Bukan Bitcoin, Tapi Asset Ini Yang Berpotensi Selamatkan Amerika Serikat dari Resesi

Cryptoharian – Situasi ekonomi Amerika Serikat semakin menurun menjelang akhir Juli 2022. Hal tersebut salah satunya dapat diamati melalui penurunan indeks nilai dolar.

Situasi serupa juga terjadi dalam perbendaharaan aset (treasuries) AS yang tampak tidak seimbang terhadap neraca perdagangan.

Kondisi yang semakin menurun tersebut dianalisa CEO Real Vision, Raoul Pal sebagai potensi akan adanya titik balik krusial pada pasar.

Secara khusus, Pal memprediksi pasar obligasi sebagai sumber potensial terjadinya perbaikan ekonomi Amerika Serikat.

“Hal ini menempatkan adanya potensi titik balik besar yang terjadi pada pasar. Saya perkirakan titik balik tersebut terbentuk dari obligasi,” ujar Pal.

Meski begitu, perkiraannya tersebut diasumsikan terjadi dalam durasi yang tidak singkat. Ia memperkirakan perbaikan ekonomi akan terjadi dalam 10 tahun berikutnya.

Perkiraan awal perbaikan tersebut dimulai dari 65-75% dalam 10 tahun sebagai titik balik finasial dan ekonomi.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan bahwa kondisi ideal tersebut akan mengantarkan pada penurunan inflasi hingga nilai 2% di masa depan. Selain itu, faktor minyak dunia juga akan memiliki likuiditas yang lebih baik di masa tersebut.

“Kita mengamati sekilas dalam pekan ini, publik melalui masa sulit di pasar minyak dunia. Terdapat banyak penguatan minyak di luar,” ujarnya.

Ia juga mengutip pernyataan Dwight Anderson yang mengatakan bahwa sektor tersebut akan mengulur dan memperlambat laju ekonomi.

Menurut Pal, kondisi minyak dunia saat ini akan menjadi destruktif dalam jangka panjang.

“Kita akan menyaksikan destruksi permintaan dalam periode singkat. Lalu minyak dunia akan stabil kembali pada nilai US$80-100,” ujar Pal.

Ia mengungkapkan bahwa perubahan biaya tidak akan lebih besar menjadi pertanda inflasi yang tidak terlalu tinggi.

“Dengan inflasi tersebut, kita akan melalui resesi dengan nilai inflasi di bawah perkiraan banyak orang,” ujarnya.

Namun ia menegaskan bahwa saat ini hHal yang menjadi fokus utama adalah persiapan menghadapi dampak ekonomi. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa kondisi resesi menjadi semakin jelas.

Meski begitu, ia menemukan bahwa sebagian orang belum mempercayai situasi tersebut.

“Namun saya kira hal tersebut akan semakin jelas,” ujar Pal. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube