Miliarder Kripto Tuding The Fed Jadi Penyebab Merosotnya Harga Koin Digital

Cryptoharian – Mata uang kripto sedang mengalami penurunan habis-habisan hingga kini. Salah salah satu bursa kripto terbesar, mengatakan Federal Reserve atau The Fed adalah pihak yang bertanggung jawab atas penurunan ini.

“Pendorong inti dari ini adalah The Fed,” ungkap Sam Bankman-Fried, CEO dari perusahaan FTX, dilansir dari npr.org, Senin (20/6/2022). Sam merupakan salah satu pemilik aplikasi dan situs yang digunakan oleh investor untuk aktivitas perdagangan kripto.

Sam mengklaim, The Fed menaikkan suku bunga secara agresif untuk melawan inflasi yang tinggi. Hal itu menurutnya berujung pada “kalibrasi ulang” ekspektasi risiko.

Ia mengaku sangat menghormati apa yang sedang dihadapi oleh bank sentral sekarang, bahwasanya mereka sedang “terjebak di antara batu dan tempat yang keras.”. Namun miliarder ini mengatakan banyak pandangannya sendiri untuk bisnisnya sekarang, tergantung pada keputusan yang akan dibuat Fed di bulan-bulan mendatang.

Minggu lalu, The Fed telah mengumumkan kenaikan suku bunga terbesar sejak 1994. Dengan era uang murah yang cepat menjadi sejarah, pasar keuangan telah sangat gelisah dan cryptocurrency telah berada dalam mode meltdown.

“Secara harfiah, pasar takut. Orang-orang takut dengan keuangan mereka,” ujarnya.

Kekhawatiran terbesar adalah dampak yang dirasakan oleh investor amatir, yang terlanjur membeli kripto dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, nilai total keuangan kripto membengkak menjadi US$3 triliun, lantaran industri kripto membuat dorongan habis-habisan untuk menarik investor amatir dan meningkatkan pengenalan merek.

FTX sendiri diketahui membeli hak penamaan untuk sebuah arena di Miami, dan membuat iklan Super Bowl dengan komedian Larry David. Hasilnya, survei dari desember menemukan bahwa seperempat investor memiliki Bitcoin dan lebih dari setengahnya, atau 55% dari mereka mulai berinvestasi selama 12 bulan terakhir.

Beberapa orang bahkan menaruh uang mereka di pemberi pinjaman kripto. Hanya dalam seminggu terakhir, beberapa pemberi pinjaman menghentikan layanan. Investor pun tidak bisa mendapatkan kembali uang mereka dan kekacauan berikutnya memicu kekhawatiran penularan ke sistem keuangan yang lebih luas.

“Kemungkinan akan ada peningkatan pengawasan tentang bagaimana leverage digunakan dalam industri kripto, dan seberapa transparan perusahaan tentang potensi bahaya,” kata Sam.

Sam mengatakan, ia dan FTX yang baru-baru ini bernilai $ 32 miliar telah membantu menahan kerugian pasca runtuhnya kepercayaan investor.

“Saya merasa kita memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan soal turun tangan. bahkan jika itu merugikan diri kita sendiri, untuk membendung penularan,” katanya. “Bahkan jika kita bukan orang-orang yang menyebabkannya, atau tidak terlibat di dalamnya. Saya pikir itulah yang sehat untuk ekosistem, dan saya ingin melakukan apa yang dapat membantunya tumbuh dan berkembang.”

Pihaknya sendiri telah mencatat beberapa kali kejadian di masa lalu. Dia mengemukakan satu insiden khususnya di tahun lalu, saat peretas menyerang penukaran Liquid kripto di Jepang dan mencuri aset kripto senilai hampir US$100 juta.

FTX akhirnya memberi Liquid pembiayaan $120 juta. Tak lama kemudian, FTX mengumumkan rencana untuk mengakuisisi Liquid dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

“Saya pikir sekitar 24 jam kemudian, kami turun tangan dan memberi mereka jalur kredit yang cukup luas untuk dapat memenuhi semua permintaan mereka. Selain itu, juga untuk memastikan pelanggan mendapat kompensasi penuh, sambil memikirkan solusi jangka panjang,” pungkas Sam.

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis