CryptoHarian

Konsultan eTORO: Jangan Senang Dulu, Aset Kripto Tidak Pernah Aman

Bitcoin belum menjadi mata uang digital dengan masa depan yang cerah meski kini aset digital tersebut tengah menguat di tengah isu krisis ekonomi yang menguat.

“Tidak ada aset yang aman,” kata konsultan crypto eToro, Glen Goodman dalam sebuah wawancara dengan CoinDesk TV pada Selasa (27/9/2022) lalu.

Hal ini ia sampaikan setelah ditanyai perihal perkembangan harga kripto saat berbagai mata uang dunia dan bahkan obligasi Treasury AS terus mencuri perhatian akibat dolar AS yang menguat sebagai dampak dari kebijakan The Fed.

“Kami menghadapi situasi di mana sebanyak mungkin uang di dunia masuk ke dolar,” kata Goodman saat tampil di “First Mover” CoinDesk TV.

“Itu berarti [mata uang] lainnya akan kesulitan,” sambung dia.

“Bahkan obligasi Treasury AS, yang dianggap sebagai aset dengan paling aman, kini telah jatuh dan [menjadi tanda] bahaya besar bagi ekonomi AS dan dunia,” ujarnya lagi.

Sementara, untuk Bitcoin, kenaikan harga yang belakangan ini terjadi menurutnya tidak bisa dijadikan patokan dan meminta para investor tetap waspada. Terlebih, aset kripto merupakan salah satu aset yang jauh dari kata ‘aman’ terhadap berbagai isu.

“Jadi bayangkan apa arti kabar baik seperti menghentikan [kenaikan] suku bunga bagi para pedagang di pasar saham dan di pasar kripto. Karena saham dan kripto berkorelasi sangat erat akhir-akhir ini, akan luar biasa jika suku bunga yang berlawanan dapat hanya menghibur semua orang,” katanya.

Bitcoin yang merupakan kripto terbesar berdasarkan nilai pasar, naik lebih dari 5% selama dini hari pada hari Selasa, mendorong tepat di atas ambang psikologis utama $20.000.

Baca Juga: Alasan Utama Kenapa Harga Bitcoin dan Pasar Cryptocurrency Turun

Para pengamat terus menduga apa penyebab Bitcoin hingga potensi yang tengah terjadi di pasar caluta asing serta dampak besarnya ke sector lain.

Selama lima hari terakhir, poundsterling Inggris, yen Jepang, dan yuan China telah anjlok secara signifikan terhadap dolar AS. Tidak terkecuali Rupiah Indonesia.

“Pembalikan kenaikan dolar bisa terjadi karena para pedagang mulai mengambil keuntungan mereka,” kata Goodman.

Menurut dia, langkah ini bisa menyebabkan ‘ledakan’ jika terus dibiarkan.

Pria yang memiliki lebih dari dua dekade pengalaman perdagangan itu mengatakan, The Fed perlu menghentikan kenaikan suku bunga untuk mencegah situasi pasar yang lebih berbahaya ke depannya.

Penguatan dolar telah memberikan tekanan pada negara-negara dengan beban utang yang tinggi dalam mata uang AS.

“Ketika dolar naik, utang itu menjadi semakin mahal bagi semua negara untuk dilayani,” kata Goodman.

“Satu-satunya cara mereka dapat melawannya adalah dengan menaikkan nilai mata uang mereka sendiri, yang berarti mereka juga harus menaikkan suku bunga. Penurunan harga komoditas dapat menunjukkan tanda-tanda awal bahwa “inflasi di AS secara alami akan turun,” kata Goodman.

“Saat ini, pasar mencari alasan untuk naik,” sambung dia.

Pada Selasa pagi ini, kripto utama diperdagangkan di zona merah. Secara global, kripto turun 3,61 persen menjadi $924,61 miliar dalam beberapa hari ini. Namun, total volume pasar crypto meningkat 15,65 persen selama 24 jam terakhir menjadi $92,49 miliar. [Im]

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis