Reaksi Muak Ahli Strategi Global Terkait Regulasi Aset Kripto dan Anteknya

Cryptoharian – Seorang Kepala Ekonom dan Ahli Strategi Global, Peter Schiff menyuarakan kejengahan atas desas-desus pembentukan regulasi kripto. Lewat Twitter, Schiff menyatakan bahwa pemilik aset kripto tidak memerlukan lebih banyak peraturan pemerintah. Ia juga mengklaim, saat ini yang harus diutamakan adalah regulasi pasar bebas dan tanggung jawab pribadi.

”Kami tidak membutuhkan lebih banyak peraturan pemerintah. Kami membutuhkan lebih banyak regulasi pasar bebas dan tanggung jawab pribadi. Mari kita akhiri The Fed, stimulus pemerintah, subsidi, penjaminan dan dana talangan. NYSE dimulai pada 1792. SEC tidak dibuat sampai 1934. Kami lebih baik tanpanya,” ungkap Schiff, Senin (22/11/2022).

Pernyataan tersebut, lanjutnya, terinspirasi oleh pihak seperti Sam Bankman Fried dan perusahannnya, yakni FTX yang seringkali bersuara untuk segera menerapkan regulasi bagi aset kripto.

“Cuitan ini terinspirasi oleh mereka yang menyerukan lebih banyak peraturan pemerintah setelah penipuan SBF dan FTX. Keindahan kapitalisme pasar bebas adalah ia mengatur dirinya sendiri. Persaingan untuk reputasi dan untung rugi adalah regulator yang lebih baik daripada birokrat yang mudah ditangkap,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menyatakan bahwa pihak regulator manapun selalu korup oleh industri yang mereka regulasikan. Dari cuitan ini, nampaknya memang ahli ekonom satu ini sangat kontra dengan Komisi Bursa dan Sekuritas AS (SEC) yang seringkali menjegal pemilik aset atau perusahaan kripto, dan juga memberikan kartu merah kepada siapapun yang mempromosikan mata uang kripto.

Hal tersebut juga disebutkan dalam komentar oleh pengguna Twitter bernama Cryptorich, yang menyatakan bahwa kripto memang lebih baik tanpa SEC.

“Saya setuju kita lebih baik tanpa SEC, Meskipun saya tidak melihat bahwa ada peraturan yang berarti dalam kripto. Saya kira regulasi minimal boleh, tentu tidak lebih dan lebih sedikit,” kata Cryptorich.

Namun, melansir dari coindesk.com, mantan pejabat SEC menjelaskan bahwa runtuhnya FTX dapat memacu lebih banyak seruan untuk regulasi di Capitol Hill. Lisa Braganca yang merupakan mantan kepala cabang penegakan di Komisi Sekuritas dan Bursa AS, mengatakan bahwa dirinya ragu jika Kongres akan bertindak.

“Saya masih memiliki keraguan serius tentang apakah Kongres ingin turun tangan dan melakukan sesuatu daripada membiarkan SEC dan CFTC (Komisi Perdagangan Berjangka) mengetahuinya. Ini rumit,” paparnya.

Di masa lalu, lanjutnya, CFTC dan SEC telah meminta Kongres untuk menetapkan pedoman yang jelas dalam mengatur aset digital dan membagi tugas antara kedua lembaga. FTX, pertukaran kripto yang didirikan dan dipimpin oleh pengusaha Sam Bankman-Fried, telah menempatkan regulator di tempat yang sulit, sebagian karena hubungan dekat Bankman-Fried dengan anggota parlemen.

“Lihatlah berapa banyak pekerjaan yang dilakukan SBF untuk membuat seseorang melangkah dan menyelesaikan regulasi, dan sekarang semuanya gagal,” tutur Braganca.

Ia menambahkan bahwa anggota parlemen tidak diperlengkapi untuk “mencari tahu sendiri” dan membutuhkan ahli dan lembaga yang dapat mereka percayai.

FTX akhirnya mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS minggu lalu menyusul serangkaian peristiwa, neraca perusahaan saudaranya, Alameda Research. Perusahaan tersebut sekarang menghadapi penyelidikan federal, menciptakan kekacauan yang lebih besar untuk pembentukan peraturan baru.

“Itu menciptakan segala macam hambatan regulasi,” pungkas Braganca. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.