Analis: Bitcoin Turun, Apakah Anda Perlu Takut? Kenapa Harga Tidak Naik?

Aksi harga Bitcoin (BTC) akhir-akhir ini telah didorong oleh kombinasi dari perkembangan berita terkini, kekhawatiran dalam lingkungan ekonomi makro dan lemahnya struktur teknikal pada harganya.

Meski begitu, faktor-faktor ini belum cukup untuk mendorong crypto utama ini di bawah level Support penting, karena masih diperdagangkan dalam kisaran perdagangan makro yang telah dibentuk selama beberapa minggu terakhir.

Sampai kisaran ini benar-benar ditembus di bawah, prospek jangka menengah cryptocurrency tetap kuat, dan kekuatannya dalam menghadapi berita masih bisa dipercayai.

Seorang analis on-chain sekarang mencatat bahwa pasar crypto “takut untuk semua alasan yang salah” pada saat ini, mencatat bahwa berita baru-baru ini seputar BitMEX dan CFTC sebenarnya dapat mempercepat pertumbuhan di dalam pasar.

Dia juga mencatat bahwa data on-chain menunjukkan kekuatan yang mendasarinya, dengan Bitcoin yang melihat arus masuk modal baru yang besar dari investor baru.

Saat berbicara tentang prospek Bitcoin saat ini, analis Willy Woo menjelaskan bahwa perkembangan terbaru seputar BitMEX sebenarnya bisa menjadi Bullish untuk pasar dalam jangka panjang.

“Pada dasarnya pasar takut untuk semua alasan yang salah. MEX TIDAK diretas. Tidak ada pedagang yang akan kehilangan koin. Bursa berjangka akan membersihkan praktik mereka. Kami akan melihat lebih sedikit volatilitas, lebih sedikit penipuan, lebih banyak volume spot, lebih banyak gerakan organik, lebih banyak uang institusional.”

Dia lebih lanjut menambahkan bahwa “lebih banyak investor baru yang datang jika dibandingkan dimana BTC mencapai $20.000 di tahun 2017.

“Sementara itu, fundamental on-chain menunjukkan lebih banyak investor baru yang masuk daripada fase mania dari siklus terakhir, tanpa tercermin di harga.”

Kenapa harga BTC tidak naik?

Secara logika, Microstrategy membeli BTC senilai $425 juta dan harga tidak naik secara drastis. Ditambahkan, Grayscale membeli 17.100 BTC atau senilai Rp 2.6 triliun empat hari yang lalu. Dan, harga juga tidak kunjung naik.

Dia (Woo) menjelaskan karena adanya perlombaan perdagangan di platform derivatif, harga BTC tertekan di harga Rp 160 juta-an.

Untuk saat ini, semua pasar crypto mengalami penurunan. Disamping, ada isu BitMex, investor kaya juga sudah mengambil keuntungan dan beralih ke emas.

Namun, BTC masih memiliki fundamental yang kuat dan penurunan harga seperti ini sangat normal di ranah crypto.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.