CryptoHarian

Berita Bitcoin: Harga Bitcoin Naik Melewati $46.000! Apa Penyebabnya?

Harga Bitcoin naik secara signifikan dari sebelumnya konsolidasi di sekitar $44.000 dan $42.000 hingga sekarang bergerak naik menuju daerah $46.000 bahkan masih terus lanjut naik mencapai $48.000. 

Pergerakan apresiasi harga ini murni didorong oleh para miner Bitcoin yang saat ini melakukan pembelian secara signifikan, mempengaruhi narasi pasar bersama dengan banyaknya investor institusional yang terus membeli ETF Bitcoin Spot. 

Sentimen Pengaruh Harga Bitcoin

Saat ini mayoritas pelaku pasar terlihat memiliki pandangan yang positif terhadap Bitcoin yang terlihat dari besarnya volume beli yang tersebar merata antara investor institusional dan para penambang atau miner Bitcoin. 

Terlihat bahwa dari sisi Bitcoin ETF, saat ini volume belinya masih terus bergerak naik yang kemungkinan menjadi pengaruh sentimen para investor ritel untuk membantu harga Bitcoin terus naik. 

Data ini terlihat dari pelacak ETF Apollo yang melacak volume transaksi seluruh ETF Bitcoin spot yang ada di pasar keuangan. 

Terlihat bahwa saat ini terjadi volume beli yang signifikan dari kedua institusi penerbit ETF terbesar di pasar kripto yaitu Fidelity dan BlackRock. 

Fidelity terlihat mengalami volume beli sebesar 3.000 BTC sedangkan BlackRock sebesar 1.300 BTC. 

Bersama volume beli ini, kedua institusi tersebut wajib membeli Bitcoin dalam jumlah yang sama dengan ETF yang dibeli investor, sehingga saat ini harga Bitcoin terimbas dan terjaga oleh kedua institusi tersebut. 

Ditambah lagi, saat ini sejak 6 Februari 2024, para penambang atau miner Bitcoin masih terus melakukan pembelian yang terlihat dari data oleh CryptoQuant bahwa volume beli miner sedang bergerak naik. 

Umumnya saat volume beli naik, maka harga Bitcoin akan naik, karena miner mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan. Ditambah lagi, saat miner melakukan akumulasi dan penyimpanan maka risiko harga Bitcoin turun menjadi lebih kecil sehingga membuat ritel merasa aman untuk membeli. 

Tapi akumulasi ini umumnya akan memuncak di suatu kejadian yang kemungkinan adalah mengecilnya persediaan listrik di suatu negara atau cuaca yang buruk dimana kondisi tersebut akan dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan saat harga naik, memberi potensi koreksi secara dadakan kedepannya. 

Tapi untuk saat ini, trader derivatif juga terlihat mendukung apresiasi yang kemungkinan masih akan bertahan hingga pekan depan. 

Hal ini terlihat dari kondisi open interest atau jumlah kontrak posisi trade baru yang dibuka oleh para trader futures Bitcoin. 

Saat open interest bergerak naik, umumnya harga juga akan bergerak naik, karena trader memberi rasa keamanan kepada investor ritel dari perilakunya yang merasa aman untuk transaksi dalam kondisi pasar yang tidak terlalu volatil seperti saat ini.

Ditambah lagi, pemulihan open interest ini terjadi setelah adanya penurunan drastis di pertengahan hingga akhir Januari 2024. Oleh karena itu, saat ini secara keseluruhan seluruh narasi terlihat positif, tapi kemungkinan pergerakan ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang. 

Hal ini disebabkan bersama dengan apresiasi harga, investor besar atau whale akan memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari keuntungan dengan menjual saat harga relatif tinggi. 

Strategi tersebut umum dilakukan di fase selain bull run yaitu pada bear market atau sesi konsolidasi seperti pada tahun ini dan tahun lalu. 

Jadi ada kemungkinan apresiasi ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang dan akan mengalami koreksi kembali walau tidak signifikan. 

Umumnya akan ada satu berita atau kejadian yang akan dimanfaatkan untuk menjual sehingga mendapatkan keuntungan tinggi saat harga tinggi namun kemudian mendorong harga Bitcoin turun saat penjualan terjadi. 

Salah satu potensi berita yang dapat dimanfaatkan adalah publikasi data inflasi yang akan dilaksanakan pada 13 Februari 2024. Pada tanggal tersebut, Amerika akan melakukan publikasi inflasi yang akan menentukan kondisi perekonomian Amerika serta menentukan arah pergerakan Dolar Amerika.

Secara tidak langsung, kabar ini juga akan mempengaruhi kondisi Bitcoin karena korelasi negatif antara Bitcoin dan Dolar Amerika. 

Jadi untuk saat ini ada baiknya investor bersiap dan tidak FOMO karena masih adanya potensi koreksi. 

Analisis Harga BTC

Kemungkinan besar koreksi akan terjadi setelah Bitcoin menyentuh batas atas zona apresiasinya yaitu pada sekitar $47.000 hingga $48.000. Kemungkinan besar pergerakan ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan dan kemungkinan akan selesai pada pekan depan. 

Grafik Harian BTCUSD

Ada kemungkinan koreksi akan membawa Bitcoin kembali ke daerah $44.000 yang merupakan batas bawah zona apresiasi yang terjadi saat ini. 

Apa bila batas bawah pada $44.000 berhasil terjaga ada kemungkinan Bitcoin bisa melanjutkan pergerakan apresiasinya untuk naik ke daerah $50.000. 

Tapi mengingat akan adanya halving yang umumnya menjadi sentimen negatif untuk Bitcoin dalam jangka pendek, ada kemungkinan apresiasi harga ke daerah $50.000 akan sangat sulit, sehingga konsolidasi antara $48.000 dan $40.000 adalah zona yang aman untuk Bitcoin di tahun ini. 

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.