CryptoHarian

Kenapa Harga Bitcoin Bisa Menembus US$44.000 Hari Ini?

Cryptoharian – Harga Bitcoin (BTC) seperti diketahui baru saja melonjak dan mencapai level tertinggi sejak 12 Januari. Melansir dari cryptonews.com, lonjakan ini tampak melampaui angka US$ 44.000. Sekilas, kripto utama ini sepertinya sedang mengikuti dorongan positif dari pasar saham AS.

Pasar saham AS, yang diwakili oleh indeks S&P 500 mendekati level 5.000 yang bersejarah dalam perdagangan sebelumnya. Kinerja positif ini didukung oleh musim penghasilan yang lebih baik dari perkiraan analis. Kenaikan ini memberi dorongan pada harga Bitcoin, karena hubungan antara pasar saham dan Bitcoin biasanya sejalan.

Selain itu, harapan akan kondisi keuangan yang lebih longgar di akhir tahun juga ikut mendukung saham AS dan harga Bitcoin. Beberapa pembuat kebijakan seperti The Fed menyebut adanya kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2024.

Selain faktor-faktor itu, ada dua hal lagi yang mendukung lonjakan harga Bitcoin saat ini. Pertama, kekhawatiran atas krisis bank di AS, terutama bank-bank regional. Khekawatiran ini telah mengantar beberapa investor mencari tempat perlindungan, seperti Bitcoin. Tidak hanya sekali, kekhawatiran ini muncul lagi setelah rilis penghasilan buruk dari New York Community Bancorp, yang kemudian menyebabkan penurunan peringkat oleh Moody’s.

Berita Bitcoin: Minggu Ini Bitcoin Diprediksi Full Senyum, Ada Apa?

Yang kedua, arus masuk dana pertukaran Bitcoin spot (ETF) juga ikut mendukung lonjakan harga Bitcoin. Ini terlihat dari data terbaru yang menunjukkan berkurangnya arus keluar dari Grayscale’s Bitcoin Trust (GBTC), sementara ETF baru seperti BlackRock’s dan Fidelity’s justru mengalami arus masuk yang positif.

Dengan Bitcoin kembali mendekati level resistensi US$ 44.000 dan menunjukkan kekuatan di atas rata-rata pergerakan utamanya, para analis percaya bahwa tren jangka pendeknya menguntungkan para pembeli. Kenaikan harga Bitcoin dari level support yang terlihat pada Januari menunjukkan potensi pergerakan lebih lanjut menuju level tertinggi tahun 2024 di sekitar US$ 49.000.

Namun, pergerakan harga Bitcoin masih dipengaruhi oleh arus positif dari ETF dan ekspektasi kebijakan The Fed. Dengan adanya potensi krisis bank di AS dan acara halving yang akan datang, harga Bitcoin bisa mencapai lebih dari US$ 50.000 dalam waktu dekat.

Di sisi lain, seorang analis terkenal bernama Michael van de Poppe menilai bahwa tampaknya pergerakan koreksi pada Bitcoin telah berakhir. Menurutnya, saat ini Bitcoin telah memasuki fase pra halving.

“Reli pra-halving telah mengambil peran. Mungkin kita akan melihat kelanjutan harga naik hingga US$ 48.000 – US$ 51.000,” ungkap Poppe.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.