JPMorgan: Inflasi Meningkat, Institusi Lebih Pilih Bitcoin daripada Emas

Apa yang ada di belakang kenaikan Bitcoin (BTC) terlihat semakin serius dan kuat. Berbagai faktor di sektor ekonomi telah membuat crypto utama terlihat semakin bersinar, terlebih adopsi kuat yang terus terjadi dari sisi institusi.

Belum lama ini, menurut catatan yang dibagikan oleh JPMorgan dengan klien pada hari Kamis, kenaikan harga BTC baru-baru ini sebagian besar dikaitkan dengan investor institusional yang mencari lindung nilai terhadap inflasi.

“Munculnya kembali kekhawatiran inflasi di kalangan investor telah memperbarui minat dalam penggunaan Bitcoin sebagai lindung nilai inflasi,” kata para analis, dengan alasan telah terjadi pergeseran persepsi mengenai manfaat BTC dalam kaitannya dengan emas.

“Investor institusional tampaknya kembali ke Bitcoin mungkin melihatnya sebagai lindung nilai inflasi yang lebih baik daripada emas.”

JPMorgan pun tidak sendirian dalam pandangannya. Bintang Shark Tank, Kevin O’Leary menyatakan awal pekan ini bahwa crypto sekarang menyumbang alokasi yang lebih besar dalam portofolionya daripada emas.

Baca Juga: Kenapa Harga Bitcoin Naik $55.000?

Momentum menuju Bitcoin berbeda dengan laporan JPMorgan pada bulan Mei ketika analis mencatat investor besar pada saat itu beralih dari Bitcoin ke emas tradisional.

JPMorgan memberikan dua faktor lain yang diyakini berada di balik reli saat ini.

“Jaminan baru-baru ini oleh pembuat kebijakan AS bahwa tidak ada niat untuk mengikuti langkah-langkah China menuju pelarangan penggunaan atau penambangan cryptocurrency,” para analis mencatat, serta:

“Kebangkitan baru-baru ini dari Lightning Network dan solusi pembayaran lapis kedua dibantu oleh adopsi Bitcoin El Salvador.”

Tidak seperti analis lainnya, JPMorgan tidak mengutip spekulasi seputar persetujuan dana yang diperdagangkan di bursa berjangka Bitcoin (ETF Bitcoin) sebagai pendorong harga yang signifikan.

Meskipun beberapa divisi JPMorgan mengungkapkan minat yang meningkat pada aset crypto dan inisiatif blockchain, CEO-nya, Jamie Dimon, menyatakan dalam sebuah wawancara pada hari Senin bahwa ia tetap skeptis terhadap BTC dan bahkan membandingkannya sebagai “emas yang agak bodoh.”

Apa pun pandangannya, adopsi dan minat kuat pada Bitcoin terus tercipta dan telah menjadi fakta utama. Ini menjadi daya ungkit bagi BTC untuk terus bergerak lebih tinggi dan mendominasi pasar crypto secara keseluruhan. 


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis