Bagaimana Seseorang Kehilangan Ethereum $ 80.000 Dalam 2 Menit!

Bitcoin dan cryptocurrency adalah ‘ladang’ peluang untuk meraih banyak keuntungan dibandingkan sistem keuangan tradisional, termasuk transaksi yang lebih cepat dengan biaya yang sangat kecil.

Sifat desentralisasi milik crypto, yang berarti kurangnya otoritas pusat di belakangnya, telah menarik banyak penggemar, investor, dan pengguna selama dekade terakhir.

Namun, sifat tersebut juga dapat memberikan beberapa masalah serius jika tidak hati-hati. Beberapa dari masalah ini dapat menyebabkan hilangnya dana, seperti yang diungkapkan oleh kisah Yaniv.

Meskipun Yaniv memiliki banyak pengalaman di bidang ini, membeli Bitcoin pertamanya pada tahun 2013 ketika aset tersebut berharga beberapa puluh dolar AS, cerita dirinya ini adalah gambaran bahwa kesalahan dapat terjadi pada siapapun dan kapanpun!

Ini juga menunjukkan bahwa kurangnya konsentrasi selama beberapa detik saja dapat berubah menjadi kerugian besar dan mengajarkan beberapa pelajaran berharga yang perlu diketahui oleh pemula dan bahkan para pengguna berpengalaman.

Menjadi anggota komunitas cryptocurrency yang aktif sejak 2013, Yaniv menyadari potensi risiko yang dapat timbul dari penyimpanan aset digital di bursa, dimana seperti yang kita tahu, banyak sekali aksi peretasan yang melanda bursa-bursa seperti ini.

Yaniv memiliki masalah dengan dompet fisik Trezornya , jadi dia memutuskan untuk mentransfer token, ETH dan NEO, ke dompet fisik seperti Trezor, sampai dia memperbaiki masalahnya.

Setelah beberapa penelitian, dia menyimpulkan bahwa dompet Exodus akan menjadi pilihan yang paling tepat untuknya. Yang paling menarik baginya adalah aplikasi Android yang dia temukan di Google Play yang memungkinkan untuk akses dari HP.

Rupanya, Yaniv menginstal aplikasi bernama Exodus Wallet Mobile yang memiliki logo dan deskripsi aplikasi Exodus asli. Namun, ternyata itu adalah aplikasi phishing, sehingga ia mentransfer cryptonya ke alamat yang salah (kealamat si penipu phishing)!

Dia memberitahu pihak Cryptopotato, untuk memberitahu komunitas crypto untuk selalu berhati-hati di ranah cryptocurrency.

Dalam industri crypto, dimana ada banyak sekali penipu yang bertebaran, kita sangat dituntut untuk menjadi seorang yang teliti, dari penulisan, perbedaan huruf, yang tentu bisa menjadi bencana jika terkena masalah seperti Yaniv.

Di pasar crypto yang baru tumbuh, jika anda salah mengirim alamat atau menggunakan wallet phising, uang anda akan hilang. Tidak ada yang bisa menolong anda.

Pihak Cryptoharian menyarankan untuk tidak mendownload aplikasi crypto di Google Play karena sudah banyak insiden yang tidak menyenangkan.

Kemarin, ada seorang yang ceroboh mengirim BNB ke salah alamat. Seharusnya, ini hilang selamanya karena sifat blockchain.

Namun, karena BNB dikontrol oleh Binance, mereka bisa mengembalikan BNB yang senilai Rp 300 juta.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis