The Fed Naikkan Suku Bunga ke 75 BPS, Bitcoin Turun Drastis!

Cryptoharian – The Fed yang masih bertarung dengan inflasi, telah mengambil tindakan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin. Hal ini disampaikan saat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 20-21 September 2022. 

The Fed diketahui telah menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin ini selama tiga kali berturut-turut. Hal ini merupakan langkah pengetatan paling agresif sejak Paul Volker memimpin The Fed pada awal tahun 1980-an.

Naiknya suku bunga acuan ini membuat para pemegang aset kripto, yang masih menahan aset mereka (Hodler) masih harus lebih bersabar. Pasalnya, dengan hasil rapat FOMC, Bull market masih belum menemui titik terang. 

Seorang analis kripto dari Belanda, Michael van de Poppe menjelaskan kepada followernya di Twitter, bahwa telah terjadi sejumlah fake-out secara masif saar event FOMC.

“Saya berharap kalian tidak berhenti pada leverage tinggi. Tidak perlu trading berlebihan selama FOMC. Tetaplah aman dan jangan melakukan tindakan bodoh,” ungkap Poppe, Kamis (22/9/2022).

Poppe menambahkan dalam cuitan selanjutnya,  konklusi FOMC adalah The Fed masih pada Hawkish dalam kebijakannya. Menurutnya, memanglah hal ini dilatari alasan yang tepat, namun Ketua The Fed Jerome Powell cenderung menghindari pertanyaan soal kapan kenaikan suku bunga ini berakhir. 

Baca Juga: Microstrategy Borong Bitcoin 6 Juta Dolar AS, Perusahaan Tesla Hingga Block Masih Minat BTC?

“Kuartal 4 kemungkinan menjadi kenaikan suku bunga acuan yang terakhir kali, kemudian setelah itu pasar akan melambat atau berhenti sejenak (flat). Ekonomi pun akan melambat,” ujarnya.

Di sisi lain, seorang penasihat strategi kripto Alex Kruger menghimbau bahwa para trader harus berhati-hati pada posisi bawah. Mengambil keputusan jangka panjang terlalu dini, atau bahkan sangat panjang hanya berujung pada pengalaman yang merendahkan. Ia juga mengingatkan bahwa grafik ekuitas dan kripto sangatlah mengerikan.

“Ada sebuah cara untuk melihat hal besar yang akan datang untuk Bitcoin (BTC), yakni flush besar, berita besar dan harga diatas US$24.000. Yang terakhir memberitahu anda bahwa kali ini keuntungan yang anda berikan untuk posisi lebih tinggi tentu sangat kecil,” kata Kruger.

Sementara itu, melansir dari coindesk.com BTC meleset beberapa jam setelah pengumuman, tetapi dijual di sore hari bersama dengan saham AS. Pada waktu pers, bitcoin berganti harga tepat di bawah US$18.443.  Ekuitas bergerak sangat liar selama konferensi pers Powell. 

“Pasar bergejolak dengan gila dalam jangka pendek. Selama periode yang lebih lama, saya melihat ini sebagai pergerakan netral atau bearish, dan mengharapkan BTC dan ETH untuk merespons secara netral atau bearish,” papar Alexandre Lores, direktur riset pasar blockchain Quantum Economics.

Kendati demikian, Riyad Carey, seorang analis riset di perusahaan data crypto Kaiko menyatakan bahwa ini adalah pengingat lain bahwa kripto bergerak sesuai keinginan The Fed. 

“Kami melihat ini minggu lalu, saat ada reaksi harga yang lebih tajam terhadap rilis CPI daripada merge ETH. Saya tidak memperkirakan kripto, terutama BTC dan ETH, melawan pengaruh Fed dalam waktu dekat,” pungkas Carey. [St]

Ikuti kami di Facebook | Telegram | Instagram | Youtube

Trader Forex dan Bitcoin yang sudah bergelut di bidang trading dari tahun 2013. Sering menulis artikel tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.