CryptoHarian
Home » Berita Crypto » Berita Bitcoin » Investasi Institusi Mengalami Penurunan, BTC Mengalami Koreksi Harga

Investasi Institusi Mengalami Penurunan, BTC Mengalami Koreksi Harga

Transaksi Investor Institusi di perdagangan berjangka Bitcoin telah turun selama sepekan terakhir karena pasar crypto mengalami koreksi harga setelah kenaikan bullish mereka sejak awal April ini.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC) kemarin, investasi institusional di Chicago Mercantile Exchange (CME) untuk kontrak berjangka berbasis BTC telah mengalami penurunan tajam.

Laporan yang mencakup posisi yang diambil hingga 9 April, mengungkapkan bahwa investor institusi dan hedge fund telah memegang 244 posisi buy (Long) terbuka di BTC berjangka, penurunan sebesar 71 sejak laporan terakhir yang dirilis pada 2 April lalu.

Investor institusi juga melaporkan 80 posisi sell (Short), atau telah mengalami penurunan sebesar 9 posisi dari minggu sebelumnya.

Sementara itu, pasar keseluruhan untuk BTC berjangka telah mengalami penurunan yang cukup signifikan setelah koreksi harga Bitcoin, posisi buy mengambil posisi besar dibandingkan dengan short.

Di antara para investor institusi yang berdagang di platform, posisi buy telah turun sebesar 30 persen dan 11 persen untuk short, hal ini seolah memberikan beberapa indikasi ke arah perilaku pasar yang dipengaruhi oleh para investor yang bermodal besar.

Namun, langkah tersebut ternyata mengejutkan sebagian besar analis. Sementara jumlah posisi buy turun lebih dari pada posisi short, itu bisa dikarenakan dari ketidak pastian umum ke dalam kondisi pasar menyusul kenaikan terbaru crypto di awal bulan ini.

Data mencatat bahwa investor institusi di CME, khususnya, yang memiliki posisi Long lebih banyak dibandingkan Short, menunjukkan bahwa “uang pintar” mungkin percaya pada rally yang berkelanjutan di luar harga Bitcoin saat ini.

Tapi secara keseluruhan, termasuk pedagang yang tidak termasuk dalam kategori manajer institusi atau aset – CME justru memiliki jumlah posisi Short terbuka lebih banyak dibandingkan Long untuk BTC (4.177 vs 3.267).

Selain itu, platform CME melihat lonjakan yang lebih besar dalam posisi Short BTC menyusul kenaikan harga sejak awal bulan ini, dengan posisi Short yang meningkat sebanyak 421 antara 2 – 9 April, dibandingkan posisi Long yang meningkat 366 pada waktu yang sama.

Baca Juga: Keistimewaan XRP dan Ripple Di Tahun 2019

Baca Juga: Bagaimana Bakkt Akan Mempengaruhi Harga Bitcoin?

Baca Juga: 27 Aplikasi Penghasil Pulsa dan Penghasil Uang Gratis Di 2019

Tidak mengherankan bahwa posisi Short sedang naik mengikuti lompatan besar dalam harga untuk Bitcoin dan pasar cryptocurrency lainnya. Mempertimbangkan bagaimana harga koin telah terperosok tajam sejak 2018 hingga awal 2019, membuat banyak orang memberi label perdagangan 12 bulan terakhir sebagai “Cryto Winter” (Musim Dingin Crypto) sehingga membuat banyak investor masih merasa ragu apakah Bitcoin dapat mempertahankan tren kenaikan terkini atau tidak.

Bagi mereka yang telah terpukul oleh Crypto Winter dan masuk dikisaran level bottom, penurunan kembali harga pada pekan lalu adalah validasi bahwa rally telah berakhir.

Namun, bagi para pedagang yang baru memulai posisi buy, kita bisa saja masih berada dalam periode koreksi harga sementara, dengan pasar yang dibentuk oleh beberapa aksi taking profit yang terjadi setelah lonjakan bullish yang tiba-tiba (dimana hal tersebut adalah wajar secara psikologi pasar).

Beberapa analis melihat adanya gambaran dari perilaku pasar yang ingin mem-bearish-kan kembali upaya bullish sebelumnya, dengan beberapa pendapat yang mengatakan bahwa BTC kini tengah berada dalam posisi paling jenuh beli sejak 2017 (secara teknikal).

Analis lain melihat indikator yang menunjukan adanya potensi kenaikan harga lebih lanjut, dengan level Resistance terbesar terbentuk pada kisaran level harga $ 6000, sekitaran level yang sama di mana harga Bitcoi mulai tersungkur hebat pada November 2018.

Apapun bentuk analisa yang diperkirakan oleh para analis, tahun 2019 ini terus menjadi tahun yang kuat untuk cryptocurrency dari sisi teknikal maupun fundamental.

Harga koin, di seluruh pasar, telah naik lebih dari dua persen, dimana mata uang tertentu seperti Litecoin dan Binance Coin bahkan telah membukukan kenaikan lebih dari 200 persen sejak awal tahun ini.

Rally harga terbaru Bitcoin, yang membawanya mendekati level harga $ 5.500, telah membawa angin segar untuk meningkatkan minat dan investasi pada aset crypto. Mengingat adopsi di dunia nyata yang mulai menunjukan hasil seperti Facebook Coin dan JPM Coin, pasar crypto bisa menjadi batu loncatan menuju penilaian yang jauh lebih besar (bahkan melebihi rekor sepanjang masa masing-masing koin). Kita lihat saja.

 

Ikuti Cryptoharian Di:
Septiady

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan.

Add comment

Subscribe Untuk Berita Cryptocurrency Terbaru

Ikuti Kami Di: