CryptoHarian

Apakah Ethereum itu dan Bagaimana Cara Membelinya

Siapa yang tidak tahu tentang Ethereum untuk pemain cryptocurrency. Tapi, apakah anda tahu bahwa Ethereum bukan cryptocurrency? Ethereum adalah platform software untuk programmer membangun aplikasi yang menggunakan teknologi blockchain. Di dalam platform Ethereum, ada cryptocurrency yang bernama Ether yang digunakan untuk menghidupkan aplikasi yang dibangun di jaringan tersebut.

Sama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) adalah sistem yang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada seseorang ataupun perusahaan yang bisa mengontrol Ethereum.

Sistem yang sentralisasi sudah digunakan dari zaman dulu. Tetapi, sejarah sudah membuktikan ,cepat atau lambat, bahwa sesuatu yang sentralisasi akan hancur apabila tidak dijaga dengan benar.

Sebaliknya, sesuatu yang terdesentralisasi akan tetap jalan otomatis tanpa pemimpin. Aplikasi yang terdesentralisasi di jalankan dengan computer yang menggunakan aplikasi tersebut di seluruh dunia, jadi aplikasi ini tidak akan offline. Sesuatu yang rahasia seperti no KTP, alamat rumah dan nama tetap tersimpan di masing-masing computer.

Apakah Ethereum sama seperti Bitcoin?

Ethereum dan Bitcoin hampir sama jika dilihat dari aspek cryptocurrency, seperti terdesentralisasi dan menggunakan teknologi blockchain. Tetapi, dalam kenyataannya mereka mempunyai tujuan yang berbeda.

  • Bitcoin digunakan untuk menjadi pembayaran online
  • Ethereum dibuat untuk membantu pengguna membuat aplikasi yang terdesentralisasi di dalan jaringan Ethereum.

Penambangan Bitcoin memerlukan jumlah komputasi yang luar biasa banyaknya dan anda juga harus mengingat listrik sangat mahal di Indonesia dibandingkan dari Cina atau Rusia. Namun, Ethereum menggunakan algoritma proof-of-work yang mendukung penambangan yang terdesentralisasi oleh masing-masing penambang. Intinya, menambah Ethereum jauh lebih mudah daripada Bitcoin.

Siapa yang menciptakan Ethereum?

Vitalik Buterin

Vitalik Buterin adalah orang yang memberi ide tentang Ethereum. Pada tahun 2013, Dia menulis whitepaper tentang ide genius tersebut. Dia juga mengirim ke beberapa teman dia dan teman dia membagikan kepada banyak orang. Perlu diingat sebelum menulis tentang Ethereum, Vitalik menyukai ide tentang Bitcoin dan aktif di forum Bitcoin. Dia juga dibayar untuk menulis artikel seputar Bitcoin. Sekitar 30 orang mengirim pesan kepada Vitalik untuk berdiskusi tentang konsep tersebut.

Project tersebut diumumkan kepada publik pada bulan Januari 2014, dengan tim inti yang terdiri dari Vitalik Buterin, Anthony Di lorio, Charles Hskinson, Gavin Wood, Mihai Alise dan Joe Lubin. Vitalik juga memperkenalkan Ethereum di konfrensi Bitcoin di Miami. Ide tersebut disambut hangat oleh banyak orang. Beberapa bulan kemudian tim inti melakukan crowdsale/ penggalangan dana untuk Ether untuk perkembangan yang lebih mendalam.

Baca  Juga: 10 Fakta Tentang Vitalik Buterin

Apakah Ethereum sebuah cryptocurrency?

Yuk, kita pelajari lebih dalam. Ethereum adalah sebuah platform software (perangkat lunak) yang bertujuan untuk membuat internet terdesentralisasi dan juga aplikasi yang terdesentralisasi. Tetapi, sistem tersebut juga memerluka sebuah ‘mata uang’ untuk menjalankan aplikasi tersebut. ‘Mata uang’ tersebut adalah Ether.

Ether adalah digital aset yang tidak memerlukan pihak ketiga untuk memproses pembayaran. Ini tidak hanya beroperasi sebagai uang digital tetapi juga berfungsi sebagai ‘bensin’ untuk menjalankan applikasi yang terdesentralisasi di dalam jaringan. Apabila pengguna mau merubah atau menambahkan sesuatu ke dalam aplikasi tersebut, dia perlu membayar biaya untuk jaringan Ethereum menerima perubahan tersebut.

Smart contract

Proyek yang dibangun menggunakan Ethereum pasti menggunakan smart contract. Smart contract adalah perjanjian digital yang layaknya sama dengan perjanjian yang anda tanda tangan di notaris. Contoh: pihak A mau membayar sewa rumah pada tanggal 10 ke pihak B, pada hari H, jaringan Ethereum otomatis mentransfer pembayaran itu ke pihak B. Ini adalah contoh yang sangat sederhana.

Apabila anda seorang programmer, smart contract bisa disamakan dengan if-then statement. Dalam istilah awam, jika ini terjadi, kerjakan itu.

Smart Contract adalah salah satu jalan untuk perjanjian di masa depan. Dengan smart contract, anda tidak perlu lagi notaris atau pengacara. Smart contract ini dieksekusi langsung oleh komputer, kesalahan sangat kecil. Namun, smart contract di tulis oleh manusia. Apabila di dalam penulisan tersebut ada masalah, maka pengeksekusian akan ikut bermasalah.

Baca Juga: Apakah Smart Contract itu?

ICO

Beberapa tahun lalu, Ethereum sangat dikenal karena Initial Public Offering (ICO). 80% dari ICO menggunakan jaringan Ethereum daripada Bitcoin atau altcoin lainnya. Sekarang, banyak altcoin seperti Wave, Stellar, Tron dan Eos akan memulai ICO berbasis jaringan koin mereka.

Pendatang baru akan tetap menggunakan jaringan Ethereum karena jaringan mereka sudah stabil. Jaringan Ethereum mempermudah bisnis untuk membangun sebuah bisnis yang terdesentralisasi. Apabila anda mengecek whitepaper sebuah ICO, mereka akan menulis dengan ERC-20 token, artinya ICO tersebut menggunakan jaringan Ethereum.

Kenapa menggunakan jaringan Ethereum? Pada saat itu, jaringan Ethereum adalah satu-satunya crypto yang bisa membangun aplikasi yang terdesentralisasi. Tidak hanya itu, Ethereum lebih cepat dan lebih murah daripada Bitcoin atau Litecoin.

Jauh dari kesempurnaan

Ethereum tidak sempurna karena mereka masih ditahap ‘bayi’. Proyek tersebut baru saya berumur 4 tahun. Kita bisa bandingkan dulu 1GB MMC(memory card) sangat mahal, kisaran 1-2 juta, sekarang, benda yang sama jauh lebih murah. Sama dengan Ethereum atau bisa dibilang semua cryptocurrency dan teknologi Blockchain.

Orang-orang masih ‘meraba-raba’ teknologi baru ini dan sudah dipastikan bahwa teknologi pasti akan sangat umum seperti layaknya smartphone.

  • Parity Wallet Freeze- dompet Parity mengalamai error dan sebanyak $280 juta senilai Ethereum dibekukan. ETH disini tidak hilang tapi tidak bisa digunakan.
  • DAO Hack- seorang hacker mencuri ETH karena adanya kesalah kode di dalam program. Hacker tersebut berhasil mencuri $55 juta senilai ETH ke dalam dompet pribadi.

Cara membeli Ethereum di Indonesia

Anda bisa membeli Ethereum di Tokocrypto, Luno atau di Indodax. Pengalaman saya sendiri, Indodax masih tempat exchange crypto yang terbagus di Indonesia. Harganya lebih murah dan lebih terpercaya. Yang lain tidak jelek, tetapi dengan Indodax, anda bisa membeli altcoin lainnya seperti Tokenomy.

Artikel Terkait: Cara Register Akun di Indodax

Masa Depan

Masa depan jaringan Ethereum sangat jelek. Buktinya, harga ETH turun 80% dari tahun 2018. Tim Ethereum sudah berusaha memperbaiki masalah seperti skalabilitas tetapi tidak ada hasil.

Akankah ETH hilang dari pasar crypto? tidak ada yang tahu, tetapi waktu yang akan membuktikan.

Baca Juga: QTUM Memecahkan Masalah Blockchain Pada Saat ini

Septiady

Septiady

Add comment

Leave a Reply