Berita Bitcoin: Apakah Crypto.com Akan Bangkrut Seperti FTX.com?

Cryptoharian – Satu lagi kabar tidak enak yang didapatkan oleh investor trader, yakni soal isu aset Cronos (CRO) milik Crypto.com sedang berpindah dalam jumlah besar. Berdasarkan data dari Tradingview.com, Cronos turun 24,6% dalam 24 jam terakhir ke angka  US$0.060.

Penurunan ini sebelumnya terjadi pada FTX, dimana FTT tiba-tiba mengalami penurunan drastis pekan lalu sebelum dinyatakan bangkrut. Kronologi berawal saat Crypto.com secara tidak sengaja mengirim sebanyak 320 ribu koin Ethereum (ETH) ke alamat dompet Gate.io.

Sebelumnya, seorang investor CRO bernama Conor yang merupakan anggota komunitas Crypto.com di Twitter menanyakan soal perpindahan ratusan ETH tersebut ke dompet Gate.io.

Ia mengaku khawatir tentang transfer 320.000 ETH dari dompet dingin Crypto.com ke Gate.io, mengingat yang pertama mengklaim bahwa 100% cryptocurrency milik pengguna disimpan offline dalam penyimpanan dingin dalam kemitraan dengan penyedia dompet perangkat keras Ledger.

Menanggapi hal tersebut, Kris Marszalek selaku CEO Crypto.com mengungkapkan bahwa dana mewakili 82% dari penyimpanan ETH Crypto.com di cold storage pada saat penulisan, telah dikirim secara tidak sengaja ke Gate.io.

“Itu seharusnya pindah ke alamat penyimpanan dingin baru, tetapi dikirim ke alamat pertukaran eksternal yang masuk daftar putih (Gate.io),” ujarnya. 

Juru bicara Crypto.com mengklarifikasi bahwa alamat yang masuk daftar putih di Gate.io dimiliki oleh Crypto.com. Terlepas dari itu, Marszalek mengkonfirmasi bahwa Gate.io mengembalikan dana ke cold storage Crypto.com dan meyakinkan investor bahwa proses dan fitur baru yang diterapkan akan mencegah hal tersebut terulang lagi.

Dalam tweetnya, Marszalek menyatakan bahwa perpindahan dana dari sistem penyimpanan Crypto.com bisa dilakukan, antara alamat yang disetujui dan daftar putih yang dilampirkan ke dompet dingin, dompet panas dan akun perusahaan milik Crypto.com di bursa pihak ketiga.

“Dalam kasus ini, alamat yang masuk daftar putih milik salah satu akun perusahaan kami di bursa pihak ke-3, bukan dompet dingin kami. Sejak itu kami telah memperkuat proses dan sistem kami untuk mengelola transfer internal ini dengan lebih baik,” kata Marszalek.

Pihak Gate.io pun memberikan klarifikasi terkait kejadian ini, dan mengklaim bahwa dana tersebut telah dikembalikan lewat sejumlah transaksi.

Kendati demikian, melansir dari cointelegraph.com, data on-chain mengkonfirmasi bahwa Gate.io mengembalikan 285.000 ETH kembali ke Crypto.com. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa 35.000 ETH yang hilang dikirim ke alamat yang berbeda, yang belum dikonfirmasi oleh pertukaran crypto.

Ini bukan pertama kalinya Crypto.com menjadi berita utama untuk transfer yang tidak disengaja. Kembali pada Agustus 2022, ditemukan bahwa Crypto.com secara tidak sengaja mengirim AUD US$10,5 juta (senilai lebih dari US$7 juta) kepada investor yang berbasis di Melbourne, yang seharusnya merupakan pengembalian dana sebesar AUD $100 (US$67). Insiden itu terjadi kembali pada Mei 2021 tetapi tidak ditemukan sampai audit tahunan pada Desember 2021.

Aset ini sendiri juga disindir oleh Changpeng Zao (CZ), yang mengatakan soal sinyal bahaya apabila perusahaan pertukaran kripto memindahkan sejumlah besar aset sebelum atau setelah mereka menunjukkan alamat dompet. 

“Jika pertukaran harus memindahkan sejumlah besar crypto sebelum atau setelah mereka menunjukkan alamat dompet mereka, itu adalah tanda masalah yang jelas. Tinggal jauh,” ungkap CZ, Minggu (13/11/2022). [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.