15 Daftar dan Harga Saham Blue Chip Terbaik di BEI 2020

Bagi Anda sekalian yang tertarik berinvestasi di dunia saham, pasti sering mendengarkan nasihat dari beberapa broker ataupun bacaan yang menyarankan untuk berinvestasi dengan saham blue chip. 

Karena pandemic Corona, saham blue chips sangat bagus untuk diinvestasikan karena harga sedang anjlok dari harga tertinggi mereka.

Saham blue chips juga lebih aman jika dibandingkan dengan cryptocurrency.

Mengapa saham blue chip di Bursa Efek Indonesia (BEI) bagus untuk dibeli?

Karena saham blue chip berasal dari perusahaan ternama, mempunyai reputasi baik dan mudah diperjual-belikan di bursa saham karena peminatnya sudah banyak. 

Kali ini kami akan mengupas dan membahas lebih detil tentang saham blue chip dan kriteria seperti apa yang dimiliki oleh saham tersebut.

Jika Anda merasa asing terhadap dunia saham, baca panduan investasi saham lengkap disini. Baca juga tips dan pengetahuan penting sebelum berinvestasi saham disini.  

Apa itu Saham Blue Chip? 

Saham blue chip adalah saham perusahaan yang mapan dan sehat secara finansial. 

Saham blue chip akan secara konsisten melaporkan keuntungan atau laba di masa ekonomi yang baik maupun buruk.

Saham blue chip juga memiliki kapitalisasi pasar besar dan merupakan pemimpin di sektor atau industri masing-masing. 

Sebagai contoh, saham Telkomsel (TLKM) adalah saham blue chip handal yang rendah risiko dibandingkan perusahaan baru lainnya yang berdagang di bursa efek. 

Mereka memberikan hasil keuangan yang kuat dan memberikan penghargaan kepada pemegang saham dengan dividen reguler.

Saham blue chip cenderung aman, ia menyediakan Anda pengembalian yang baik di masa depan. 

Agar dapat memenuhi kriteria saham blue chip, saham harus memiliki rekam jejak yang stabil dan mapan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Daftar dan Harga Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia

Pada Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri sudah tercatat lebih dari 600 saham yang terdaftar. Dalam waktu beberapa bulan biasanya terdapat update mengenai daftar saham blue chip yang direkomendasikan dan bisa dicermati oleh para investor. 

Untuk saat ini, berikut adalah daftar saham blue chip yang mempunyai reputasi dan performa baik di Tanah Air: 

1.Bank Central Asia (BCA) – BBCA 

BCA adalah bank swasta terbesar di Indonesia. BCA memang merupakan salah satu bank terbaik di Indonesia.

Jaringan ATM BCA juga adalah yang paling luas sehingga jumlah nasabahnya sangat banyak menyentuh angka jutaan. 

Perusahaan mereka dikelola dengan efisien sehingga tercermin pada Return on Asset (ROA) yang paling tinggi diantara bank lain di kelasnya dan tingkat kredit macet yang rendah, ia merupakan yang terbaik dari kompetisinya. 

Di area BEI, saham BCA dengan kode BBCA mempunyai volume 11.378.100 lembar saham dengan harga saham terakhir pada penutupan hari jumat (4/10) sore kemarin adalah Rp 30.225. 

Pada tanggal 30 April 2019 BCA membagikan total dividen tunai untuk tahun 2018 yang berjumlah Rp 8,3 triliun.

Pada tahun 2020, BCA membagikan dividen final tahun buku 2019 sebesar Rp 455 per saham. BEI telah membayar dividen interim Rp 100 per saham pada Desember 2019.

Jadi BCA memberikan total dividen sebanyak Rp 555 per saham.

Dengan status fundamental mereka yang kokoh, BBCA merupakan saham blue chip pilihan banyak investor. 

Baca Juga: 30 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2020

2.Bank Rakyat Indonesia (BRI) – BBRI

Saham dari BRI juga cenderung diminati oleh banyak investor karena performa mereka yang baik.

Tergolong aktif dalam perdagangan di bursa efek, saham BRI dengan kode BBRI menjadi pilihan utama dalam investasi.

Saham BRI mempunyai kapitalisasi pasar fantastis sebesar Rp 372,35 triliun per 31 Maret 2020. 

Jumlah saham mereka yang beredar di market adalah 123.345.810.000.

Saham BBRI berhasil memperoleh profit bersih sebesar Rp 34,42 triliun pada tahun 2019 lalu.

Kinerja saham blue chip BRI yang bersemangat dan hebat berasal dari komitmen yang baik untuk terus memberikan pinjaman kredit kepada UMKM. 

Selain itu, BBRI sering melakukan stock split – ini bertujuan agar masyarakat bisa menjangkau dan mengambil bagian dari saham mereka.

Terakhir kali stock split dilakukan adalah pada Oktober 2017, dimana saham BBRI mencapai nilai Rp 15 ribu per lembar dan pihak manajemen sepakat untuk melakukan stock split menjadi 1:5.

Pada tahun 2019, saham BBRI membagikan dividen dengan total Rp 20,63 triliun atau setara dengan 60% dari laba 2019.

Pertumbuhan kredit BRI sangat konsisten, sebagai bank dengan aset kedua terbesar setelah BCA, BRi ini mencatat pertumbuhan kredit yang stabil diatas industri, ini berkat pangsa pasar UMKM dimana BRI bermain dengan kompetitor yang sangat sedikit. 

Baca Juga: 27 Aplikasi Penghasil Pulsa dan Penghasil Uang Gratis Di 2020

Baca Juga: Cara Trading Forex dan Saham Untuk Pemula, Cuan Terus

3.Unilever Indonesia – UNVR

Korporasi consumer goods terbesar di Indonesia ini sangat terkenal, mungkin Anda pernah mendengar Royco maupun Rexona, maka itu adalah brand dari mereka.

ROE (return of equity) dari Unilever mencapai 142 persen pada tahun 2018 dan sejak 2014 ROE UNVR selalu diatas 100 persen.

Profit mereka selalu meningkat setiap tahun dan mencapai Rp 9 triliun pada tahun 2018. 

ROE membuktikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari setiap equity yang diberikan pemegang saham,

angka diatas 100 persen berarti dari setiap 1 rupiah modal pemegang saham manajemen UNVR bisa memberikan keuntungan lebih dari 1 x modal. 

Saham blue chip UNVR hampir dikatakan tidak mempunyai hutang Bank, ini karena pendapatan mereka sangat besar dibandingkan aset perusahaan yang menunjukkan efisiensi operasi perusahaan ketika menjalankan bisnis.  

Harga saham UNVR bergerak dari Rp 1940 per lembar pada tahun 2003 silam menjadi Rp 54,400 pada Januari 2018.

Pada tahun 2019, mereka membagikan dividen dengan nilai Rp 430 per saham dengan total Rp 3.28 triliun.

Ini jelas merupakan indikator hebat dan tidak ada yang tahu harga mereka bisa saja meningkat lagi pada 10 tahun yang akan mendatang dengan nominal yang tidak terkira. 

Baca Juga: 9 Hal Penting Untuk Diperhatikan Sebelum Membeli Reksadana

4.Telekomunikasi Indonesia – TLKM

Perusahaan raksasa BUMN ini bergerak di jasa telekomunikasi ini sudah lama melayani masyarakat Indonesia.

Kapitalisasi pasar yang dimiliki saham TLKM per 31 Maret 2020 adalah sebesar Rp 313,04 triliun dengan total saham beredar di BEI sebanyak 99.062.216.600. 

TLKM dengan konsisten berhasil memperoleh keuntungan bersih dari tahun ke tahun meskipun dalam kondisi ekonomi yang sedang tidak pasti.

ROE mereka yang terus bertumbuh sebsar 22,03 persen adalah kabar yang baik. 

Telkomsel juga rutin membagi dividen kepada pemegang saham setiap tahun.

Pada 2018 silam, mereka mengeluarkan Rp 16.2 triliun untuk membayar dividen atau 90 persen profit. 

Dalam 10 tahun terakhir, dividen payout TLKM meningkat 40 persen ke 90 persen profit.

Perusahaan yang membagi dividen secara konsisten adalah ciri-ciri perusahaan dengan kinerja baik.

Karena tidak mungkin dividen diberikan jika performa perusahaan sedang buruk, karena pasti laba ditahan dan dialokasikan untuk memperbaiki kinerja. 

Saham blue chip tersebut mempunyai masa depan cerah karena mereka adalah pemain terbesar di bidang telkomunikasi di Indonesia.

Baca Juga: 38 Peluang Usaha Rumahan Modal Kecil Dan Tips Untuk Memulai 2020

5.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk – ICBP

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merupakan perusahaan produsen mie instan yang sangat terkenal di masyarakat lokal.

Populasi penduduk Indonesia yang besar dan demografi yang akan datang membuat pasar makanan selalu prospektif. 

Pertumbuhan penghasilan dari korporasi Indofood ini tumbuh secara konsisten dari tahun ke tahun.

Kemampuan perusahaan menghasilkan laba terhadap modal yang disetor pemegang saham adalah tinggi dengan ROE mencapai 21 persen dan ROA 13.7 persen jauh diatas rata-rata saham industry makanan di BEI. 

Pada tahun 2019, mereka membagikan dividen tunai Rp 171 per saham dengan total Rp 1.5 triliun.

Saham blue chip makanan sangat aman, apalagi Indofood karena mereka mempunyai sudah menjadi brand yang tidak bisa dipungkiri lagi.

6.Bank Mandiri (persero) Tbk – BMRI

Kinerja saham blue chip Mandiri- BMRI pada 2019 lalu mencatat laba bersih senilai Rp 27,5 triliun atau tumbuh 9,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja ini relatif stabil karena BMRI mampu menyeimbangkan pertumbuhan laba bersih dan kredit. 

Bank Mandiri juga merupakan salah satu Bank terbesar di Indonesia, performa jangka panjang mereka diprediksikan akan tetap stabilmeskipun sempat mengalami penurunan 6.57 persen pada hari Senin (9/3/2020), IHSG pada selasa pagi (10/3/2020) dibuka naik pagi itu 12,68 poin atau 0,24 persen ke level 5.149.49. 

7.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) – PGAS

Perusahaan Gas Negara (PGN) merupakan perusahaan nasional Indonesia yang bergerak di bidang transportasi dan distribusi gas bumi yang berperan dalam pemenuhan gas bumi domestik. 

Saat ini pun Pemerintah Indonesia sendiri mempunyai 56,96 persen dari total saham PGAS, ini berarti setara dengan 13,8 miliar lembar saham lewat PT Pertamina (Persero). 

Saham PGAS sempat turun menuju angka Rp 605 per lembar saham, ini tentu merupakan peluang bagi para kolektor saham blue chip diluar sana yang ingin berinvestasi karena saham PGAS secara keseluruhan dan jangka waktu panjang selalu mempunyai performa bagus, dan prediksinya setelah melewati masa bearish ia akan pulih dan meningkat lagi. 

PT Perusahaan gas Negara Tbk atau PGAS mencatatkan pendapatan sebesar 3,84 miliar dolar AS atau Rp 54,4 triliun dengan kurs rata-rata tahun 2019 Rp 14.148/dolar AS. 

Sesuai dari tren grafik Pendapatan dan Laba Bersih PGAS (yang diolah oleh Yossy Girsang), pendapatan PGN menunjukkan trend positif dari tahun 2012 yang sebesar 2,58 miliar dolar AS dan terus meningkat hingga tahun 2014.  Meskipun sempat turun ke 2,9 miliar dolar AS pada tahun 2016, namun ia kembali naik pada tahun 2017 dan 2019.

8.PT. Astra International Tbk – ASII

PT. Astra International Tbk (ASII) mempunyai 6 lini bisnis yakni; otomotif, jasa keuangan, alat berat, teknologi informasi, infrastruktur dan logistic. 

Perusahaan ini juga didukung oleh anak perusahaan mereka yang bergerak di bidang perakitan dan idstribusi mobil, sepeda motor dan suku cadang terkait, penjualan alat berat dan persewaan, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi. 

Sepanjang tahun 2019 silam, ASII membukukan laba bersih sebesar Rp 21,7 triliun atau cenderung flat (+0,2 persen year on year) dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini harga saham ASII ditransaksikan dibawah -2 standard deviasi (-2std) P/E band dalam 5 tahun terakhir. 

Consensus analis yang dihimpun Refinitiv memperlihatkan targer harga ASII berada di Rp 7696 per unit, ini berarti ada potensi kenaikan sebesar 41 persen. 

Sepertinya sekarang merupakan waktu terbaik untuk mengumpulkan saham blue chip disaat mereka sedang berada pada harga jual yang murah. 

9.PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. – BBNI

Merupakan salah satu perbankan milik BUMN di Indonesia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk didirikan pada tahun 1946, dengan fokus pada segmen korporasi, konsumen dan ritel. Melalui anak perusahaannya, perusahaan ini juga bergerak di bidang asuransi, keuangan, dan perusahaan sekuritas.

Saham BNI ini tercatat menjadi yang paling sering diperdagangkan oleh investor asing pada hari Rabu 13/5/2020 kemarin. 

Berdasarkan data dari BEI, harga saham emiten berkode BBNI ini memimpin daftar saham teraktif yang paling diincar oleh investor asing dengan total pembelian saham mencapai sekitar 8,25 juta lembar saham.

Untuk hari ini (11/7/2020) harga saham dari BBNI adalah senilai Rp 4.520 per lembar – sesuai pembaharuan terakhir 11 Juni 2020. Tekanan yang menimpa BEI dalam beberapa bulan terakhir berdampak kuat pada beberapa saham blue chip juga. Kebanyakan saham mengalami koreksi harga yang siknifikan dari harga normal mereka.

Meskipun demikian, ini merupakan kesempatan baik untuk berinvestasi ketika harga jual saham sedang turun, dan dengan mempelajari performa jangka panjang mereka, bisa diprediksi saham BBNI akan mengalami pemulihan juga. 

10.United Tractors Tbk PT – UNTR

Perusahaan ini adalah distributor peralatan berat terkemuka dan terbesar di Tanah Air. UT adalah grup perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha dari distribusi alat berat (mesin konstruksi), kontraktor penambangan, pertambangan (batu bara dan emas), bidang konstruksi sipil (industri konstruksi) dan energi. 

Perusahaan dengan kode saham UNTR ini juga menyediakan produk ternama seperti UD Trucks, Komatsu, Scania, Bomag dan Tadano. United Tractors mempunyai 183 titik layanan di seluruh Indonesia, mencakup 20 kantor cabang, 35 site support dan 25 kantor perwakilan. 

Meskipun sempat mengalami rapor buruk pada semester pertama tahun 2020 ini, kinerja UNTR terselamatkan karena kenaikan harga emas. UNTR membukukan pendapatan bersih Rp 33,19 miliar pada akhir Juni 2020. 

Analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan optimis bahwa UNTR mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 75,1 triliun dengan laba bersih Rp 7,2 triliun. 

Meilki merekomendasikan untuk membeli saham UNTR dengan target harga sebesar Rp 19.000 per sebelumnya. tercatat pada Kamis (18/6) harga saham UNTR turun 0,28 persen ke Rp 17.650 per saham. 

11.Aneka Tambang Tbk PT – ANTM

ANTM merupakan anak perusahaan BUMN pertambangan Inalum. Perusahaan ini mengggeluti kegiatan seperti eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Komoditas utama Aneka Tambang adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolite, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama ANTAM adalah pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi. 

Emas masih menjadi kontributor utama pemasukan ANTAM – nilai penjualan emas mencapai Rp 6,41 triliun (69 persen) terhadap pendapatan konsolidasi semester 1 tahun 2020. 

Saham ANTM diperdagankan sebanyak 202,97 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 172,30 miliar. Saham ANTM sebelumnya sempat mencetak reli tiga hari berturut-turut sejak Selasa hingga Kamis dengan kenaikan masing-masing 0,71 persen, 6,38 persen dan 11,33 persen. 

Dalam satu minggu terakhir, harga saham ANTM bergerak naik 14,38 persen (dalam 3 bulan terakhir naik 67,67 persen). Meskipun sempat mengalami beberapa gejolak, harga saham ANTM sudah Kembali ke level di awal tahun. 

12.PT Gudang Garam Tbk – GGRM

PT Gudang Garam Tbk adalah perusahaan rokok terkemuka di tanah air yang sudah berdiri sejak tahun 1958 di kota Kediri, Jawa timur. Nama Gudang Garam cukup terkenal baik di dalam maupun luar negeri. 

Produk mereka sangat bervariasi, mulai dari sigaret kretek klobot (SKL), sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM). 

Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham emiten rokok GGRM. Kinerja perseroan diprediksi akan meningkat pada tahun depan. 

Analis sinarmas sekuritas Andrianto Saputra dalam studinya pada 3 Agustus 2020 mengatakan, GGRM mampu mempertahankan penjualan pada kuartal II-2020 meskipun situasinya tidak prima. 

Hal tersebut dapat dilihat dari top line performance alias pendapatan GGRM yang hanya turun 0,6 persen secara year on year (yoy) sementara HMSP justru turun hingga 21,8 persen secara yoy. 

Analis Sucor Sekuritas Jennifer Widjaja dalam risetnya menilai saat ini, dari segi valuasi GGRM cukup atraktif. PT Gudang Garam sangat dominan dalam sektor SKM-HT, hal tersebut adalah nilai lebih bagi GGRM. Sektor SKM-HT diuntungkan di tengah kondisi melemahnya daya beli masyarakat saat ini. 

Andrianto memproyeksikan pendapatan GGRM pada tahun ini bisa mencapai Rp 110,80 triliun dengan laba bersih Rp8,5 triliun. Andrianto dan Jennifer merekomendasikan untuk membeli saham GGRM dengan target harga Rp 66.300 dan Rp 58.100 per saham. Adapun saham GGRM diperdagangkan melemah 0,20 persen ke Rp 50.900 pada hari Kamis (13/8). 

13.Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk PT – HMSP

Sampoerna adalah perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia. Mereka memproduksi dan mendistribusikan sejumlah kelompok merek rokok kretek yang dikenal luas, contohnya adalah seperti Sampoerna A, Sampoerna Kretek, Sampoerna U, serta “Raja Kretek” yang legendaris, Dji Sam Soe. 

Sampoerna merupakan anak perusahaan dari PT Philip Morris Internatinal Inc. , perusahaan rokok internasional terkemuka dengan merek global Marlboro. Ruang lingkup kegiatan Sampoerna meliputi manufaktur, perdagangan dan distribusi rokok termasuk mendistribusikan Marlboro merek rokok internasional. 

Sempat mengalami penurunan volume penjualan, namun sekuritas masih mempertahankan rekomendasi tahan atau hold untuk saham HMSP. Target harga HMSP adalah Rp 1.870 didasarkan kelipatan target yang tidak berubah 16 x (pada -2 SD dari rata-rata price-to-earning ratio 7 tahun).

“Kami mempertahankan rekomendasi hold karena terkoreksinya pangsa pasar dan penurunan volume penjualan yang lebih rendah. Namun, kami percaya bahwa penilaian saat ini masih menarik yakni pada 15,6 kali price-to-earning ratio pada tahun 2021 (-2 SD dari rata-rata price-to-earning ratio 7 tahun).

14.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk – ICBP

ICBP (kode saham di BEI) adalah perusahaan raksasa yang bergelut di industri makanan. Mereka adalah produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkasi di Jakarta, Indonesia.

Indofood sudah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan total food solutions dengan kegiatan operasional yang meliputi proses produksi makanan, pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang siap didistribusikan. 

Data di Bursa Efek Indonesia mencatat pada penutupan perdagangan Senin lampau (24/8/2020), saham ICBP masih naik 1,24 persen di level Rp 10.225/saham dengan nilai transaksi Rp 72,20 miliar dan volume perdagangan 7,07 juta saham.

Dalam minggu terakhir trading, saham ICBP naik 0,74 persen dan sebulan terakhir menguat 9,65 persen. Secara yoy, saham ICBP masih minus 8,30 persen. 

15.PT Mayora Indah Tbk – MAYORA (MYOR)

PT Mayora Indah Tbk, atau disingkat Mayora, adalah perusahaan makanan dan minuman Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Februari 1977. Perusahaan ini diakui sebagai produsen permen kopi terbesar di dunia melalui merek Kopiko. 

Mayora Indah telah berkembang menjadi salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods Industry yang telah diakui keberadaan-nya secara global. Terbukti bahwa Mayora Indah telah menghasilkan berbagai produk berkualitas yang saat ini menjadi merek-merek terkenal di dunia, seperti Kopiko, Danisa, Astor, Energen, Torabika dan lain-lain.

Saham Mayora sempat mengalami jatuh bangun dalam tahun ini. Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Willy Goutama mengatakan pembatasan di China akan berdampak bagi kinerja MYOR sampai dengan tahun depan 2021. Dia merekomendasikan hold dengan target harga mencapai Rp 2.500 per saham.

“Kami lebih optimis pada perkiraan untuk 2021 karena perseroan akan memasuki pasar premium, yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan penjualannya. Kami perkirakan harga saham bisa naik sampai Rp 2.500,” sebutnya dalam riset (26/6/2020).

List saham Blue chips IDX30 – Blue Chip Terunggul di Indonesia

Indeks IDX30 adalah indeks yang terdiri dari 30 saham yang konstituennya dipilih dari konstituen Indeks LQ45.

Konstituen Indeks LQ45 dipilih karena saat ini Indeks LQ45 sudah dapat menggambarkan kinerja saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar.

Meskipun demikian, beberapa fund manager merasa jumlah 45 saham terlalu besar sehingga jumlah konstituan indeks IDX30 yang terdiri dari 30 saham memiliki keunggulan lebih mudah dilakukan replika sebagai acuan portfolio.

Selain itu, menurut teori portofolio, jumlah 30 merupakan jumlah diversifikasi aset yang ideal dalam sebuah portofolio.

Dasar pertimbangan pemilihan konstituen Indeks IDX30 adalah faktor kuantitatif yang terkait dengan nilai, frekuensi dan hari transaksi serta kapitalisasi pasar.

Selain faktor-faktor yang bersifat kuantitatif tersebut, BEI juga mempertimbangkan informasi kelangsungan usaha, laporan keuangan dan pertimbangan lain, misalnya sedang diberlakukan suspensi atau tidak.

Secara berkala, konstituen indeks IDX30 akan dikaji ulang setiap 6 bulan, yaitu setiap akhir bulan Januari dan Juli, dan hasilnya akan diumumkan pada awal bulan berikutnya. 

Daftar saham perusahaan yang masuk dan keluar dalam perhitungan indeks IDX30 periode Februari hingga Juli 2020 adalah:

  • Ace Hardware Indonesia,
  • Adaro Energy, Aneka Tambang,
  • Astra Internasional,
  • BCA, BNI, BRI, BTN, Bank Mandiri,
  • Barito Pacific,
  • Charoen Pokphand Indonesia,
  • Erajaya Swasembada,
  • Gudang Garam,
  • H.M. Sampoerna,
  • Indofood CBP,
  • Vale Indonesia (baru),
  • Indah Kiat Pulp & Paper,
  • Indocement Tunggal Prakarsa,
  • Japfa Comfeed Indonesia (baru),
  • Kalbe Farma,
  • Media Nusantara Citra (baru),
  • Perusahaan Gas Negara,
  • Bukit Asam,
  • PP (persero),
  • Semen Indonesia,
  • Telekomunikasi Indonesia,
  • United Tractors,
  • Unilever Indonesia dan
  • Waskita Karya. 

Untuk IDX30 periode tanggal 1 Januari 2020 hingga 27 Januari 2020 adalah Indo Tambangraya Megah, Jasa Marga, Matahari Deparement Store dan Sri Rejeki Isman. Sumber dari BEI.

Perbedaan antara Saham Blue Chip dan Indeks LQ45

Di Bursa Efek Indonesia, beberapa investor menggambarkan saham blue chip sebagai saham yang terdaftar di Indeks LQ45.

Persepsi tersebut tidak sepenuhnya salah, karena faktanya memang sebagian besar saham LQ45 merupakan blue chip.

Meskipun demikian, tidak berarti semua saham LQ45 adalah blue chip. 

Sampai saat ini bursa saham Indonesia tidak mempunyai kriteria dan pengkategorian jelas dan spesifik mengenai pembedaan saham blue chip dan yang tidak.

Oleh karena itu, tidak semua saham yang terdaftar di LQ45 bisa bergelar blue chip, karena kriteria pemilihan saham LQ45 hanya berdasarkan likuiditas sahamnya di pasar. 

Meskipun demikian, ke-45 saham yang masuk dalam daftar LQ45 memang merupakan saham yang paling likuid di market dan memberi pengaruh terhadap pergerakan IHSG.

Indeks LQ45 adalah indeks yang terdiri dari 45 emiten saham pilihan yang mempunyai kriteria tertentu. 

Pergerakan indeks juga berdasarkan dari perhitungan 45 saham yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan dan tentunya selalu di update setiap 6 bulan sekali.

Dengan demikian, saham dalam indeks tersebut akan selalu berubah. 

Saham Blue Chips 2020 (LQ45)
Gambar dari Pusatis

Ciri-Ciri yang dimiliki Saham Blue Chip

Anda mungkin akrab dengan banyak perusahaan blue chip tanpa menyadarinya.

Nama-nama besar seperti General Mills, Apple, Google, dan Disney termasuk beberapa saham yang dianggap aman oleh investor, dan karenanya mereka bergelar “blue chip.” 

Saham-saham ini cenderung mengikuti indeks kapitalisasi besar seperti S&P 500 atau Russell 1000 dengan sangat erat.

Tetapi hanya karena sebuah perusahaan termasuk brand yang terkenal, maka tidak secara otomatis membuatnya menjadi blue chip.

Misalnya, Apple tidak diberi status blue chip hingga tahun 2015.

Berikut adalah beberapa ciri yang dimiliki saham blue chip:

  • Tingkat pertumbuhan yang stabil: Saham perusahaan mapan cenderung memiliki catatan pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Mereka tidak fluktuatif seperti perusahaan yang kurang mapan dan menguasai sebagian besar pasar.
  • Kapitalisasi pasar besar: Perusahaan-perusahaan blue chip cenderung memiliki nilai pasar besar $10 miliar atau lebih. Ini menempatkan mereka dalam kategori kapitalisasi pasar yang besar, yang mengukur ukuran dan nilai perusahaan.
  • Indeks pasar: Saham-saham perusahaan blue chip biasanya merupakan bagian dari indeks pasar besar seperti S&P 500 atau Nasdaq 100. Nilai mereka cenderung mengikuti naik turunnya pasar secara dekat.
  • Likuiditas baik: likuiditas dipengaruhi oleh jumlah sajam yang beredar di bursa dan dimiliki publik. Semakin banyak kepemilikan saham publik, maka juga akan likuid saham tersebut. 
  • Lama terdaftar di BEI: saham yang masuk dalam kategori blue chip setidaknya sudah cukup lama terdaftar di bursa efek Indonesia dengan jangka waktu minimal lima tahun. 

Banyak perusahaan blue chip juga membayar dividen kepada investor.

Dividen adalah pembayaran reguler dari pendapatan perusahaan.

Karena perusahaan sudah mapan, mereka tidak perlu berinvestasi sebanyak mungkin untuk pertumbuhan mereka dan sebagai gantinya dapat berbagi keuntungan dengan investor. 

Apakah Saham Saham Blue Chip Aman?

Saham blue chip lebih aman dari saham gorengan, sebagai pemula, investasi terbaik ada di saham blue-chip.

Namun, semua investasi memiliki resiko.

Beberapa perusahaan yang mempunyai performa baik secara global seperti Lehman Brothers dan General Motors bahkan telah berjuang keras selama masa tekanan ekstrem dalam perekonomian pada tahun 2008.

Saham-saham blue chip mungkin tidak memberikan keuntungan jangka pendek yang superior tetapi mereka jelas mempunyai rekam jejak dalam menciptakan nilai jangka panjang tertinggi karena mereka membayar dividen reguler,

tumbuh dengan mantap dan pulih dengan cepat dari kejatuhan di pasar bearish (bear market adalah ketika pasar mengalami penurunan harga berkepanjangan.

Ini biasanya menggambarkan suatu kondisi di mana harga sekuritas jatuh 20% atau lebih dari tertinggi baru-baru ini di tengah pesimisme yang meluas dan sentimen negatif investor).

Seseorang pemula yang baru berlatih dapat menghasilkan keuntungan yang baik dalam jangka panjang dengan hanya mendiversifikasi portofolio di perusahaan-perusahaan blue-chip. 

Saham Blue Chip VS Penny Stock (Saham Sen/Gorengan)

Dilansir dari situs wealthsimple, Menurut Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), satu sen saham adalah sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan dengan nilai pasar kecil yang diperdagangkan dengan harga kurang dari $5 per saham.

Beberapa ahli menetapkan cut-off lebih rendah yakni $1 atau lebih rendah dari itu. 

Karena penny stock (saham gorengan) memiliki nilai yang rendah, mereka sering diperdagangkan di bursa utama.

Sebagai contoh, Nasdaq memiliki aturan bahwa jika sebuah saham jatuh di bawah harga penawaran minimum $1 per saham selama 30 hari berturut-turut, itu berisiko dikeluarkan dari bursa.

Singkatnya, saham sen (cent) adalah kebalikan dari saham blue chip. Mereka dikeluarkan oleh perusahaan yang memiliki sedikit atau tidak memiliki sejarah keuangan atau mungkin hampir bangkrut.

Investor yang membeli saham gorengan mengandalkan perusahaan membuat turnaround sehingga mereka bisa mendapatkan pengembalian uang.

Sebaliknya, saham blue chip menawarkan hasil pendapatan yang stabil tahun demi tahun.

Mereka tidak akan naik nilainya dalam semalam, tetapi memberi investor pengembalian yang stabil atas uang mereka.

Saham blue chip cenderung menawarkan diversifikasi yang baik selama resesi karena status nama besar mereka cenderung berarti permintaan yang terus-menerus bahkan di masa-masa sulit.

Tetapi hanya karena sebuah perusahaan dianggap sebagai blue chip yang tidak berarti itu kebal terhadap kondisi ekonomi.

Saham perusahaan mana pun, bahkan yang sudah mapan, dapat menerima untung dan rugi.

Sebagai contoh, meskipun perusahaan investasi Goldman Sachs (GS) dianggap sebagai saham blue chip hari ini, butuh pukulan besar selama Resesi Hebat.

Itu adalah bagian dari krisis subprime mortgage yang menyebabkan jatuhnya pasar saham tahun 2008, yang menyebabkan sahamnya kehilangan nilai. 

Haruskah Saya Membeli Saham Blue Chip?

Jika Anda ingin menyeimbangkan portofolio Anda dengan menambahkan saham yang stabil dan aman dengan sejarah panjang pertumbuhan yang stabil, saham blue chip bisa menjadi pilihan yang baik.

Meskipun stok ini dianggap dapat diandalkan, pikirkan dua kali sebelum memiliki semua telur Anda dalam satu keranjang.

Tidak ada perusahaan yang aman dari penurunan pasar atau tekanan ekonomi.

Hanya karena suatu saham telah menawarkan pengembalian yang stabil di masa lalu bukan berarti itu akan terus berlanjut di masa depan.

Lakukan riset Anda sebelum menghabiskan uang untuk membeli saham individu atau satu jenis.

Kebanyakan investor melakukan investasi saham secara baik dengan campuran beragam investasi yang mencakup saham blue chip sebagai bagian dari keseluruhan portofolio dan mereka tidak sepenuhnya menjadikan blue chip sebagai fokus utama. 

Menurut libertex.org, Sangat jarang perusahaan blue chip bisa bangkrut. Ini berarti bahwa risikonya pasti lebih kecil bahwa harga saham blue chip tidak pulih setelah penurunan harga.

Mereka (perusahaan establish) adalah perusahaan yang memiliki model bisnis yang sudah terbukti dan telah menggunakan laba ditahan untuk tumbuh lebih lanjut. Kebanyakan dari mereka juga memiliki keunggulan kompetitif yang besar. Ini membuat sangat sulit bagi pesaing lain untuk melanggar pangsa pasar mereka.

Tidak seperti saham blue chip, saham yang tidak dianggap blue chip sering diperdagangkan dengan harga yang mencerminkan potensi masa depan mereka dan bukan laba saldo aktual.

Jika potensi ini tidak direalisasikan, harga saham harus menyesuaikan di beberapa titik.

Investor institusional besar menginvestasikan sebagian besar dana mereka dalam saham blue chip, dan mereka suka membeli ketika harga jatuh. Ini mengurangi volatilitas saham ini dan meningkatkan likuiditasnya.

Kelemahan Saham Blue Chips

Kelemahan terbesar dari blue chip adalah mereka tidak tumbuh secepat perusahaan kecil yang tumbuh dengan kilat.

Setiap tahun ada sekelompok saham (biasanya saham perusahaan dalam industri teknologi) yang mengungguli blue chip, meskipun kinerja ini disertai dengan peningkatan volatilitas dan risiko.

Akhirnya, beberapa perusahaan blue chip juga ada yang bangkrut. Alasannya bisa karena perubahan teknologi atau tren konsumsi.

Produsen kamera analog dan produsen mobil adalah contoh perusahaan yang tidak seperti dulu. Banyak rantai ritel tradisional saat ini berada dalam spiral ke bawah.

Untuk alasan ini, calon investor harus selalu bertanya pada diri sendiri apakah akan ada industri seperti itu di masa depan sebelum berinvestasi di perusahaan di sektor tertentu.

Tanya Jawab

Apa Itu Saham Blue Chips?

Saham blue chip adalah saham perusahaan yang mapan dan sehat secara finansial. 

Apa Ciri-Ciri Saham Blue Chips?

Mempunyai pertumbuhan, likuiditas, kapitalisasi yang baik.

Apakah Saham Blue Chips Aman?

Lebih Aman dari Saham Lainnya.

Apakah Saham Blue Chips Cocok Untuk Pemula?

Sangat Cocok, namun, semua investasi memiliki resiko.

Saham Blue Chips Apa Yang Paling Aman?

Di tahun 2020, saham bank besar dan telkom lebih aman.

Komentar

Usai sudah pembahasan kami mengenai saham blue chip. Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk Anda semua.  


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar