Harga Bitcoin Kemungkinan Akan Capai US$65.000 Dalam Beberapa Tahun Kedepan

Cryptoharian – Pasar kripto masih dibayangi oleh kebimbangan, dimana pada satu sisi sejumlah trader dan analis mengatakan bahwa pasar sudah mulai menunjukkan harga yang akan melesat dalam waktu dekat.

Namun, di satu sisi ada pula yang berpendapat bahwa pasar masih didominasi oleh bearish dan membutuhkan waktu lebih lama untuk recovery

Reck Capital, analis dan trader lewat akun Twitternya mengklaim bahwa aset Bitcoin (BTC) merujuk ke level tertinggi baru sepanjang masa di setiap siklus pasar bull.

“Jika sejarah terulang, maka artinya BTC akan melebihi US$65.000 dalam beberapa tahun ke depan,” ungkap Rekt Capital di akun Twitternya, (14/8/2022).

Dalam cuitannya yang lain, ia berpendapat bahwa jika ingin berhasil dalam kripto ada beberapa langkah. Salah satu langkah terbaik yang bisa dilakukan yakni dollar cost averaging (DCA)

“DCA strategi terbaikku adalah membeli dibawah harga US$25.000,” ujarnya.

DCA sendiri, merupakan strategi investasi secara rutin di setiap periode, dalam jumlah yang sama tanpa mempedulikan atau memperhatikan harga NAB/unit. Sementara untuk stretegi lain, ia menggunakan tesis perkiraan pada Halving di tahun 2024.

“Sekarang saya hanya bersabar terlebih dulu,” ujarnya.

Tidak hanya Rekt Capital, Raoul Pal yang merupakan CEO & Co-Founder dari perusahaan Real Vision Group & Investor Makro Global, menyatakan bahwasanya dengan kondisi likuiditas yang membaik, ia percaya bahwa kripto bersiap untuk memicu siklus pasar baru.

Menurutnya, beberapa minggu ini bottom sudah terlihat, dan peningkatan drastis di pasar kripto hanya tinggal tunggu waktu. 

“Pandangan saya adalah, mari kita beri probabilitas 70%. Jadi itu keyakinan tertinggi dalam nilai terendah. Karena itu, kami memulai siklus kenaikan,” kata Raoul.

Selain itu, seorang trader swing dengan nama akun il Capo of Crypto mengatakan bahwa angka US$25.000 tercapai, namun hingga kini belum ada tanda-tanda bearish. 

“Kita bisa lihat bahwasanya ada peningkatan lain di US$25.400 hingga US$25.500, namun puncak reli pasar bear ini sangat dekat,” paparnya.

Kendati demikian, ia juga mengatakan Bitcoin mungkin juga akan turun karena saat ini masih di pasar bear. Kenaikan yang terjadi saat ini bisa, disebut sebagai relief rally yang ada di bear market yang terjadi juga di tahun 2018 dan 2019, dimana Bitcoin mencapai Rp 180 juta, namun tidak bisa menembus atas dan akhirnya turun lagi ke 100 jutaan pada tahun 2019. [Im]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.