Max Keizer Jelaskan Mengapa Bitcoin Akan Menjadi Pemenang Utama Setelah Pemilu AS

Pemilu AS selalu menarik perhatian, tidak hanya untuk warga AS tapi juga seluruh dunia. Pasalnya, konsekuensi hasil pemilu AS akan terasa dalam empat tahun ke depan ‘di mana-mana’. Hal ini mencakup keuangan tradisional, khususnya pasar saham AS.

Menurut Dan Clifton dari Strategas Research Partners, setiap presiden yang mampu menghindar dari resesi selama dua tahun menjelang pemilu adalah yang sedang menjabat. Hanya Calvin Coolidge yang berhasil memenangkan pemilu kembali saat menghalau rintangan ekonomi tahun 1920-an.

Catatan The New York Times, ekonomi AS secara resmi memasuki resesi pada Februari 2020. Kemudian muncul pertanyaan, apakah Trump akan bernasib sama seperti Coolidge? Atau, akankah sejarah kembali berulang sehingga Biden yang berkuasa?

Berbicara soal sejarah, Forbes mencatat ‘kinerja pasar saham akan lebih baik selama setahun setelah petahana terpilih kembali dari pada pemerintahan baru’. Data tersebut meyakinkan karena pemilu berdampak langsung pada pasar saham.

Berangkat dari pemikiran tersebut, muncul pertanyaan di komunitas crypto, bagaimana pemilu AS berdampak pada mata uang yang beroperasi di luar infrastruktur keuangan tradisional? – mata uang digital Bitcoin dalam hal ini.

Bitcoin telah melalui dua pemilu AS – tahun 2012 dan tahun 2016. Sebagian besar anggota komunitas setuju bahwa Bitcoin masih terlalu kecil dalam merasakan dampak pemilu AS. Tapi, berbeda dengan tahun 2020 ini.

Apa yang akan terjadi jika Trump, yang suka mengkritik industri crypto, kembali menjabat? Atau, apa yang akan terjadi jika Biden yang mengambil alih? Berbeda dengan seorang pembawa acara TV yang percaya bahwa Bitcoin tidak berkorelasi dengan politik AS.

Jika Trump menang: Pandangan Trump tentang Bitcoin masih sama dan tidak menguntungkan. Tahun 2019, Trump mengatakan, “bukan penggemar Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, yang bukan uang, dan yang nilainya sangat tidak stabil ,” melansir cryptopotato. Sulit membayangkan jika trump tiba-tiba mendukung cryptocurrency.

Sementara, Max Keizer memiliki keyakinan yang berbeda. Keizer mengatakan, “dengan Trump, yang setidaknya memahami sesuatu tentang kapitalisme, kenaikan Bitcoin akan lebih lambat saya yakin dia akan memenangkan pasar dengan meminta AS memasuki perang hash global yang sekarang dimpimpin Iran dalam seruan seperti Sputnik. Memasuki momen perlombaan hash.”

“Potongan besar dari tingkat hash global Bitcoin sebelum pesaing melakukannya. Saya tahu dari beberapa negara yang akan segera mengumumkan penjaminan negara utama dari tingkat hash BTC untuk mencoba dan menggulinggkan posisi Iran,” lanjut Keizer.

Pandangan Keizer, BTC akan meledak nilainya jika Biden muncul sebagai pemenang pemilu AS. “Seperti yang saya katakan, kemenangan Biden akan mempercepat kemajuan Bitcoin karena panic-buying dari mereka yang ingin melarikan diri dari sosialis, pencetak uang, dan MMT menjadi hyperdrive.”

Keizer juga menegaskan, Bitcoin lebih besar dari pemilu – karena tidak berkorelasi dengan apa pun. Bitcoin hanya berkorelasi dengan Bitcoin itu sendiri.

Terlepas dari hasil pemilu AS yang akan datang, Bitcoin akan terus mendapatkan dukungan. Keizer juga mengatakan, tidak peduli dengan siapa pemimpin AS, Bitcoin sedang berjalan untuk mengambil alih posisi emas sebagai penyimpanan nilai moneter.


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis