CryptoHarian

Buat Investor Kripto, Ini Dampak Inflasi AS Tertinggi 40 Tahun Pada Bitcoin

Cryptoharian – Data angka inflasi di Amerika Serikat yang telah rilis pada pertengahan pekan ini telah mencapai tertinggi dalam 40 tahun, melampaui ekspektasi para analis.

Indeks CPI AS telah naik ke 9,1% hingga bulan Juni, dan telah mengguncangkan pasar serta mengangkat dolar AS ke titik tertinggi 20 tahun.

Angka tersebut telah jauh di atas perkiraan, di kisaran 8,8%, sesuai prediksi dalam jajak pendapat Reuters dan Dow Jones. Ini menjadi ukuran inflasi tertinggi sejak November 1981.

Data CPI ini akan mempermudah bank sentral AS untuk melanjutkan rencana agresif mereka dalam menaikan suku bunga, yang tentu akan memengaruhi biaya pinjaman secara luas.

Melirik Bitcoin (BTC), tampaknya kenaikan inflasi ini dapat memberi tekanan tambahan pada harga BTC, setelah memicu kenaikan pada indeks dolar AS.

Suku bunga yang lebih tinggi juga akan meningkatkan minat investor pada mata uang AS, yang pada akhirnya mengurangi permintaan ke aset kripto, termasuk Bitcoin.

“Pergeseran likuiditas ini adalah masalah besar untuk aset berisiko, karena menyebabkan banyak volatilitas dan perubahan harga liar yang kita lihat di sebagian besar pasar,” ungkap Brett Sifling, Seorang Penasihat Invetasi terkemuka, Jumat (15/7/2022). 

Sifling mengungkapkan, ia juga melihat Bitcoin kian berkorelasi dengan pasar saham, terutama di sektor teknologi sehingga ini tidak terlalu baik bagi ekosistemnya.

Tentunya, aset kripto yang sarat spekulasi akan kian tertekan oleh kondisi inflasi saat ini, karena selera risiko pun menyusut untuk investasi yang tinggi risiko seperti kripto dan saham.

Salah satu analis melihat kemungkinan, bahwasanya kenaikan suku bunga ke 100 basis poin, yang akan berlangsung selama beberapa bulan. Dolar AS benar-benar akan mendominasi minat investor.

Analis itu adalah Michael Rosmer, CEO dan Co-Founder dari DeFiYield, yang juga melihat masih akan ada ruang bagi penurunan lanjutan di aset kripto. Ia memandang BTC dapat mencapai US$15.000 sebelum benar-benar mencoba untuk pulih.

Meski begitu, dolar AS yang terus dikuatkan ini dipandang dapat menjadi titik kehancurannya di masa mendatang, yang akan mengubah permainan dari dolar, ke aset berisiko seperti saham dan kripto. 

Selain itu, emas pun akan terangkat saat gelembung inflasi dan suku bunga pecah. Resesi pun masih dikhawatirkan terjadi, paling cepat di tahun 2023. [Im]

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh artikel yang telah tayang di Cryptoharian bukan nasihat investasi atau saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata uang kripto, senantiasa lakukan riset karena kripto adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Cryptoharian tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan anda.

Iqbal Maulana

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.