga penipuan komputer.

Menurut dokumen pengadilan, Nathan memainkan peran besar dalam membantu kelompok tersebut mendapatkan uang dari para korban setelah meretas dan mencuri informasi pribadi mereka.

Wyatt mengakui bahwa, mulai tahun 2016, dia adalah anggota The Dark Overlord, sebuah grup peretas yang bertanggung jawab untuk mengakses jaringan komputer di AS dari jarak jauh tanpa izin.

Beberapa korban di Missouri termasuk penyedia layanan kesehatan, firma akuntansi dan lainnya. Wyatt mengakui bahwa grup hacker ini mencoba mendapatkan data sensitif dari perusahaan dan mengancam akan merilis data tersebut.

Mereka meminta tebusan antara $75.000 hingga $350.000 dalam bentuk Bitcoin untuk menjaga data tersebut.

Mengejutkannya, rupanya Dark Overlord juga memiliki daftar korban yang panjang. Selain mencuri file klien, rekam medis, dan informasi pribadi lainnya dari berbagai perusahaan yang berbasis di AS, grup tersebut bertanggung jawab atas peretasan Netflix tahun 2017. 

Atas keterlibatannya dalam kejahatan ini, Hakim Federal mengganjarnya dengan hukuman penjara 5 tahun disertai dengan denda sebesar $ 1,467,048. Ini menunjukkan seberapa besar kerusakan yang disebabkan oleh kelompok tersebut terhadap para korbannya selama bertahun-tahun.

Hacker memang telah ada selama beberapa dekade, tetapi kemunculan teknologi crypto telah membuat mereka semakin agresif karena mereka dapat dibayar dengan crypto yang paling sulit dilacak. Ransomware telah menjadi bentuk pemerasan yang sangat umum oleh para peretas sejak beberapa tahun silam.

Nah, kehati-hatian dalam menggunakan internet adalah salah satu hal yang perlu dilatih, dimana kita harus menjauhi mengunduh file-file yang tidak jelas sumbernya, ataupun penyedianya agar tidak terkena yang namanya Ransomware, terlebih jika kita menyimpan data-data penting dan pribadi didalam komputer kita karena para peretas pasti akan selalu berusaha mencari celah disetiap kelengahan.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.