9 Hal Penting Untuk Diperhatikan Sebelum Membeli Reksadana

Reksadana merupakan salah satu cara populer para investor untuk membangun kekayaan mereka.

Jika Anda merupakan salah satu investor pemula yang ingin berinvestasi di reksadana, artikel ini merupakan panduan tepat bagi Anda. 

Investasi ini adalah pilihan fantastis bagi investor baru untuk berbisnis karena usaha ini dapat dimulai dengan modal yang kecil dan dikelola secara professional oleh manajer investasi yang tentunya diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). 

Definisi reksadana sendiri merupakan wadah yang digunakan masyarakat pemodal (investor) untuk berinvestasi di instrument-instrumen pasar keuangan.

Dana yang terkumpul tersebut akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi misalnya seperti saham, obligasi, surat utang atau deposito. 

Reksadana mengumpulkan dana dari banyak investor yang dikelola oleh manajer investasi agar nilainya bisa berkembang.

Jenis-Jenis Reksadana

reksadana

1.Pasar Uang (Money Market Fund)

Ini adalah investasi pada jenis instrument investasi pasar uang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Jenis investasinya berupa deposito berjangka (time deposit), sertifikat deposito (certificate of deposit), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan instrument investasi pasar uang lainnya. Tujuannya untuk menjaga pemeliharaan modal dan likuiditas. 

Reksadana pasar uang cenderung rendah risiko jika dibandingkan dengan jenis lainnya. 

2.Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Ini merupakan jenis reksadana yang menginvestasikan paling tidak 8 persen dari aktivanya (segala kekayaan (aset) dan sumber daya yang dimiliki oleh entitas bisnis, bisa berupa benda atau hak yang dikuasai dan diperoleh perusahaan) dalam bentuk obligasi atau utang. 

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif lebih besar daripada pasar uang. 

3.Campuran (Balance Mutual Fund)

Ini adalah jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang beragam. Instrument investasinya bisa berupa saham yang dikombinasikan dengan obligasi. 

Tujuannya untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko investasi pada balance mutual fund ini bersifat moderat karena mempunyai potensi pengembalian tinggi jika dibandingkan dengan pendapatan tetap. 

4.Saham (Equity Fund)

Reksadana ini mengharuskan investornya menginvestasikan setidaknya 80 persen dari aktiva mereka dalam bentuk efek bersifat ekuitas. 

Tujuannya adalah pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang.

Meskipun risikonya tinggi dari semua jenis lainnya, potensi tingkat pengembaliannya juga yang paling tinggi. 

Manfaat Berinvestasi Reksadana

Reksadana merupakan opsi terkenal antara banyak investor karena secara umum mereka memberikan penawaran dengan fitur berikut:

  • Manajemen professional. Manajer investasi akan melakukan penelitian untuk Anda. Mereka akan memilih sekuritas dan memonitor performa. 
  • Diversifikasi atau “Jangan meletakkan telur Anda dalam satu keranjang” reksadana biasanya melakukan investasi pada beberapa perusahaan dan industri. Ini membantu Anda mengurangi risiko jika ada satu perusahaan yang gagal. 
  • Terjangkau. Kebanyakan reksadana tidak membutuhkan investasi tinggi saat pertama kali memulai maupun pembelian berikutnya. 
  • Likuiditas. Investor reksadana bisa dengan mudah mendapatkan kembali saham mereka kapan saja sesuai dengan Net Asset Value (NAV) terkini dengan biaya redemption. 

Sebagai pemodal, Anda bisa melakukan diversifikasi investasi tanpa harus mempunyai modal besar, itu sudah merupakan keuntungan pertama dari investasi ini. 

Yang dimaksud dengan diversifikasi adalah, dana yang terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi dan dilakukan investasi terpecah dalam berbagai produk investasi di pasar modal maupun pasar uang seperti obligasi, saham, deposito sesuai dengan kebijakan dari setiap investasi yang dikelola. 

Melalui investasi ini, investor awam bisa meraup keuntungan berinvestasi di pasar modal dan tidak perlu kerepotan memantau kinerja investasi mereka, karena sudah ditangani oleh manajer investasi professional. 

Risiko Berinvestasi Reksadana

Reksadana menawarkan manajemen investasi professional dengan potensi difersifikasi. Mereka juga memberikan tiga cara mendapatkan uang:

  • Pembayaran Dividen. Investasi ini dapat menghasilkan pendapatan dari dividen pada saham atau bunga obligasi. Reksadana tersebut kemudian membayar pemegang saham hampir semua pendapatan, dikurangi biaya.
  • Distribusi Capital Gain. Ketika suatu reksadana menjual sekuritas yang mengalami kenaikan harga, investasi tersebut memiliki capital gain. Pada akhir tahun, mereka mendistribusikan keuntungan modal ini, dikurangi kerugian modal, kepada investor.
  • NAV (net asset value) meningkat. Jika nilai pasar portofolio meningkat, setelah dikurangi biaya, maka nilai investasi tersebut dan sahamnya meningkat. Semakin tinggi NAV mencerminkan semakin tinggi nilai investasi Anda.

Semua investasi memiliki tingkat risiko tertentu.

Dengan investasi ini, Anda dapat kehilangan sebagian atau seluruh uang yang Anda investasikan karena sekuritas yang dipegang oleh reksadana dapat turun nilainya secara drastis dalam kurun waktu yang singkat.

Pembayaran dividen atau bunga juga dapat berubah karena kondisi pasar berubah.

Kinerja masa lampau reksadana tidak selalu akurat seperti yang Anda kira, karena kinerja masa lalu tidak memprediksi pengembalian di masa mendatang.

Tetapi kinerja di masa lalu dapat memberi tahu Anda seberapa fluktuatif atau stabil dana selama periode waktu tertentu. Semakin fluktuatif, semakin tinggi risiko investasi. 

Risiko lain yang mungkin dihadapi oleh masyarakat pemodal adalah berkurangnya nilai unit penyertaan.

Ini disebabkan oleh turunnya harga dari efek saham, obligasi atau surat berharga lainnya yang masuk ke dalam portofolio reksadana, namun biasanya bisa diminimalisir oleh manajer investasi. 

Risiko tambahan termasuk likuiditas, ini jika banyak investor melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang mereka miliki.

Kondisi tersebut akan menyulitkan manajer investasi karena harus mempersiapkan uang tunai atas aksi redemption tersebut. 

Cara Membeli dan Menjual Reksadana

Investor membeli saham reksadana dari dana itu sendiri atau melalui broker untuk dana, bukan dari investor lain.

Harga yang dibayarkan investor untuk investasi ini adalah nilai aset bersih reksadana per saham ditambah biaya yang dikenakan pada saat pembelian, seperti beban penjualan.

Saham “dapat ditebus,” artinya investor dapat menjual kembali saham tersebut ke pasar kapan saja.

Mereka biasanya harus mengirimkan pembayaran kepada Anda dalam waktu tujuh hari.

Sebelum membeli saham dalam reksadana, baca prospektus dengan cermat. Prospektus berisi informasi tentang tujuan investasi reksa dana, risiko, kinerja dan biaya. 

Memahami Biaya

Menjalankan bisnis reksadana juga melibatkan biaya. Reksadana biasanya membebankan investor biaya dan pengeluaran tertentu.

Biaya tersebut bervariasi dari jenis-jenis dana. Jenis reksadana dengan biaya tinggi biasanya mempunyai performa yang unggul dibandingkan reksadana berbiaya murah. 

Perbedaan kecil dalam biaya dapat berarti perbedaan raksasa dalam pengembalian dari waktu ke waktu. 

Misalnya, jika Anda menginvestasikan USD 10.000 dalam reksadana dengan pengembalian tahunan 10 persen dan biaya operasi tahunan sebesar 1,5 persen, setelah 20 tahun, Anda akan memiliki sekitar USD 49.725.

Jika Anda berinvestasi dalam reksadana dengan kinerja dan pengeluaran yang sama sebesar 0,5%, setelah 20 tahun Anda akan mendapatkan USD 60.858.

Menghindari Penipuan

Secara hukum, setiap reksadana diwajibkan untuk mengajukan prospektus dan laporan pemegang saham regular ke badan hukum yang berwenang. Sebelum Anda berinvestasi, pastikan untuk membaca prospektus dan laporan pemegang saham yang diperlukan. 

Selain itu, portofolio investasi dikelola oleh entitas terpisah yang dikenal sebagai “penasihat investasi” yang terdaftar di badan hukum berwenang. Selalu periksa apakah penasihat investasi terdaftar sebelum berinvestasi.

Cara Memulai Bisnis Reksadana

Setelah mempelajari istilah dan pemahaman dari investasi reksadana, Anda mulai bertanya bagaimana saya bisa memulai berbisnis di bidang ini? Berikut kami berikan panduannya untuk Anda. 

  • Mengevaluasi Tujuan Investasi Anda

Apa sebenarnya tujuan utama dari investasi reksadana Anda? Tujuan investasi bisa digunakan menjadi patokan dalam menentukan reksadana yang sesuai dengan Anda setelah mengetahui jangka waktu investasi dan juga profil risiko Anda. 

  • Memahami Toleransi Risiko Anda

Sebelum memilih dana, Anda harus memiliki gagasan yang baik tentang seberapa besar risiko yang dapat Anda toleransi. Toleransi risiko Anda adalah ukuran seberapa besar fluktuasi (volatilitas — naik turun) atau risiko pasar yang dapat Anda tangani. 

Misalnya, jika Anda menjadi sangat cemas ketika nilai akun USD 10.000 Anda turun 10% (menjadi USD 9.000) dalam periode satu tahun, toleransi risiko Anda relatif rendah — Anda tidak dapat mentolerir investasi berisiko tinggi.

  • Menentukan Jangka Waktu Investasi

Setelah mengetahui profil risiko, Anda bisa menentukan jangka waktu investasi yang tepat.

Investasi reksadana pada umumnya membutuhkan waktu yang tidak sama.

Ada yang kurang dari satu tahun, 3 tahunan, 5 tahunan sampai ada yang lebih dari 5 tahun. 

Jika jangka waktu Anda kurang dari satu tahun, pilih reksadana pasar uang yang berinvestasi pada instrument pasar uang seperti deposito maka risiko Anda lebih rendah dan stabil. 

Jika jangka waktu Anda 3 tahunan, Anda bisa berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap.

Untuk jangka waktu selama 3-5 tahun, bisa melakukan investasi reksadana campuran.

Untuk yang memiliki jangka waktu 5 tahun, reksadana saham bisa menjadi pilihan Anda. 

  • Membeli Reksadana dan Mencari Manajer Berkualitas

Ketika Anda siap untuk berinvestasi, terdapat beberapa cara umum untuk bisa membeli reksadana pertama Anda.

Anda mempunyai 3 opsi populer misalnya seperti membeli melalui broker, perusahaan reksadana ataupaun rencana pensiun.

Perusahaan manajemen investasi atau yang biasa kita sebut dengan manajer investasi adalah pihak yang mengelola dan menginvestasikan dana masyarakat ke dalam instrument investasi dalam bentuk reksadana. 

Agar menghasilkan reksadana terbaik, manajer investasi akan mengelola dana berdasarkan Analisa keuangan dan Analisa pasar secara menyeluruh.

Pilihlah manajer yang mempunyai reputasi baik dan memiliki tim investasi yang lengkap beserta proses investasi terstruktur dan bertanggung jawab. 

  • Mencari Tahu Bagaimana Uang Anda dikelola

Keterangan tertulis di prospektus reksadana dapat memberikan informasi mengenai proses uang Anda dikelola, siapa yang menanganinya dan informasi detil lain mengenai produk. 

Agar bisa mengetahui kinerja historis dan rangkuman mengenai produk reksadana, bacalah Fund Fact Sheer dan Product Card tersebut. 

  • Periksa Biaya Pajak Tersembunyi

Ada pajak reksadana yang sedikit diketahui yang dapat menyebabkan Anda berutang dalam jumlah besar bahkan jika Anda kehilangan uang berinvestasi disini.

Reksadana bisa menjadi sangat besar dari waktu ke waktu.

Jika ada krisis investasi, banyak investor akan mulai membuang kepemilikan mereka, menyebabkan penjualan luas dari investasi yang lebih besar untuk menyediakan uang tunai yang diperlukan untuk membayar para investor yang menguangkan.

Ini memicu pajak capital gain, yang dapat berdampak buruk bagi investor.

Kebanyakan investor pemula tidak tahu bagaimana ini bekerja, atau bahkan bagaimana cara mengenali potensi bahaya ini.

Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat dengan pajak reksadana sebelum mempertimbangkan investasi disini.

  • Kenali Biaya Lain dari Reksadana

Pikirkan biaya unit penyertaan (subscription fee), biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee), biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee) dan biaya transfer bank terkait.

Semua biaya diatas bervariasi dan ditetapkan oleh agen penjual efek yang bersangkutan. Pastikan tidak ada biaya yang melampaui apa yang sudah tertera dalam prospektus. 

  • Tidak Terpaku Pada Sejarah Lampau

Meskipun ini tampak seperti ide yang baik untuk hanya membeli saham reksadana yang memiliki performa masa lalu yang baik, tidak aman untuk menganggap ini sebagai pedoman utama.

Sebagai contoh, manajer portofolio berubah meskipun nama dana tetap sama. Jika seseorang baru mengelola uang Anda, Anda mungkin tidak menyadarinya.

Demikian juga, aset dana tumbuh, membuatnya lebih sulit untuk menempatkan uang untuk bekerja karena jagat investasi potensial menyusut.

  • Tentukan Dimana Anda Membeli Reksadana

Pilih perusahaan manajer investasi yang berpengalaman dengan track record terpercaya.

Meskipun pada poin sebelumnya kami menyarankan untuk tidak terpaku dengan sejarah catatan lampau, tidak berarti Anda menutup mata untuk perusahaan yang memiliki kinerja baik.

Pada akhirnya pilihan selalu berada di tangan Anda. 

Komentar

Usai sudah rangkuman kami mengenai cara memulai bisnis reksadana untuk Anda yang baru ingin memulai. Semoga bermanfaat dan salam sukses!


Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Twitter

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Tinggalkan komentar