Harga Bitcoin Turun 1 April Karena Hal Ini

Parlemen Uni Eropa (UE) mendukung aturan untuk menindak tegas dompet tanpa hosting atau non-custodial. Hal ini menjadi pukulan besar bagi pelaku pasar pendukung privasi di industri crypto Eropa.

Pada saat pers, harga Bitcoin, turun $3.000 menjadi $44.860-an menurut Coingecko.

Pada 31 Maret kemarin, komite ECON dan LIBE menyetujui proposal anti money laundry dan transfer crypto dengan implikasi negative bagi perusahaan dan investor crypto di Uni Eropa.

Artinya, akan ada langkah-langkah baru dalam penyedia layanan crypto, seperti bursa, dalam mengumpulkan informasi pribadi atas transaksi lebih dari 1.000 euro crypto dari dompet yang dihosting sendiri. Hal ini akan dilakukan sebelum transaksi terjadi.

Pemungutan suara dilakukan setelah diskusi antara anggota parlemen dan anggota industri crypto.

Diskusi panas tak dapat dihindari ketika membicarakan soal apakah dompet non-custodial harus diikat oleh know-your-customer (KYC) atau tidak. Ini memaksa perusahaan untuk mendapatkan data pribadi pengguna dompet.

Pada dasarnya, dompet non-custodial adalah dompet yang tidak terkait dengan pihak ketiga seperti dari Trezor, Ledger, dan MetaMask. 

Sekarang untuk merancang undang-undang baru, perlu adanya diskusi antara Parlemen Eropa, Dewan Eropa, dan Komisi Eropa yang secepatnya dilakukan pada pertengahan bulan April mendatang. Kondisi ini berpeluang melirik undang-undang kontroversial lainnya untuk direvisi.

Aturan ini sontak menyulut kemarahan komunitas crypto. CEO Coinbase, Brian Armstrong menyebut bahwa undang-undang tersebut sebagai anit inovasi, anti privasi, dan anti penegakan hokum. Dia juga menyebutkan bahwa proposal tersebut memberikan perlakuan yang berbeda untuk cryptocurrency jika dibandingan dengan fiat.

Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini: Teknikal Analisis

“Bayangkan jika UE mengharuskan bank Anda melaporkan Anda ke pihak berwenang setiap kali Anda membayar sewa hanya karena transaksinya lebih dari 1.000 euro,” ucap Armstrong.

Theter dan CTO Bitfinex Paolo Ardoino mengatakan kekecewaannya atas proposal tersebut. Dia menyebut-nyebut proposal ini sebagai kemunduran besar untuk hak asasi manusia.

Dia berharap pemungutan suara terakhir dapat menyelamatkan proposal tersebut dengan mempertimbangkan potensi pelanggaran privasi dan risiko keamanan, jika proposal itu kemudian disahkan.

Sebenarnya, beberapa anggota parlemen juga menantang proposal itu. Markus Ferber sebagai juru bicara ekonomi di European People’s Party (EPP) menyatakan setuju jika pemeriksaan AML di crypto harus ditanggapi serius, tapi harus sepadan dengan larangan langsung pada dompet non-custodial itu.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis