CryptoHarian

Apakah Bitcoin Bisa Menjadi Nilai Lindung Untuk Inflasi?

Cryptoharian – Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam acara St Petersburg International Economic Forum beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan pernyataan terkait inflasi yang melanda seluruh dunia. Penggalan dari video acara tersebut, diunggah oleh akun Twitter Wall Street Silver pada Sabtu (4/9/2022).

“Dalam badai inflasi, banyak negara berkembang bertanya: mengapa repot-repot menukar barang dengan dolar dan euro ketika mereka kehilangan nilai tepat di depan mata kita?,” ungkap Putin. 

Putin mengklaim, berdasarkan data yang dihimpun dari International Monetary Fund (IMF), cadangan mata uang asing global saat ini terdiri dari US$7,1 triliun dan 2,5 triliun Euro. Selain itu, dana ini terdepresiasi pada tingkat tahunan sekitar 8 persen.

“Selain itu, dana ini juga berpotensi disita atau dicuri atas kehendak Amerika Serikat jika tidak menyetujui sesuatu dalam kebijakan negara tersebut,” ujarnya.

Namun, ia mengira hal ini bukanlah ancaman yang sangat nyata bagi banyak negara yang memegang cadangan emas dan valuta asing mereka dalam mata uang ini. Menurut analisis objektif ahli, di tahun-tahun mendatang proses konversi cadangan global bakal berlangsung. 

Cadangan dana, lanjutnya, akan dikonversi dari mata uang yang melemah menjadi sumber daya berwujud seperti makanan, komoditas energi, dan bahan baku lainnya.

“Tentunya proses ini akan semakin memicu inflasi dolar global,” kata Putin.

Baca Juga: CEO Binance Klaim Telah Deteksi Dua Pelaku Peretas Kyberswap

Bisakah Kripto Jadi Aset Lindung Nilai Dalam Hadapi Inflasi?

Dikutip dari laman cointelegraph.com, mata uang kripto masih belum bisa menjadi aset lindung nilai 100 persen dalam inflasi, selama masa volatilitas tinggi dan ketidakpastian pasar. Aset ini, umumnya  unggul dalam lingkungan pertumbuhan yang stabil, yang mana dengan mudah mengungguli pasar. 

Ada prediksi saat ini untuk masalah kenapa kripto tidak banyak digunakan. Salah satunya, karena sifatnya yang berbasis spekulasi dan volume transaksi yang rendah. Jatuhnya blockchain yang tidak sehat secara finansial mempengaruhi seluruh ekosistem. 

Untuk dapat menjadi aset lindung maka komunitas kripto di dunia harus semakin bertanggung jawab dan tekun dalam pasar. Pasalnya, semakin banyak setiap protokol yang baik, maka kripto akan menjadi lindung nilai sejati terhadap inflasi. Hal ini, lantaran mata uang kripto saat ini mengikuti pola saham pertumbuhan. 

Aset ini bertindak sebagai lindung nilai yang baik terhadap inflasi selama periode pertumbuhan yang stabil, tetapi gagal selama masa krisis keuangan. 

Memang untuk menggunakan kripto sebagai satu-satunya alat untuk mendorong investasi melawan inflasi, bukanlah tindakan bijak. Namun, ini akan bergeser karena protokol blockchain terus matang, dan banyak orang akan menyaksikan peningkatan adopsi dan stabilitas mata uang kripto sebagai lindung nilai inflasi. [Im]

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.