Pengusaha Amerika Robert Kiyosaki Yakin Bitcoin akan Menang

Tahun 2022 ini seperti mimpi buruk bagi Bitcoin, lantaran harganya yang terus merosot sejak ATH terakhirnya di November 2021 lalu. Harga Bitcoin tengah berada di dalam lembah curam yang gelap karena turun hingga 50 persen di Q2 2022. Pada saat pers, harga BTC berada di $28.000.

Para trader sekarang dipusingkan dengan hiruk pikuk harga cryptocurrency unggulan ini. Situasi saat ini tak lepas dari pengaruh kebijakan Fed yang manaikan suku bunga.

Beragam reaksi pun tak bisa dihindari, terutama aksi jual besar-besaran karena banyak dari pelaku industry crypto yang memilih untuk lebih berhati-hati. Tetapi, beberapa orang yakin dengan ketahan koin ini hingga ada yang melihat penurunan harga Bitcoin sebagai suatu peluang emas untuk ‘buying the dip’ – seperti negara El Salvador yang kembali menggemukan dompet Bitcoin mereka baru-baru ini.

Seperti memiliki keyakinan yang sama akan Bitcoin, pengusaha Amerika bernama Robert Kiyosaki juga percaya bahwa Bitcoin akan menang. Kiyosaki mengungkapkan dukungannya terhadap Bitcoin melalui Twitter. “Mengapa Bitcoin menang? A: Bitcoin akan menang karena Amerika dipimpin oleh 3 Stooges. #1 President Biden. Stooge #2 Sekertaris Keuangan Yellen. Stooge #3 Ketua Fed Powell. Saya percaya Bitcoin bukan 3 Stooges,” tweet Kiyosaki.

Baca Juga: Michael Saylor Tidak Khawatir Tentang Margin Call Bitcoin

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin: Analisa BTC Mingguan

Pada 9 Maret lalu, Biden akhirnya menandatangani perintah eksekutif untuk menyelidiki tentang manfaat dan risiko dari cryptocurrency. Hal ini sudah lama menimbulkan kegelisahan di industri crypto, dan sebagian pihak meyakini tindakan ini hanya akan membebani industri dari pada memberikan bantuan. Pandangan seperti ini muncul sejak Menteri Keuangan Amerika, Yellen, mengutarakan sikap kerasnya terhadap cryptocurrency pada bulan April lalu.

“Konsumen harus dilindungi dari penipuan terlpas dari asset disimpan di neraca atau buku besar yang didistribusikan. Pencucian uang dan aktivitas terlarang lainnya harus dianggap illegal, dan tidak masalah apakah Anda menggunakan cek, kabel, atau cryptocurrency,” ucapnya.

Sementara Ketua Fed, Powell, mengadvokasi regulasi stablecoin pada bulan Juli dan mengungkapkan rencana Fed untuk CBDC potensial di depan Komite Layanan Keuangan DPR Amerika. Fed baru saja menaikkan suku bunga yang kemudian memicu negara-negara lain juga turun menaikkan suku bunga mereka. 

Dari tweet Kiyosaki, tersirat bahwa Biden seolah telah memberikan kewenangan untuk Yellen dan Powell untuk memainkan regulasi crypto secara berkepanjangan. Kiyosaki sendiri tetap dengan keyakinannya akan kemenangan Bitcoin di atas gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga yang tengah berkembang saat ini.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis