10 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Dengan Gaji 2 Juta

Persoalan finansial jika dibahas memang tidak akan ada habisnya, termasuk persoalan gaji. Ada banyak permasalahan yang menurut banyak orang, nominal gaji sangat menentukan layak tidaknya seseorang hidup di kota maupun di desa. Padahal gaji hanyalah angka, tergantung bagaimana kita mengaturnya.

Sebenarnya berapapun gaji yang didapat pasti dapat di atur, terlebih dengan gaji Rp 2 juta. Dengan gaji Rp 2 juta tersebut, anda tetap dapat mengatur pengeluaran rumah tangga dan memenuhi kebutuhan keluarga anda dan menjaga neraca finansial anda tetap stabil.

10 TIPS MENGATUR PENGELUARAN RUMAH TANGGA DENGAN GAJI RP 2 JUTA

Untuk anda yang sering merasa kehabisan dan tidak cukup dengan gaji Rp 2 juta, simak 10 cara mengatur pengeluaran rumah tangga anda dengan Rp 2 juta tersebut.

Namun, sebelum masuk ke 10 tips yang akan dibahas dibawah ini, perlu diingat bahwa untuk menuju finansial yang stabil dan mencukupi kebutuhan perlu dibiasakan membangun kebiasaan. Dan ada beberapa poin kebiasaan yang perlu dibangun di 10 tips tersebut

1.MEMBIASAKAN DIRI TIDAK BERHUTANG

Membiasakan diri untuk berhutang bukanlah pilihan yang bijak dalam hidup. Seberapapun jumlah uang hasil berhutang, akan membuat kita terbebani, terlebih jika memutuskan berhutang pada rentenir yang tak hanya membuat beban hidup bertambah, tapi juga membuat kita semakin kekurangan karena bunga yang besar dan jangka waktu pelunasan yang singkat.

Sebisa mungkin, hindari berhutang. Dengan membiasakan diri untuk tidak berhutang, anda akan tak hanya merasa menjadi lebih tenteram namun anda akan terbiasa mandiri dan kreatif untuk menyiasati segala keterbatasan yang saat ini anda alami.

Jadi, jika kebiasaan memaksa diri untuk tidak berhutang ini terus anda lakukan, anda tidak akan kehabisan ide untuk menyiasati kebutuhan hidup anda sehari – hari.

Selain itu, lebih baik berhemat dan tidak memiliki apa yang diinginkan daripada berhutang.

Kebiasaan ini akan membawa kedamaian di dalam hidup dan anda akan lebih terbiasa untuk tidak menghabiskan uang yang dihasilkan serta menghindarkan diri anda dan keluarga dari renggangnya persaudaraan.

2.MEMULAI HIDUP HEMAT

Kebiasaan kedua yang perlu dilakukan adalah memulai hidup hemat. Berapapun gaji yang didapatkan, sebaiknya hidup berhemat ini sudah seharusnya dilakukan.

Dengan mempraktekkan kebiasaan ini, anda pun akan terbiasa hidup dengan sederhana dan berapapun uang dan gaji yang anda dapatkan setiap bulannya menjadi tidak masalah. Bahkan dengan Rp 2 juta, anda tetap dapat menanbung namun juga tidak sampai kelaparan.

Untuk mengalokasikan kebutuhan sehari – hari, biasakan membuat catatan apa saja yang perlu anda beli dan tentukan budgetnya.

Misalnya, setiap bulannya anda membuat budget Rp 500.000 untuk kebutuhan 2 orang, maka dari Rp 500.000 tersebut, anda dapat membelanjakan sayur, buah, beras, bumbu masak, alat kebersihan seperti sabun, shampoo, cairan pembersih lantai dan sabun cuci baju. PIlah – pilah juga merk dan jenisnya.

Terapkan mindset bahwa anda dapat mengatur uang tersebut untuk memenuhi semua kebutuhan anda.

Misalnya memilih lauk yang murah, tempat belanja yang harganya lebih murah, merk sabun dan pembersih lainnya yang harganya lebih terjangkau, atau yang sedang diskon.

3.MENCATAT KEBUTUHAN BULANAN

Kebiasaan ketiga yang membuat anda mampu mengatur pengeluaran dari gaji Rp 2 juta adalah kebiasaan selalu mencatat kebutuhan bulanan sebelum berbelanja.

Memang terdengar sepele, namun membiasakan diri mencatat kebutuhan dan memperkirakan berapa uang yang harus dipersiapkan bisa menjadi trik jitu untuk menghindari belanja berlebihan dan membuat uang cepat habis.

Misalnya, untuk kebutuhan rumah tangga, anda sebenarnya bisa memanfaatkan uang Rp 500 ribu untuk belanja sayur mingguan dan alat kebersihan rumah, namun anda bisa belanja sampai satu juta jika tidak merencanakan list belanjaan terlebih dahulu.

Maka dari itu, siapkan list belanjaan apa saja yang harus anda beli untuk kebutuhan bulanan dan juga bawalah uang secukupnya di dompet saat berbelanja.

Dengan membawa uang yang pas – pasan, akan membantu anda mengontrol diri untuk tidak kebablasan saat berbelanja. Gunakan 1 buku khusus yang anda gunakan untuk mencatat kebutuhan anda atau gunakan aplikasi pengatur pengeluaran dan pemasukan yang bisa anda unduh dan gunakan secara gratis di ponsel pintar anda.

4.TERBIASA MENGUMPULKAN UANG RECEH

Berikutnya adalah kebiasaan mengumpulkan uang receh. Memang terdengar sepele, namun recehan seperti uang koin dan uang seribuan hingga dua ribuan tetaplah mata uang.

Apalagi jika anda sudah mengumpulkan recehan tersebut dengan jumlah yang  banyak. Anda dapat menukarnya ke bank dan anda gunakan untuk kebutuhan mendesak jika suatu hari dibutuhkan.

Untuk itu sediakan 1 botol atau kaleng khusus untuk menyimpan uang receh anda. Tak perlu membeli yang baru, cukup gunakan kaleng atau botol bekas.  

5.MENENTUKAN SKALA PRIORITAS

Berikutnya adalah menentukan skala prioritas. Poin ini amat sangat penting untuk anda yang ingin membiasakan diri untuk mencukupkan berapapun uang gaji anda untuk biaya hidup bulanan. Kategorikan pengeluaran mana saja yang sifatnya primer, sekunder, dan tersier.

Misalnya, untuk pengeluaran primer, catatlah terlebih dahulu kebutuhan bulanan yang sifatnya wajib anda bayarkan, misalnya mempersiapkan uang belanja untuk kebutuhan pangan, kebersihan, dan tagihan seperti pembayaran uang kontrakan, uang bensin, listrik, air, uang menabung dan sebagainya.

Uang menabung ini perlu disiapkan di awal agar anda dapat melatih diri untuk wajib menabung di awal, meskipun di urutan pengeluaran primer, menabung dapat anda tempatkan di urutan terakhir di kebutuhan primer ini.

Cara ini juga sangat berguna bagi anda sesuai dengan kebutuhan mendesak yang saat ini anda dan keluarga alami.

Misalnya saja, persiapkan dana cadangan khusus untuk anda yang akan memiliki anak di kemudian hari, karena harus mempersiapkan biaya persalinan, pemenuhan gizi ibu hamil dan biaya pembelian susu formula.

Atau biaya yang perlu anda persiapkan untuk membayar biaya SPP adik dan kebutuhan yang tidak dapat ditunda lainnya.

6.MEMPERSIAPKAN DANA DARURAT

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan dana darurat. Mempersiapkan dana ini tidak hanya menjadi penyelamat anda di kala sedang butuh tambahan uang atau tiba – tiba harus melakukan pembayaran yang tidak direncanakan sebelumnya.

Untuk mempersiapkan dana darurat, siapkan dana 3 sampai 6 kali dari gaji bulanan anda. Sehingga, jika gaji anda Rp 2 juta, maka danda darurat yang perlu disiapkan adalah Rp 6 juta hingga Rp 12 juta.

Untuk anda yang masih pemula mempersiapkan dana darurat ini, langkah pertama adalah menyisihkan sebagian uang saat baru saja menyisihkan gaji.

Misalnya dengan gaji Rp 2 juta, anda dapat mengalokasikan dana Rp 300ribu hingga Rp 500ribu perbulannya, sehingga anda dapat mengumpulkan dana darurat dalam waktu kurang dari dua bulan.

Membangun dana darurat di awal memang sangat susah, tapi dengan pengorbanan ini anda dapat membangun masa depan yang lebih aman.

Jika menurut anda Rp 300rb – Rp 500rb ini berat, cobalah evaluasi pengeluaran anda, pengeluaran mana saja yang dapat di eliminasi sementara dalam 2 tahun ini.  

7.SELALU BUAT PERSIAPAN

Berikutnya adalah selalu membuat persiapan. Maksudnya disini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang tidak pasti seperti kebutuhan pangan, kesehatan, dan tempat tinggal. Persiapkan semuanya di awal.

Misalnya untuk mempersiapkan kebutuhan pangan, siapkan beberapa kebutuhan pangan yang dapat disimpan untuk kurun waktu yang lama, misalnya menyediakan stok mie instan dan beras untuk berjaga – jaga jika tiba – tiba anda kekurangan kebutuhan pangan.

Untuk kesehatan, anda dapat mempersiapkannya dengan memiliki asuransi kesehatan.

Dan untuk tempat tinggal, jika anda sudah memiliki tempat tinggal sendiri, maka anda sudah aman, namun jika saat ini anda masih mengontrak, sebaiknya mulai dipikirkan untuk menabung membeli rumah untuk beberapa tahun ke depan. 

8.MENABUNG UNTUK MEMBUKA USAHA

Top view of businesswoman writing on notebook while looking business chart on smartphone with laptop and other office supplies in comfortable workplace

Selanjutnya adalah persiapan untuk membuka usaha. Karena kita hidup di dunia yang penuh ketidakpastian, sebaiknya tidak pernah bergantung pada satu sumber penghasilan saja  meskipun sumber tersebut adalah penghasilan pasti bulanan.

Setelah anda berhasil memiliki dana darurat yang cukup, dan sudah mulai memiliki asuransi kesehatan, maka yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah mempersiapkan tabungan untuk membuka usaha. Tidak perlu harus menabung hingga jutaan sebagai modal.

Berapapun jumlah modal yang anda miliki, anda dapat mulai membuka usaha. Misalnya, jika anda hanya memiliki modal puluhan hingga ratusan ribu, anda dapat mulai berbisnis catering.

Buatlah contoh makanan catering dapat anda masak, fotolah hasil makanan tersebut dan sebarkan ke grup whatsapp keluarga dan kerabat, mintalah mereka untuk menyebarkan usaha anda.

Usaha lain yang tidak membutuhkan modal tinggi adalah berjualan pulsa yang dapat dimulai dari modal Rp 150.000 saja.

Anda sebenarnya juga dapat memulai usaha tanpa modal sekalipun dengan cara memanfaatkan keahlian anda sebagai modal.

Misalnya untuk anda yang memiliki bakat bernyanyi atau menjadi MC, anda dapat mempromosikan bakat tersebut dan menjualnya ke orang – orang yang membutuhkan MC atau penyanyi di acara yang mereka butuhkan.

9.MULAI BERINVESTASI

Level selanjutnya yang perlu disiapkan adalah berinvestasi. Namun level ini sebaiknya anda lakukan jika saat ini anda sudah memiliki dana darurat, asuransi kesehatan, dan memiiki usaha untuk menambah penghasilan anda.

Jika anda sudah mempersiapkan ketiga poin tersebut, anda dapat mulai berinvestasi di instrument yang anda pahami.

Misalnya, jika saat ini anda masih hanya memahami investasi emas, anda bisa mulai untuk membeli emas murni yang sekarang ini sangat terjangkau. Anda tidak harus mulai dengan membeli emas antam 500 gram atau lebih.

Namun kini sudah tersedia penjual emas murni yang menjual kepingan emas mulai dari 0,50 gram, 1 gram, 50 gram, 100 gram dan masih banyak varian yang dapat anda sesuaikan dengan budget anda.

Anda juga bisa mencoba berinvestasi reksadana atau saham yang memiliki prospek cerah jika dilihat dari performa perusahaannya dan harganya tetap ramah di kantong.

Saat ini anda sudah dapat mulai membeli produk reksadana atau saham mulai dari Rp 50.000 – Rp 100.000.

Hindari menginvestasikan uang anda pada produk investasi yang meragukan atau yang tidak anda pahami.

Hindari juga tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat – lipat pada durasi yang singkat dan harga yang murah, teliti dahulu instrument investasi itu jika tidak ingin terjebak dalam permainan investasi bodong yang membuat anda tertipu.

Perbanyak informasi dan ilmu berinvestasi sebelum memulainya.

10.MEMILIKI ASURANSI KESEHATAN

Berikutnya adalah memiliki asuransi kesehatan. Kesehatan itu sebenarnya bisa murah dan bisa mahal. Jika kita tidak menjaga kesehatan dan akhirnya terkena penyakit, maka harga kesehatan dapat terukur seberapa murah atau mahalnya mereka.

Untuk itu, sebaiknya kesehatan pun tetap harus dipersiapkan. Selain selalu menerapkan pola hidup sehat dan sederhana seperti tidur cukup, konsumsi air dan sayur yang cukup, mempersiapkan asuransi kesehatan pun tetap harus dilakukan.

Memang, saat ini ada banyak varian asuransi yang bisa anda pilih, dan harganya pun bervariasi, namun anda dapat membeli asuransi kesehatan yang terjangkau.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan BPJS yang sudah disediakan oleh pemerintah. Iuran bulanan BPJS pun bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial anggotanya. 

SIMULASI MENGATUR GAJI Rp 2 JUTA UNTUK KEBUTUHAN RUMAH TANGGA

Untuk membuat penjelasan terasa lebih nyata, berikut sebuah study case tentang mengatur gaji Rp 2 juta untuk kebutuhan rumah tangga.

Dhani baru saja menikah dengan Laras dan hari ini adalah gaji pertamanya sebagai suami. Laras pun membuat perencanaan keuangan keluarganya untuk 2 – 3 tahun kedepan.

Bulan 1 – 12

Ini adalah rencana pengeluaran bulanan yang Laras lakukan selama 12 bulan. Mereka menyisihkan uang tabungan Rp 250.000 untuk tabungan jika mereka memiliki bayi di kemudian hari atau dapat digunakan juga untuk mengumpulkan uang mengontrak rumah sendiri tahun depan.

Sedangkan pengeluaran tak terduga digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti teman menikah, melahirkan, atau iuran keluarga lainnya.

NoKEBUTUHANJUMLAH ALOKASI DANA
1Iuran belanja Sayur dan kebutuhan rumahRp 600.000
2Dana daruratRp 450.000
3TabunganRp 500.000
4Pengeluaran sedekah + tak terduga (hanya untuk berjaga – jaga)Rp 450.000

Bulan 13 – 18

Pada tahun kedua, alokasi dana perbulan Laras mulai berubah karena uang dana darurat sudah terkumpul dan mereka membayar sendiri biaya kontrakan dan kebutuhan sehari – hari. Sisa pengeluaran tak terduga dan sebagian tabungan di gunakan sebagai modal untuk membuka usaha kecil – kecilan.

NoKEBUTUHANJUMLAH ALOKASI DANA
1Belanja Sayur dan kebutuhan rumahRp 500.000
2Iuran BPJSRp 70.000
3Bayar KontrakanRp 600.000
3Listrik + air + gas + air galonRp 250.000
4TabunganRp 300.000
5Pengeluaran sedekah + tak terduga (hanya untuk berjaga – jaga)Rp 250.000

Pada bulan ke 18, Laras menggunakan dana Rp 800.000 dari sisa pengeluaran tak terduga dan sebagian tabungan untuk modal berjualan nasi uduk dan pecel yang dibuka setiap setiap jam 6 hingga jam 10 di depan rumahnya. Hingga pendapatan keluarga pun bertambah menjadi Rp 2.500.000.

Alokasi dana setiap bulan keluarga Laras pun berubah lagi karena mereka harus menabung untui keperluan anak, dan berinvestasi sebagai tabungan membeli rumah beberapa tahun kemudian.

Ilustrasi kebutuhan rumah tangga Laras dan Dhani diatas tentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan keluarga anda saat ini dan tidak hanya dapat di implementasikan untuk kebutuhan rumah tangga bagi anda yang menikah, perhitungan ini dapat dipakai untuk segala kebutuhan, termasuk anda yang menanggung hidup orangtua dan saudara di rumah.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis