CryptoHarian
Home » Berita Crypto » ATM Bitcoin yang Terinfeksi Malware Bisa Dibeli Online

ATM Bitcoin yang Terinfeksi Malware Bisa Dibeli Online

Trend Micro, sebuah perusahaan pembuat perangkat lunak keamanan yang berbasis di Tokyo, telah menemukan perangkat ATM Bitcoin yang sudah terkena virus di pasar online, menurut posting blog yang diterbitkan 8 Agustus.

Dalam posting blog, Trend Mitco mengutip iklan yang diposting oleh pengguna “tampaknya mapan dan dihormati” di forum darknet. Untuk harga $25,000, penjahat dapat membeli malware ATM Bitcoin yang sudah disertai dengan kartu siap pakai dengan kemampuan near-field communication (NFC) dan EMV.

Perangkat lunak yang sudah terinfeksi dengan malware dilaporkan mengekpolitasi kerentanan ATM Bitcoin, yang memungkinkan penipu menerima BTC setara hingga $6,750. Menurut Trend Micro, penjual telah menerima lebih dari 100 ulasan di online untuk malware dan produk lainnya.

Thread forum lainnya menunjukan bahwa penjual juga menawarkan malware ATM yang biasa dan sudah diperbarui dengan standar EMV. Penelitian lebih lanjut dilaporkan bahwa malware mengekploitasi kerentenan menu untuk memutuskan sambungan ATM dari jaringan untuk menonaktifkan alarm. Trend Micro menyarankan:

“Selama ada uang yang bisa dihasilkan- dan uang ada sangat banyak di dunia cryptocurrency- penjahar cyber akan terus merancang alat dan memperluas ke pasar crypto. Seiring bertambahnya jumlah ATM Bitcoin, kita bisa mengantisipasi bahwa akan lebih banyak jenis malware menargetkan ATM cryptocurrency di masa depan.”

Studi terbaru lainnya yang dilakukan oleh perusahaan keamanan Duo Security telah mengungkapkan jaringan ribuan scam bot yang berkaitan dengan crypto di Twitter, mengiklankan “hadiah” palsu. Studi ini melibatkan 88 juta akun Twitter, dengan para peneliti menggunakan teknik pembelajaran mesin bot untuk membuat bot yang bisa mendeteksi scam bot. Mesin tersebut menemukan 15,000 bit yang menyebarkan kompetisi palsu dan juga menyamar beberapa tokoh dan bisnis industri cryptocurrency yang terkenal

Pada bulan Juli, Valve corporation menghapus game dari steam karena game tersebut diduga membajak komputer pengguna untuk menambang Monero. Steam mengambil tindakan setelah beberapa pengguna mengeluh file setup game sepertinya memasukan virus Trojan dan Malware yang menyamar sebagai proses peluncuran steam.exe.

Septiady

Septiady

Add comment

Update Berita Cryptocurrency Terbaru

Advertisement