CEO Circle: Pemegang USDC Harusnya Merasa Aman

Cryptoharian – Pada akhir pekan lalu, CEO Circle Jeremy Fox-Geen telah menjelaskan alasan mengapa para pemegang stablecoin USDC harus merasa aman dan tidak perlu khawatir, merujuk pada jatuhnya ekosistem Terra.

Dalam postingan blog Circle, Jeremy mengatakan bahwa lembaga telah menyediakan layanan pinjaman dan peminjaman secara inheren beresiko. Hal ini, lantaran mereka mengambil resiko kredit, resiko pasar, resiko durasi dan resiko lainnya.

“Resiko-resiko tersebut bergabung untuk menciptakan resiko likuiditas yang signifikan. Selain itu juga resiko jika lembaga tidak dapat membayar kembali deposan di saat permintaan dan utangnya jatuh tempo,” ungkap Jeremy, dilansir dari Twitter, Senin (4/7/2022).

Jeremy mengatakan, dari sanalah ia percaya bahwa regulasi yang kuat dari keuangan institusi dapat menjadi hal yang sangat baik. Dirinya juga menjelaskan bahwa Circle adalah lembaga keuangan yang diatur dalam regulasi, menerbitkan USDC di bawah undang-undang pengiriman uang AS, serta tunduk pada pengawasan perbankan nasional.

“Melihat likuiditas USDC, aset ini selalu dapat ditukarkan 1 untuk 1 dengan dolar AS berapa pun jumlahnya. Itu karena USDC sepenuhnya dicadangkan dengan Treasury AS jangka pendek 80% dan uang tunai 20%.  Aset ini juga dipegang langsung oleh lembaga keuangan dan penjaga terkemuka di AS,” ujarnya.

Di samping itu, cadangan USDC tidak memiliki risiko tinggi lainnya di mana banyak yang menggunakan aset kurang likuid seperti saham, pinjaman dengan atau tanpa jaminan, surat berharga dan aset lain selain dolar AS.

“Dengan begitu banyak perusahaan yang menghadapi tantangan dan risiko mendasar, Circle telah meningkatkan informasi kami sendiri tentang Circle dan USDC. Kami mulai menerbitkan ini pada hari-hari setelah keruntuhan Terra,” kata Jeremy.

Di sisi lain, membahas tentang stablecoin secara menyeluruh, CEO Bitfury Group Brian Brooks, saat acara Aspen Ideas Festival (AIF) 2022 mengatakan stablecoin sebenarnya adalah ujung tombak dalam regulasi kripto. 

“Ini adalah satu-satunya area di mana saya pikir ada konsensus bipartisan yang sangat kuat. Maksud saya, tidak banyak yang seperti itu di dunia saat ini. Jadi, konsensus bipartisan tentang apa pun adalah hal yang baik. Stablecoin yang ada di sistem perbankan, harus memiliki tiga fitur yaitu didukung oleh aset bebas risiko, harus dapat ditebus sesuai permintaan dan juga setara,” pungkas Brooks. [st]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.