CryptoHarian

Pengamat Pasar Kripto Beberkan Skema Breakout Bitcoin, Simak Selengkapnya!

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) baru-baru ini mencatat pergerakan penting dengan keluar dari kisaran harga harian. Banyak dari kalangan investor hingga analis yang mempercayai bahwa ini adalah kelanjutan dari pergerakan bullish dari BTC. 

Seorang pengemat pasar kripto bernama Maartun di platform X menyebut, pemulihan ini terjadi setelah BTC mengalami periode konsolidasi yang cukup lama, tepatnya selama delapan minggu terakhir. 

“Dalam periode konsolidasi ini, telah terjadi tekanan penjualan yang cukup besar di Grayscale Bitcoin Trust (GBTC),” ungkap Maartun.

Maartun mengatakan, saat ini BTC sedang berusaha untuk menembus kisaran harga mingguan, dengan penutupan mingguan diperkirakan akan terjadi dalam tiga hari ke depan. Ini menjadi sorotan para investor karena breakout yang berkelanjutan bisa meningkatkan sentimen positif di pasar. 

Namun, perlu diingat bahwa jika BTC gagal mempertahankan kenaikan ini (dengan ditandai penurunan harian di bawah US$ 43.300), maka sentimen pasar bisa berubah menjadi negatif.

Menurutnya, indikator penting yang mendukung breakout ini adalah Gap Premium Coinbase, yang telah tetap negatif sejak pengumuman ETF. 

“Walaupun demikian, data terbaru menunjukkan adanya aktivitas pembelian yang signifikan dari investor institusi Amerika Serikat,” ujarnya.

Berita Bitcoin: Analisis 5 Crypto Potensial dengan Kapitalisasi Pasar Besar: BTC, ETH, BNB, XRP, ADA

Namun, di balik optimisme tersebut ada potensi risiko sebesar US$ 1,65 miliar yang mengancam pasar. Ketika harga Bitcoin naik, Minat Terbuka juga meningkat secara signifikan, yang menandakan banyaknya posisi investor. 

“Jika harga mulai turun, maka penutupan posisi ini secara cepat bisa memicu penurunan harga yang tajam,” kata Maartun 

Sementara itu, founder dari MN Trading Consultancy bernama Michael van de Poppe turut memberikan pandangannya. Ia berdalih, dengan harga Bitcoin melampaui US$ 45.000 dan menunjukkan kekuatan yang bagus, ada kemungkinan bahwa harga Bitcoin bergerak stabil dalam kisaran US$ 38.000 hingga US$ 50.000 dalam waktu dekat.

“Zona konsolidasi kami yakni antara US$ 38.000 – US$ 50.000. Ini adalah kisaran yang kita tentukan dan perkirakan,” paparnya.

Poppe juga menyebutkan tentang Exchange-Traded Fund (ETF) untuk Bitcoin. Dia mengatakan bahwa efek baik dan buruk dari ETF itu sudah diperhitungkan dalam harga saat ini. Artinya, meskipun ETF Bitcoin baru saja disetujui dan diluncurkan, pasar sudah siap dan kembali ke pertumbuhan alami.

“Sekarang kita kembali ke pertumbuhan pasar yang teratur dan organik,” pungkas Poppe.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.