CryptoHarian

Bitcoin Tak Jadi Koreksi, Berikut Prediksi Seorang Analis Papan Atas

Cryptoharian – Bitcoin (BTC) pada hari Senin (12/2/2024) pagi telah mencapai harga US$ 48.300. Harga ini merupakan imbas kenaikan sebesar 1,28 persen dalam kurun waktu 24 jam. Berdasarkan pergerakan positif ini, seorang analis papan atas di platform X bernama ‘Doctor Profit’, kembali mengemukakan prediksi harga selanjutnya.

Dalam laporan mingguan terbaru, Doctor Profit menegaskan adanya kelanjutan bullish. Ia memprediksi kemungkinan naik ini bakal berlanjut menuju kisaran US$ 50.000 – US$ 52.000 dalam jangka pendek.

“Minggu lalu ketika Bitcoin berada di antara US$ 40.000 – US$ 42.000, saya telah memprediksi bahwa pasar sedang berubah. Selain itu, BTC sesuai perkiraan saya memang berhasil menembus di atas MA100, EMA50, dan baru-baru ini MA50 setiap hari,” ungkap Doctor Profit.

Doctor Profit menyatakan, skeptisisme ternyata datang dari beberapa pihak, khususnya yang mengantisipasi target lebih rendah di sekitar 38 ribu. Akan tetapi, proyeksinya pun telah terbukti tepat, dengan Bitcoin mencapai target US$ 44.000 dan US$ 48.000.

Dengan indikator Supertrend bulanan berbalik sangat bullish untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2019, ia menyarankan bahwa fase bull emas Bitcoin mungkin akan segera datang.

“Melihat ke depan, saya melihat fase ketiga dari bull run yang ditandai dengan fase bull emas. Fase ini biasanya mengikuti breakout yang jelas di atas US$ 48.000,” ujarnya. 

Dari hasil analisanya, dia menyoroti pembelian signifikan terbaru dari Bitcoin spot ETF, yang totalnya lebih dari 400 juta dolar. Menurutnya, ada ketidakseimbangan penawaran permintaan yang semakin meningkat yang dapat memicu guncangan pasokan di pasar. 

“Ketika penjualan Grayscale menurun dan pembelian meningkat, kemungkinan harga akan mengalami tekanan ke atas lebih lanjut pada harga Bitcoin,” kata Doctor Profit.

Menanggapi pemicu potensial untuk pergerakan pasar, Doktor Profit mencatat rilis data inflasi CPI yang akan datang pada hari Selasa, yang dapat menyebabkan volatilitas. Dalam hal ini, terutama jika hasilnya melebihi ekspektasi pasar. Namun, Doktor Profit mengantisipasi volatilitas yang lebih rendah pada hari Jumat dengan rilis data PPI.

“Dalam kalender, kita mempunyai dua hari penting. Selasa kita akan melihat data inflasi CPI. Sementara pasar mengharapkan 0,3 persen, saya memperkirakan hasil lebih baik yang akan menyebabkan tekanan jual ke DXY, dan menyebabkan tekanan beli di pasar saham dan kripto. Untuk hari Jumat depan, data PPI dipublikasikan. Mungkin lebih sedikit volatilitas pada hari Jumat nanti,” paparnya.

Kendati demikian, Doctor Profit memperkuat kembali catatan lintasannya yang akurat dalam memprediksi pergerakan harga Bitcoin, termasuk memanggil puncak 60 ribu pada tahun 2021 dan dasar 18 ribu pada tahun 2022. 

Sebagai informasi, Doctor Profit merupakan salah satu analis dengan sembilan ramalan akurat berturut-turut. Hal ini dituliskan oleh media keuangan, dengan “Finanzen.net”, yang menyoroti ketepatan prediksinya dalam pasar.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.